
Isi Hati Episode 22
Danish terus membujuk Mesya. Segala cara dan upaya ia kerahkan untuk mendapatkan Mesy kembali. Bahkan ia sampai membuktikan keseriusannya pada Mesya.
"Mes, kumohon. Kali ini saja. Berikan aku kesempatan, ya. Aku akan menjagamu sampai akhir. Aku mohon ... " melas Danish. Danish berlutut di hadapan Mesya.
"Danish, hentikan ini. Berdirilah dan pulanglah. Aku nggak akan bisa nemerima kamu lagi. Aku sudah nggak cinta sama kamu." jelas Mesya.
Danish menunduk, ia menitikkan air matanya. Ia bahkan langsung memeluk kaki Mesya dan memohon lagi pada Mesya.
"Aku tahu kesalahanku, Mes. Aku tahu kau tidak lagi mencintaiku. Aku tidak akan memaksamu mencintaiku. Bair aku saja yang mencintaimu. Itu sudah lebih dari cukup. Ok, berikan aku kesempatan, Mes. Pikirkan lagi, berlama lama kebersamaan kita." kata Danish.
Mesya yang memang tidak tegaan merasa kasian melihat Danish. Bagaimanapun Danish adalah sosok yang amat sangat ia cintai sebelumnya. Melihat Danish yang sampai nekat melakukan hal ekstrim deminya, Mesya merasa Danish memang sungguh-sungguh padanya.
"Bagaimana ini, ya? Metta pasti akan sangat marah jika aku menyetujui permintaan Danish. Tetapi aku juga tidak bisa mengabaikan laki-laki ini. Hubunganku dengan Arga pun entah seperti apa. Yang jelas, kami sudah berakhir. Aku bingung ... " batin Mesya.
"Mes ... " panggil Danish.
"Dan ... " panggil Mesya.
"Ya, Mes." jawab Danish.
"Apa kamu sungguh-sungguh?" tanya Mesya memastikan.
Danish mengangguk, "Ya, aku sungguh-sungguh kali ini. Aku akan meminta Om segera melamarmu dan kita langsung saja menikah. Ok." kata Danish.
Mesya menghela napas panjang, "Hahh ... baiklah. Aku akan pikirkan lagi. Aku akan beri jawaban pastinya setelah aku berpikir. Kamu mau 'kan memberiku waktu berpikir? aku butuh mempertimbangkan tawaranmu, Dan." jawab Mesya.
"Berapa lama, Mes. Aku tidak bisa kamu menghindariku lama-lama. Aku mencintaimu, sangat-sangat mencintaimu." kata Danish penuh keyakinan.
"Ya, bersabarlah. Secepatnya aku akan beri jawabannya." jawab Mesya.
Danish berdiri, "Aku lega, kau masih mau mempertimbangkannya. Aku akan menunggu. Meskipun kau tau, aku paling benci menunggu. Demimu aku akan menunggu. Aku tidak mau kehilangamu, Mes." kata Danish lagi.
Mesya mengangguk, "Ya, aku mengerti. Pulanglah, Dan. Metta akan pulang sebentar lagi. Jangan sampai dia melihatmu di sini. Aku perlu bicara dan jelaskan padanya perlahan. Kamu bisa ngerti, kan?" jawab Mesya menatap sendu ke arah Danish.
"Ok. Aku pulang dulu. Aku tunggu kabar darimu, Mes." Kata Danish.
Danish mendekat, ia mencium lembut kening Mesya lalu pergi meninggalkan Mesya seorang diri. Mesya hanya bisa menatap kerpergian Danish, menatap punggung danish dari belakang.
"Apa ini sudah benar, ya?" gumam Mesya.
*
__ADS_1
Mesya jenuh, ia ingin keluar dan menenangkan pikiran nya. Sekalian Mesya ingin menemui Rey.
Mesya baru selesai bersiap, ia lalu berpamitan pada Metta. Ia hendak menemui Rey. Metta mendukung Mesya yang ingin bertemu Rey, Metta masih belum tahu jika Mesya akan memutuskan kembali pada Danish. Dalam artian akan menikah dengan Danish.
"Hati-hati di jalan, Mes." kata Metta.
"Ya, Met. Sampai nanti. Doakan saja, Rey mau bantu aku ketemu sama Arga." kata Mesya.
"Ya, aku doakan yang terbaik." jawab Metta.
Mesnya pergi dengan harapan Rey mau membantuya bertemu Arga. Mesya ingin meminta maaf sekali lagi. Ingin mengucapkan kata perpisahan pada Arga.
*
Mesya telah sampai di rumah Rey. Ia menekan bel rumah Rey, dan pintupun dibuka oleh Dea.
Dea manatap Mesya, "Me-mesya ... " sapa Dea.
"Oh, Halo. Maaf. Aku dateng pagi-pagi gini. Rey ada? kalau ada aku mau bicara sebentar." kata Mesya langsung pada Dea tanpa basa-basi.
"Rey? oh, ada. Kamu masuk aja dulu. Aku panggilin Rey dulu. Bentar, ya." kata Dea yang kembali masuk dalam rumah memanggil kekasihnya.
Dea membuka pintu kamar dan memanggil Rey, "Sayang ... " panggil Dea.
Tak mau menunggu, Dea pun menyelinap masuk dalam kamar dan menemui Rey."Ada yang dateng cari kamu. Kamu temuin gih, aku mau buatin minum." kata Dea.
"Siapa? ini masih pagi lho. Arga?" tebak Rey asal.
"Ngaco kamu. Ngapain juga Arga dateng pagi-pagi gini. Bukan Arga kok. Udahlah, temuin aja dulu. Aku mau ke dapur. Awas aja kamu usir dia, ya." ancam Dea. Dea langsung pergi meninggalkan kamar menuju dapur.
