
Setelah kejadian dirumah Danish, keesokan harinya Danish juga memarahi Mesya.
"Kalau kamu mau marah, marahlah! Tapi kenapa kamu harus mengutus sahabatmu itu kerumah ku dan memakiku habis-habisan, bahkan dengan tega dan berani menamparku?"bentak Danish marah.
Mesya memandang Danish tak mengerti.
" Kamu bicara apa, Dan?"
"Jangan pura-pura tidak mengerti! Kamu utus sahabatmu Meta kan untuk meminta tanggung jawabku.
" Kenapa kamu harus mengutus orang lain? Bicara sendiri kan bisa!
"Apalagi aku tidak pernah mencoba lari dari tanggung jawabku, dan lagian kamu juga tidak hamil.
" Kamu jangan bikin aku malu, dong!
"Untuk apa sih kamu harus menceritakan kelakuan kita kepada orang lain?
" Atau kamu memang lebih senang ya kalau orang lain tahu bahwa kamu sudah bukan perawan lagi, benar seperti itu, Mes?"
"Danish?"
"Untung saja Om Pram sedang tidaka ada dirumah, coba kalau ada. Beliau akan mendengarkan teriakan Meta tentang perbuatan kita. Dan kita tidak hanya mendapatkan malu, tapi aku pasti juga akan dimarahi Om Pram, kamu ngerti nggak?"
"Kenapa sih kamu?"
"Apanya yang kenapa?"
"Tanya sahabatmu,"Untuk apa Meta datang ke rumahku sambil marah-marah begitu?
"Apa dia ingin aku meninggalkanmu? Sekarang kamu pilih, masih akan tetap bersahabat dengannya dan kita putus, atau tinggalkan dia dan hidup bersamaku!"
"Apa?"
"Aku tidak perlu mengulangi apa yang sudah aku katakan, Mes!"
"Maksud mu, kay akan menikahiku?"mata Mesya langsung berbinar.
__ADS_1
" Menikah! Dari mana aku punya uang untuk membiayai pernikahan kita, mes?" Kerja aja belum, makan saja masih numpang sama Om Pram.
"Minta sama orang tua juga tidak mungkin, Mes. Mereka juga tidak akan mau memberikannya, sedangkan untuk kuliah ku saja sudah membutuhkan biaya yang sangat besar."
"Lalu..., maksud mu untuk hidup bersama itu apa, Dan? Kalau kita harus hidup bersama, bukankah jalan satu-satunya adalah kita menikah?"
"Atau... jangan bilang kau mengajak ku untuk ku*pul ke*o?"tanya Mesya
" Kamu pindah dari kontrakan kamu dengan Meta, dan cari tempat tinggal untuk kita berdua. Kita akan tinggal bersama..."
"Tanpa ada nya pernikahan?"
"Itu bisa kita pikirkan belakangan, kita tinggal bersama dulu, kalau aku sudah mendapatkan pekerjaan, baru kita akan menikah."
"Mesya menggeleng." Nggak, aku tidak mau, Dan, selama ini aku dan juga kamu sudah berbuat dosa, aku tidak mau menambah dosa ku lagi."
"Kamu selalu bicara soal dosa, padahal kamu selalu melakukannya, kamu sungguh menggelikan,"ejek Danish
" Dan, kamu jangan perlakukan aku seperti ini, kalau kau benar-benar mencintai aku, nikahi aku. Tapi sebelum kita menikah, kita jangan tinggal bersama dulu, dan kita juga jangan melakukannya lagi, aku sudah bergelimang dengan dosa, dan aku tidak ingin menambah dosa ku lagi, dan aku juga tidak ingin tenggelam dalam dosa yang terlalu dalam,"ucap Mesya sedih.
"Kalau hanya sekedar penjajakan, kita gak harus tinggal bersama, Dan." Dengan sering nya kita bertemu dan berbagi cerita juga saling mengerti dan memahami." Bukan karena kita harus tinggal bersama, apalagi sampai tidur bersama."
"Aku cuma mengajak mu tinggal bersama, bukan tidur bersama."
