Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 13


__ADS_3

Pada pertemuan selanjutnya Mesya diantar Rey ke bilyar tempat biasa Arga main, bahkan Rey juga mengantarkannya sampai depan pintu bangunan itu.


Ini semua adalah idenya Danish, dia menyuruh Mesya untuk menanyakan pada Rey dimanakah tempat biasa yang sering dikunjungi Arga. Bahkan dia juga berdoa semoga saja Mesya berhasil. Ini benar-benar sangat konyol dia mengantarkan kekasihnya untuk diberikan kepada orang lain.


Sebenarnya dia sendiripun tidak mengerti kenapa ide gila itu bisa bersarang dibenaknya. kenapa dia sangat ingin mendapatkan uang dengan cara seperti itu. Tapi ia pun berpikir, ini adalah jalan pintas yang harus ia tempuh. Kalau tidak kapan dia bisa cepat menikah dan kaya, itu lah yang selalu ada dibenaknya.


Danish juga berusaha agar prosesnya tidak terlalu panjang. Dia sudah menyusun semua proposal untuk kekasihnya Mesya. Pertama, biarkan dulu mereka pacaran, kalau memang harus, boleh saja mereka menikah, toh Danish sudah mendapatkan semuanya dari Mesya. Dan bila mereka sudah menikah, akan semakin mudah jalan Mesya untuk mendapatkan uang Arga, lalu Danish akan memaksa Mesya untuk segera bercerai dengannya. Mesya pasti mau. Mesya selalu mau melakukan apa saja untuk Danish.


Begitu mudahnya Danish berpikir. Begitu singkat, tidak tahu bagaimana jungkir baliknya hati Mesya dalam menjalankan rencana gilanya itu.


Dan kini Mesya telah berhasil masuk kesana


Selain karena permintaan Danish, Mesya juga ingin bertemu dengan Arga lagi.


"Arga...."


Arga yang sudah capek bermain bilyar dengan teman-temannya, seketika terkejut melihat siapa yang telah memanggilnya. Ditatapnya wanita yang sedang berdiri tepat didepannya itu.


"Mesya, kamu? Bukannya kamu temannya Rey?" Mesya mengangguk.


" Ngapain kamu disini?" tanya Arga dengan wajah yang sedikit gusar dan seketika bayangan beberapa tahun silam itupun muncul dipikiran Arga.


(flashback on)


Seorang gadis cantik datang ke sebuah tempat bilyar dengan kebingungan dan mencari Vino.


"Kamu mencari siapa?" Tanya Arga.


" Vino," jawab gadis itu singkat


"Vino pacarmu?," tanya Arga lagi.


"Bukan. Dia kakakku. Dia harus pulang, istrinya mau melahirkan," katanya polos.


"Wah, Vino nggak ada tuh. Cari ketempat lain aja," kata Arga memberi usul.


"Duh, dimana, ya?" tanyanya bingung.


Arga cuma mengangkat bahunya. Lalu kembali minum, sama seperti malam ini.

__ADS_1


Gadis itu lalu pergi. Dan setelah beberapa saat Arga merasa tidak enak, Vino kan temannya, jadi kenapa tidak ia bantu? Lagi pula ini sudah setengah sebelas malam, dan juga sangat mengkhawatirkan bagi seorang gadis kalau berkeliaran pada jam segini.


Arga pun keluar untuk mencari gadis itu kembali, dan betapa terkejutnya ia. Didepan sana, gadis itu sedang berusaha melawan godaan usil beberapa pemuda yang sedang mabuk. Dengan panik Arga berusaha untuk menyelamatkannya, dan berusaha untuk memukul pemuda-pemuda itu hingga terjadinya perkelahian. Sebenarnya Arga tidak akan mampu untuk melawan mereka bertiga, kalau seandainya saja mereka tidak dalam keadaan mabuk. Tapi karena mereka teler, Arga bisa menyelamatkannya gadis itu.


" Terima kasih, entah bagaimana aku tanpa kamu," ucap gadis itu sambil terisak.


Arga menghampirinya." Kuantar kamu pulang, dan kita cari Vino dulu ya?"


Mereka lalu berkenalan. Nama gadis itu Reva. Dan sejak saat itu, mereka berdua akrab sampai Reva meninggal.


(flash back berakhir)


"Arga...."


"Ng..., oh," suara lembut Mesya membuyarkan lamunan Arga


"Kamu kok malah melamun," tanya Mesya lagi


Arga mendesah. Dan diperhatikannya lagi wajah Mesya. Semenjak Reva meninggal, tak seorang pun yang bisa menggantikannya. Tak seorang pun yang bisa menggeser kedudukannya di hati Arga. Karena Reva meninggal akibat kesalahan dan dosa Arga yang tak terampunkan. Tapi kehadiran Mesya menggugah hatinya, padahal baru dua kali dengan ini dia, ia bertemu dengan gadis itu.


