
Mesya mencurahkan semua isi hatinya kepada Danish saking kesal dengan apa yang dilakukan Danish.
"Jangan bersandiwara kamu," Rey membentak Mesya. "Perempuan serendah kamu tidak mempunyai cinta!"
"Hey! Sekali lagi kamu menghina dia, kuhabiskan kamu," Danish menjambak kemeja baju Rey.
Rey menariknya.
"Pergi kamu, Rey! Pergi!" Usir Danish
"Kamu yang pergi! Ini bukan rumahmu!" Mesya pun kembali mengeluarkan suaranya. Dan dia mengusir Danish untuk segera meninggalkan rumahnya.
"Biar aku yang pergi," Rey berbalik.
"Rey, tolong jangan ceritakan ini dulu ini pada Arga, biar aku saja yang bicara padanya, aku mohon, Rey," isak Mesya pada Rey.
Tapi Rey tak peduli, apalagi mau mendengarkan, menolehpun tidak. Tangis Mesya pecah, bagaimana dengan cintanya yang baru tumbuh untuk Arga, sebelum mekar cinta itu akan kandas karena rasa kecewa dan sakit yang dia berikan sendiri. Ah, seharusnya ini sudah selesai. Tapi sebelum Meta sempat bertemu dengan Arga dan bicara tentang segalanya, Rey telah memergoki mereka terlebih dahulu.
Hancurlah semuanya, tak ada yang tersisa. Mesya bertekad, bila Danish meminta maaf lalu memperbaiki hubungan mereka seperti semula, Mesya tak mau lagi. Bila ia harus kehilangan Arga, biarlah dia kehilangan Danish juga, dan kehilangan segalanya.
"Mes...," Danish mendekatinya
"Pergi kamu!"
"Kenapa malah kamu yang marah?! Seharusnya aku, gara-gara kamu berterus terang pada Rey tentang kita, Rey jadi tahu semuanya, tapi tak apa, yang penting aku masih punya kamu. Percayalah, kamu lebih berharga dari apa pun."
Mesya memandang wajah Danish, "Sungguh?"
Mesya menemukan ketulusan pada suaranya.
"Aku cinta kamu lebih dari apapun."
"Danish...," Mesya menggeleng. "Aku... "
"Kita lupakan peristiwa tadi, juga tentang Arga, sekarang kita bicara tentang cinta kita."
"Tidak, aku tidak bisa lagi, Dan. Aku... telah jatuh cinta pada Arga.... "
"Mes...."
"Benar, Dan...."
Mata Mesya mulai basah, lalu butiran-butiran bening dari matanya bergulir membasahi pipi mulusnya.
"Ceritanya dengan Reva menggugah hatiku, ketulusan cinta yang dia berikan untukku membuatku tidak bisa mengelak."
"Mes, kamu milikku, kamu tidak boleh mencintai laki-laki manapun."
"Tak seorangpun bisa mencegah hatiku untuk mencintai Arga, tidak juga kamu. Bahkan diriku sendiripun tidak kuasa mencegah dan mengekang rasa yang hadir ini, Dan."
Danish tercenung. Terdiam dalam kebisuannya. Mau marah, ini salahnya, dia yang dulu menyuruh Mesya untuk mendekati Arga. Mau menyetujui rasanya tidak mungkin. Dia sangat mencintai Mesya. Teramat sangat. Dan akhirnya dia cuma bisa diam, memandang Mesya penuh kegalauan.
"Selamat tinggal, Dan."
Danish menyeka wajahnya.
"Aku tahu aku tidak akan diterima oleh Arga, tapi aku juga tidak ingin menerima kamu. Jadi biarlah kita melangkah sendiri-sendiri."
"Kuharap kamu berubah fikiran," ucap Danish sebelum berbalik dan beranjak meninggalkan Mesya dia yakin Mesya sekarang belum bisa berfikir jernih, dan Danish bertekad untuk mencoba membujuk Mesya kembali kepadanya.
Satu-satunya yang kini Mesya lakukan adalah menangis.
*****
__ADS_1
Rey memandang ragu Arga, tak tega rasanya menceritakan kebusukan Mesya dan Danish padanya. Tapi Arga harus tahu. Arga harus segera menyadari tipuan mereka. Dan untuk itu Rey harus bicara.
"Ga...," panggil Rey serak.
"Ya," jawab Arga singkat sambil melirik wajah sahabatnya itu.
"Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan padamu tentang Mesya, " ucap Rey lirih, tapi begitu serius dan sedikit tegang.
"Katakanlah," Arga sedikit penasaran.
"Ga....," Rey kembali ragu
"Katakan saja, Rey. Ada apa?"
"Hmm..., kamu mencintai Mesya?" Rey bertanya. "Sangat mencintainya?"
"Kamu kenapa sih? Katanya mau ngomong, tapi kok malah nanya mulu?"
Rey bingung. Rey takut menyakiti hati Arga. "Begini, Ga... ternyata, ternyata Mesya dan Danish bukan kakak adik. Mereka sepasang kekasih, mereka sengaja menipu kamu karena menginginkan hartamu...."
"Apa?" Arga terkejut mendengar cerita Rey
"Ya..., begitulah, Ga."
Dan Rey pun menceritakan segalanya, juga pertemuannya dengan mereka siang tadi.