"Tidak mungkin kalau kita hanya tinggal bersama. Sedangkan kita tinggal berjauhan saja kamu sering mengajak ku tidur denganmu, apalagi kalau kita tinggal dalam satu atap."
"Apa kau mulai takut padaku, apa aku terlihat mengerikan sekarang?"
"Aku tidak takut padamu, Dan. Aku hanya tidak percaya pada diriku sendiri. Apa aku sanggup mengekang diri bila berada di dekatmu? Aku tidak menyalahkan padamu semuanya. Kalau iman ku kuat aku pasti bisa menolakmu, tapi nyatanya tidak. Tapi selagi aku masih bisa menghindar, biarlah aku mencobanya dulu. Jadi jangan ajak aku tinggal bersamamu."
"Tapi aku tidak ingin melihat sahabatmu Meta lagi. Terus terang aku benci. Aku tersinggung dengan caranya menegurku, itu terlalu kasar."
"Dia hanya kasihan padaku. Dia hanya merasa kamu tidak menghormatiku. Dia hanya membela sahabatnya, yang dianggapnya malang. Jadi biarlah yang terpenting sekarang aku kan tidak apa-apa. Malahan seharusnya kamu bersyukur kekasihmu punya seorang sahabat yang sangat peduli padaku."
"Apapun katamu, aku tetap tidak menyukai dia dan aku juga tidak senang melihat kamu masig tinggal bersamanya. Sekarang aku memintamu sekali lagi, Mes, untuk memikirkannya.
"Pilih tetap tinggal bersamanya dan kita bubar, atau kita cari kontrakan baru."
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksa, aku hanya memberi dua pilihan. Dan silahkan pikirkan mana yang menurutmu baik,"tegas Danish lagi." Mesya tertunduk sedih, dia bingung harus menjawab apa.
"Aku pulang dulu,"pamit Danish kemudian.
Mesya hanya diam membisu. Dia hanya memandangi punggung Danish yang perlahan menjauh.
Tinggal bersama. Mesya terus memikirkannya. Betapa beratnya dia melakukan itu. Mesya hidup bukan diluar negri yang bebas bergaul, Mesya hidup dinegara yang masih menjunjung tinggi norma dan agama. Tapi apabila dia menolaknya, maka Danish akan meninggalknya, lalu apakah Mesya bisa hidup tanpa Danish?
Mesya ingin menceritakan ini pada Meta, tapi aku bisa pastikan Meta tidak akan menerima semua ini. Mesya terperangkap dalam dilema yang sangat menyulitkan.
Danish memberikannya dua pilihan yang sangat sulit, yang pasti Mesya tidak ingin ditinggalkan Danish.
Kalau dia meninggalkanmu, itu artinya dia tidak benar-benar mencintaimu,"terngiang kembali suara Meta. Tapi tetap saja dia tidak bisa mengambil keputusan.
Mesya tidak siap ditinggalkan oleh Danish, tapi dengan kondisinya yang seperti ini, bagaimana dia harus menolak keinginan Danish, Mesya henar-benar bingung juga sedih, dia tidak menyangka kalau Danish akan memperlakukannya seperti ini. Atau jangan-jangan benar apa yang dikatakan Meta kalau Danish hanya sekedarkan melampiaskan nafsunya saja. Ingin rasanya Mesya teriak dan melupakan apa yang terjadi, tapi tetap saja apa yang telah dilakukannya tidak akan merubah apapun.
Tapi bagaimana pun dia akan tetap bercerita pada Meta apa yang telah diminta oleh Danish, dia yakin kalau Meta adalah sahabat yang baik dan akan membantu Mesya untuk menyelesaikan masalahnya ini, dan semoga Meta tidak marah padaku, harap Mesya.
\\\*
Terima kasih untuk semua pembaca setia. Jangan lupa like, komen dan rate ya. Yang mau vote juga boleh.
Bantu krisan teman-teman.
Sampai jumpa di next part.
Bye~
Salam:Tigerwest
__ADS_1