Tapi sepertinya hati kecilnya berbisik, kalau sudah saatnya ia membuka kembali hatinya untuk gadis lain. Tapi benarkah gadis itu Mesya? Benarkah Tuhan mengirimkannya untuknya?


"Apa Rey lagi yang menyuruhmu datang kesini?" tanya Arga pelan.


Entah sudah berapa belas gadis yang di sodorkan Rey untuknya. Tapi tak seorang pun mampu membuat pendiriannya bergeming. Tak seorang pun! Tapi Mesya...?


"Bukan, bukan Rey yang menyuruh tapi...," Mesya tidak melanjutkan kata-katanya.


Ingin rasanya ia berteriak dan mengatakan kalau Danish yang memintanya. Tapi Arga tidak perlu tahu siapa Danish. Dan rasanya, Mesya tidak ingin lagi berhubungan dengan Danish dalam masalah ini. Biarlah Danish dengan rencananya sendiri, dan Mesya juga dengan rencananya. Mesya ingin melakukannya karena dorongan hatinya sendiri, yang ingin mendekati Arga dengan ketulusan hatinya dan dengan rasa yang telah menyentuh hatinya. Dengan ketulusan seperti apa yang diharapkan oleh Rey, sahabat Arga.


"Sebaiknya kamu pulang saja, tempat ini tidak cocok untuk wanita seperti kamu," Arga mengusirnya. Dia berusaha melawan isi hatinya, Arga merasa tidak pantas untuk Mesya yang lembut itu.


"Kenapa? kalau tidak disini, dimana aku harus bertemu dengan mu, Ga?" tanya Mesya kecewa.


" Untuk apa kamu ketemu aku? kita tidak punya persoalan kan?"


"Memang, tapi..., terus terang aku ingin mengenalmu lebih dekat lagi, Ga. Cerita Rey tentang kamu membuatku tertarik."


Arga tersenyum masam, "Rey memang ingin sekali membantuku. Tapi sudahlah, kamu tidak perlu tergoda rayuan Rey. Rey hanya menceritakan yang baik-baik saja tentang aku, padahal kenyataannya tidaklah seperti itu."

__ADS_1


"Kenapa tidak?"


" Kamu pulang, Ok," Arga mempertegas suaranya.


"Danish, lihatlah apa yang telah dilakukan Arga padaku. Aku diusir oleh seorang lelaki di keramaian," batin Mesya.


Padahal ini sebelumnya tidak pernah terjadi dalam hidup Mesya.


"Andai kau tak menyuruh ku melakukan ini, tentu saja aku tidak akan pernah mengenal Arga dan mengalami hal yang seperti ini...," batin Mesya.


Dengan sedih Mesya berbalik, dan melangkah pelan meninggalkan Arga.


Arga meneguk kembali minumannya. Dan terdiam dengan pikiran yang mulai mengganggunya.


Sejak kamu pergi aku hampir lupa bagaimana caranya membuka hati kembali. Tanpa mu aku merasa sepi, mungkin ini terlihat kekanak-kanakan, tapi begitulah adanya. Kamu yang dulunya menjadi tujuanku untuk menggapai sesuatu. Sekarang, kamu sudah tak ada lagi. Sekarang aku hanya berkawan dengan luka-luka dan kesunyian.


Arga selalu hidup dengan sajak yang dia ciptakan sendiri atas meninggalnya Reva. Sehingga dia memang tidak bisa lagi untuk membuka hati untuk wanita lain.


Mesya melangkah pelan keluar dari tempat bilyar itu. Tapi di pintu, tiga lelaki menggodanya lalu mengikuti langkah Mesya sampai keluar dan agak sepi.


"Hai, cantik, kenapa sendiri?" Seseorang dari mereka mencolek pipi Mesya.


" Kurang ajar kamu," bentak Mesya marah.


"Wow, manis sekali. Semakin manis kalau kamu marah, sayang," yang lain meraih bahunya, tapi Mesya berusaha untuk menepis.


"Ikut kita, yuk," yang satunya lagi berusaha untuk menarik lengannya.


"Lepaskan!" Mesya berteriak, tapi tak ada seorang pun yang menolongnya. Dan mereka menyeretnya ke halaman parkir.


" Lepaskan!" Mesya meronta mencoba untuk melepaskan diri.


mereka malah tertawa, dan semakin menyeret Mesya, mereka bermaksud membawa Mesya kedalam mobil.


Mesya begitu takut. Mereka pasti akan meng gilirku secara bersamaan di mobil nanti. Betapa mengerikannya.


***


Bagaimana nasib Mesya selanjutnya, apakah akan ada yang menolong Mesya menyelamatkan diri??

__ADS_1


tunggu next ep


__ADS_2