Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 12


__ADS_3

Semenjak perdebatan Mesya dengan Danish waktu itu, hubungan mereka mulai dingin.


Mesya sangat kesal dengan sikap Danish yang semakin tidak benar dimatanya.


Mesya berencana untuk mengunjungi sahabatnya Meta, Mesya sangat merindukan Meta dia sudah tidak sabar ingin menceritakan apa yang terjadi dengannya.


Sepulang kerja, Mesya mampir kerumah kontrakannya dulu, dia benar-benar tidak sabar untuk bertemu Meta.


Sesampainya dirumah kontrakan Meta, kedua sahabat itupun saling berpelukan dan melepaskan rindu.


Meta begitu senang menerima kedatangan Mesya sore itu, lebih bahagia lagi saat dia melihat wajah sahabatnya ini yang begitu cerah dan membuat nya semakin terlihat cantik.


"Nggak ada kabar dari Nesya kan, Met? tanya Mesya membuka percakapan sambil duduk di sofa kamar Meta.


" Belum," geleng Meta.


"Kuharap kedatanganmu kesini bukan hanya menanyakan kabar adikmu saja, Mes," lanjut Meta yang sudah sangat merindukan sahabatnya itu.


"Memang bukan. Selain aku sangat kangen sama kamu, ada hal lain juga yang ingin aku ceritakan, Met."


"Tentang apa?"


Mesya malah terdiam. Dia sendiri juga bingung harus memulai dari mana untuk memulai percakapan. Mesya bingung saat Danish memaksanya untuk menjerat Arga, dia begitu sedih, dan ingin menangis dan meluahkan semua yang dirasakan di dada Meta. Tapi yang terjadi sekarang dia seperti tidak sabar untuk menceritakan pengalaman uniknya yang tanpa dia sadari sangat menyenangkan seiring dengan pertemuannya dengan Arga.


"Heii, kok malah diam? nanti kesambet setan baru tau rasa", kejut Meta sambil menyentuh lembut tangan Mesya.


" Ada sesuatu perubahan yang terjadi dalam diriku," kata Mesya tanpa tahu arah tujuan perkataannya.


"Berubah? Pada dirimu?


" Yah, ada sesuatu yang...."


"Disini?" Meta memandang perut Mesya, lalu diulurkannya tangannya untuk menyentuh perut gadis itu.


"Astaga, bukan lah, Met. " Ngaco kamu," Mesya hampir tertawa.


"Bukan disitu, tapi disini," ditunjuknya dadanya sendiri.


"Ohhhh..," Meta bernafas lega. Tapi kemudian.


"Aku nggak ngerti apa maksud mu."


"Makanya non kalau ada orang bicara itu didengarin dulu, jangan asal main potong aja, bingung kan? kata Mesya sembari tidak bisa menahan tawanya.

__ADS_1


" Kalau gitu, ceritakan, deh." Meta pun dengan serius mendengarkan cerita Mesya.


"Tahu nggak? Si Danish gila itu semakin gila."


"Dan semakin membuatmu tergila-gila, kan?" potong Meta yang tak bisa menahan gemasnya.


"Tuh, kan? Nggak bisa diam, sih," Mesya memukul lengan Meta.


Meta hanya tertawa melihat sahabatnya itu kesal.


"Begini, Met. Sampai sekarang lamaran yang Danish sodorkan ke beberapa perusahaan tidak satupun diterima, mendapatkan panggilan saja tidak. Dan terpaksa dia kerja di perusahaan temannya untuk sementara. Dan uang itu, hanya cukup untuk makan kami sehari-hari. Dan tiba-tiba saja dia berbicara tentang pernikahan...."


"Iya, kah?" sela Meta lagi. Senang rasanya mendengar itu. Senang sekali! Mata Meta langsung berkaca-kaca mendengarkan cerita Mesya.


"Ya," Mesya tiba-tiba murung.


"Lo! kenapa murung, Mes? Senyum, dong. Ini berita gembira, kan? Dan bukannya ini yang selalu kamu dambakan dan yang ingin kamu minta dari dulu sama Danish, kamu ingin menceritakan berita bahagia ini sama aku, aku saja yang mendengarnya sangat bahagia, tapi kenapa kamu malah sedih?


" Memang ini yang aku ingin kan dari dia, Met. Tapi apakah kamu tahu apa yang direncanakannya?


"Tentu saja tidak, kamu kan belum menceritakannya," sahut Meta sambil tersenyum menggoda Mesya.


"Metaaaaaa, kamu bercanda mulu," kesal Mesya yang selalu digoda sahabat nya itu.


"Iya, deh. Aku nggak bercanda lagi, makanya cepat, dong kmu cerita, aku kan jadi penasaran," jawab Meta masih disela tawanya


"Iya ini aku mau cerita, makanya jangan ketawa terus."


"Baiklah, kita serius sekarang. Aku akan dengar."


"Rey punya sahabat, sahabat nya itu anak tunggal. Seorang pemuda yang pastinya juga kaya raya. Mesya mulai menceritakan apa yang dialaminya.