"Hah, ngusir? siapa si yang dateng. Bikin penasaran aja." gumam Rey.
Rey selesai berganti pakaian. Ia begitu penasaran dengan sosok tamu yang datang berkunjung ke rumahnya. Sampai-sampai kekasihnya tersayang mengancam agar tidak mengusir. Rey keluar dari kamar, berjalan menuju ruang tamu.
Betapa terkejutnya Rey, ia melihat Mesya sedang duduk menunduk di ruang tamu rumahnya. Rey hendak berbalik dan pergi, namun sudah keburu terlihat oleh Mesya dan dipanggil oleh Mesya.
"Rey ... " panggil Mesya, berdiri dari duduknya.
"Hah ... " hela napas Rey. Ia pun kembali berbalik dan berjalan mendekati sofa, lalu duduk.
Mesya tersenyum tipis, "Hallo, Rey. Maaf, aku ganggu kamu. Aku ... hm, aku ... sebenernya aku pengen minta tolong sama kamu. Apa boleh?" pinta Mesya.
"Ada apa? kenapa? minta tolong apa?" cecar Rey sembari mengernyitkan dahi.
__ADS_1
"Umh, itu. Sebelumnya aku pengen minta maaf sama kamu. Maaf banget, kalau aku sudah buat kamu kecewa dengan kejadian sebelumnya. Aku juga nggak minta kamu bisa atau mau maafin aku. Tapi tolong, Rey. Bantu aku ketemu Arga buat yang terakhir kalinya. Aku mau ngomong sesuatu sama Arga. Kamu bisa, kan. Tolong bantu aku, Rey. Please ... " mohon Mesya. Mesya menyatukan dua tangannya memohon pada Rey.
"Ya, pasti. Rey akan bantuin kamu." sela Dea. Yang tiba-tiba datang membawa nampan berisi cangkir teh.
"Sayang ... " sentak Rey melebarkan mata ke arah Dea.
Dea menatap Rey dan tersenyum, "Kenapa? Kamu nggak mau bantuin Mesya? kamu ... " kata-kata Dea terpotong oleh Rey yang langsung menariknya pergi dari ruang tamu.
Di dekat meja makan, Rey dan Dea berdebat. Mereka berselisih paham. Dea ingin Rey membantu, tetapi Rey tidak ingin ikut canpur lagi persoalan Arga dan Mesya. Rey tak ingin membuat Arga semakin tersiksa dengan munculnya Mesya.
"Apa kamu udah gila. Apa yang kamu omongin, sayang." kata Rey.
"Apa? salahnya di mana?" tanya Dea.
"Dengerin aku, sayang. Kita udah gak berhak ngurusin ini lagi. Mesya udah bohongin Arga, kamu kan tau gimana Arga akhir-akhir ini. Masa kamu iyain aja apa maunya. Itu sih kamu minta aku buat bunuh sahabatku sendiri." jelas Rey.
"Sayang, kamu salah. Bukan gitu. Coba kamu pikir, Arga jadi kayak orang gak waras 'kan sekarang. Kamu bilang semua karena Mesya. Ok, Mesya emang bohong. Tapi aku bisa liat kalau perempuan itu sayang banget ke Arga. Ini firasatku sebagai perempuan, sayang. Please, kamu tolongin Mesya, ya. Nggak ada salahnya, kan. Toh, Mesya bilang dia cuma mau pamit ke Arga." jelas Dea pada Rey.
Rey masih diam. Ia ragu, apakah ia harus mendengarkan ucapan kekasihnya atau tidak. Melihat Rey yang diam, Dea pun memutar akal. Ia menangkup wajah Rey dengan dua tangan dan langsung mengecup bibir Rey.
Cup ....
Rey tersentak, "Hm, ada maunya aja cium-cium. Nasiblah, punya kesayangan begini." kata Rey.
Dea tersenyum, "Aku tambahin lagi nanti. Tapi bantuin dulu Mesya ketemuan sama Arga, ya. Ok." pinta Dea.
"Ya, ya, ya. Ok. Kenapa si aku nggak bisa nolak kemauanmu. Aku sampai heran." keluh Rey.
"Kalau nolak awas aja. Kita nggak akan ketemu seminggu, eh... sebulan. Nggak-nggak, setaun. Ya, setaun. Mau kamu nggak ketemu aku setaun?" kata Dea mengancam.
"Ya nggak maulah sayang. Maunya kan setiap hari." jawab Rey.
"Ya udah, buruan temuin Mesya. Terus kamu iyain, bilang kalau kamu mau bantu." kata Dea lagi.
"Ya, ya, iyaaaaa ... " jawab Rey.
Pada akhirnya perdebatan Rey dan Dea selesai. Mereka kembali ke ruang tamu. Rey pun menyetujui permintaan Mesya. Dengan catatan tertentu.
"Ok, aku akan bantu kamu. Tapi aku nggak akan tanggung jawab misalnya nanti tiba-tiba Arga kabur waktu liat kamu. Aku juga sebenernya nggak mau terlibat lagi masalah kalian. Karena aku nggak tega liat kamu ya udah, aku bantu kali ini." jelas Rey.
hallo genks,maaf ya kalau up nya nunggu bulan 13 🤣🤣🤣 maklum lah,othornya lagi nyari wangsit,perlu banyak pembenahan,jadi jangan kapok baca Isi Hati ya genks
jangan lupa buat vote,koment,juga like nya krena gak bayar kok,gratisss tiss tissss,di tunggu bab selanjutnya
__ADS_1