" Nama pemuda itu Arga, dia dingin, dan Rey ingin Arga mengakhiri kesendiriannya dan menolongnya agar kembali semangat setelah kekasihnya meninggal tiga tahun lalu. Tapi Danish malah punya rencana yang jahat, dia ingin memanfaatkan Arga. Danish ingin aku mendekati Arga untuk mendapatkan kekayaannya. Dan bila aku sudah mendapatkannya, aku kembali pada Danish dan kami menikah...."


"Apa?!


" Ide gila!" kata Meta dengan nada marah, dan kamu menyetujuinya," tanya Meta cepat.


"Tentu saja tidak, Met. Dari awal aku tidak pernah setuju dengan rencananya, tapi aku juga tidak bisa berbuat apa-apa.


" Kamu bisa, Mes. Asalkan kamu tidak terlalu dibutakan cinta, dari awal kamu sudah bisa menolak setiap keinginan Danish.


"Aku tahu, tapi aku takut dia meninggalkanku, tapi sekarang aku tidak peduli aku sudah mulai jenuh dan tidak tahan dengan sikap dan prilakunya.

__ADS_1


" Danish benar-benar tidak tahu diri, dia menjebak mu dengan cintanya, dia juga sangat gila," kesal Meta


"Ya, Danish memang gila, padahal aku juga bukan tipe cewek yang bisa berbuat seperti itu. Tapi Danish memaksaku, bila perlu aku disuruhnya menikah dulu dengan Arga supaya sebagian hartanya bisa kumiliki, misalkan mobil yang bisa saja dia berikan secara cuma-cuma atau benda berharga lainnya."


"Bodoh sekali Danish. Dianggapnya gampang sekali. Lalu bagaimana? Kamu menolak, kan? Atau kamu menurut saja karena kamu juga berubah jadi bodoh dengan cintamu yang berlebihan itu?" Meta emosi


"Aku menurut."


"Masya Allah. Allahu akbar.


" Aku patuh tanpa tahu apa yang harus aku lakukan."


"Dan kamu sudah memulai aksimu? Dan pada pertemuan pertama kamu sudah meminta macam-macam sama Arga?"


Mesya menggeleng. "Pertemuan pertama kami memberikan kesan yang aneh buatku, inilah yang ku maksud dengan adanya sesuatu yang berubah dalam diriku, dalam hatiku. Tiba-tiba saja aku menjadi benci sama Danish, dan ingin mendekati Arga kemurnian hatiku, bukan ingin mengambil uangnya, apalagi hartanya dengan cara menipunya.


" Mes...," Meta terpana


"Pertemuan itu memang berlangsung dingin, tapi aku benar-benar terkesan, dan betapa tak pantasnya bila aku ingin berbuat jahat padanya. Dia begitu menarik, dan rasanya aku ingin menolongnya, ingin menemaninya dalam kegelapan hatinya karena kehilangan seseorang yang sangat dicintainya. Bahkan aku ingin menyembuhkan luka hatinya," cerita Mesya panjang lebar


" Dan ini aneh juga tak bisa kumengerti. Baru saja melihatnya, aku langsung merasa perlu berbuat sesuatu untuk menyelamatkannya. Bukan untuk menjerumuskannya kedalam kubangan duka yang lebih dalam lagi seperti rencana Danish," isak Mesya


"Aku mendukungmu, Mes. Kamu punya niat baik," hibur Meta sambil menghapus airmata sahabatnya


"Ya, apalagi dia kan sahabat Rey. Dan Rey adalah penolong Danish. Jadi kenapa tak kutolong juga sahabatnya. Sekaligus aku juga ingin menolong diriku sendiri dari ikatan cinta Danish yang serasa menjeratku tanpa ampun."


Kata-kata Mesya sampai menyusupkan kebahagiaan di dada Meta. Memang inilah yang selalu diharapkannya. Ingin Mesya segera sadar, kalau Danish bukan orang yang tepat untuknya. Danish hanya ingin memanfaatkan ketidakberdayaan Mesya. Danish hanya mendambakan tubuh Mesya. Bahkan sekarang dengan teganya Danish menggunakan Mesya untuk mencari uang.


"Apa ini artinya aku sudah tidak setia lagi, Met?"


"Bukan. Artinya kamu sudah berpikir dengan wajar dan realistis."


"Tapi aku akan mendapatkan kesulitan lagi, kan? Karena mulai jatuh cinta pada seseorang yang kutahu sulit untuk kujamah. Dan berusaha untuk melepaskan diri dari Danish itu juga tidak mudah," jelas Mesya


"Yang terpenting sekarang ini adalah, kamu tetaplah berpikiran baik. Dan yakinkan langkahmu. Percayalah, aku akan membantumu, dan apabila kamu membutuhkanku, bilang saja, ya. Aku pasti selalu siap," kata Meta memberikan semangat buat Mesya.


"Terimakasih, Met. Kamu selalu mendukungku dan tidak pernah meninggalkanku, walaupun aku telah salah dalam melangkah."


"Itulah gunanya sahabat, harus saling mendukung disaat mereka dalam kesusahan.


Mereka berdua pun saling tersenyum dan berpelukan. Dan Mesya merasakan dadanya benar-benar lega setelah meluahkan semua isi hatinya.


\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2