***
Arga pun hanya bisa diam dan bermain dengan fikirannya sendiri, dia masih tidak percaya kalau Mesya wanita yang seperti itu, apa ini benar-benar karma buatnya atas apa yang telah dilakukannya dahulu, Arga menjadi kehilangan percaya diri lagi untuk bisa menjalin asmara, hatinya terluka karena perbuatan Mesya. Arga pun segera pergi ke rumah kontrakan Mesya, dia ingin mendengar langsung dari mulut gadis itu.
"Sampai hati kamu melakukan ini padaku! Sampai hati, Mes...," Arga mengguncang bahu Mesya, lalu menyentakkannya hingga Mesya hampir tersandar kedinding.
"Ketika melihat wajah lembutmu yang lugu, aku tergetar, dan berpikir, inilah saatnya aku untuk membuka diri juga bangkit dari masalaluku. Aku juga berpikir inilah saatnya untukku mengakhiri kesendirianku, tapi ternyata aku terjebak oleh wajah lugumu itu," ucap Arga perih, nada suaranya tidak disertai dengan amarah, tapi rasa kecewa yang sangat dalam. "Kenapa kamu lakukan ini, Mes? Padahal kamu tahu kan dari Rey tentang aku, bagaimana terpuruknya aku, disaat aku mulai bangkit kamu justru menjatuhkanku lagi," mata Arga mulai merah menahan sebak, dia tidak ingin terlihat lemah di depan wanita yang telah menipunya ini
"Mungkin ini hukuman untuk dosaku, baiklah aku akan terima, tapi kenapa harus kamu, Mes. Yang melakukannya, kenapa harus gadis sepolos kamu?"
"Aku... Maafkan aku, Ga."
"Tidak perlu minta maaf, bukan itu yang aku perlukan saat ini. Aku hanya ingin kamu tahu, kalau sakit hatiku karena perbuatanmu ini sulit untuk sembuh, dan akan sulit bagiku untuk mempercayai gadis lain. Apa yang kamu lakukan padaku, sama artinya dengan kamu menguburku hidup-hidup."
Separah itu? Mesya mengeluh pedih
"Tapi, Ga. Percayalah aku, aku benar-benar jatuh cinta padamu. Aku tidak menipumu, itu cuma rencana Danish," Mesya berusaha meyakinkan Arga.
"Sulit dipercaya, kamu dan Danish pasti sudah mengatur semua rencanakan ini untuk menipuku.
"Danish yang mengaturnya, aku berusaha menolak tapi aku nggak bisa. Saat itu aku begitu mencintai Danish, dan ingin melakukan apa saja untuk membuktikan cintaku padanya. Tapi setelah aku bertemu kamu, ada yang berbeda, kamu membuatku penasaran dengan sikap dinginmu. Dan ketika kamu menolong aku malam itu, aku begitu terkesan. Ketika kita bertemu dan bertemu lagi, aku merasakan sesuatu yang tidak kurasakan dan kuperoleh lagi dari Danish. Aku sadar, kalau aku sudah jatuh cinta padamu. Lalu kujauhi Danish dengan cara tinggal disini, itu agar aku juga bisa lepas dari cengkeraman Danish."
"Apapun yang kamu ceritakan, sambil menangis sekalipun atau meraung-raung pun, itu tidak akan membuatku percaya lagi padamu, Mes. Biar bagaimanapun, kamu dan dia pernah punya rencana untuk menipuku, dan itu sulit untuk aku maafkan."
"Tidak apa-apa. Aku mengerti perasaanmu, seandainya aku di posisimu, kemungkinan aku akan bersikap sama," sahut Mesya pedih.
Arga memandang wajah cantik Mesya sekali lagi sebelum pergi, hatinya benar-benar terluka.
"Arga.... "
"Tak ada lagi yang perlu kita bicarakan."
"Tapi aku hanya ingin kamu tahu, aku mencintaimu dan itu tidak bohong," isak Mesya pedih
"Itu tak ada gunanya lagi buatku," sahut Arga dingin
Mesya hanya bisa diam mematung, membisu dalam hati tanpa bisa melukiskan bagaimana perasaannya saat ini. Lalu dengan lemas ia terduduk di sofa, dan terisak pilu, mengingat kisah cintanya yang baru saja dimulai tetapi sudah kandas ditengah jalan akibat ketidakberdayaannya menolak semua rencana Danish.
__ADS_1
***
Mesya terisak dalam pelukan sahabatnya Meta. Dia menangis pilu.
"Sudahlah, kuatkan hatimu, anggap saja peristiwa ini sebagai jalan bagimu untuk bisa lepas dari Danish."
Ya, Meta benar, karena kini ia tidak merasa terikat lagi dalam perasaan yang dalam lagi kepada Danish yang selama ini mengikat nya erat dan dia juga bisa lepas dari rasa cintanya yang menggebu pada cowok itu.
"Tapi bagaimana dengan Arga?" isak Mesya. "Aku tidak peduli dengan kebenciannya padaku, dan aku juga tidak peduli apa dia mau memaafkanku atau tidak, yang aku takutkan bagaimana kalau dia kembali menutup diri dari cinta?"
"Arga juga tidak bisa begitu, kamu harus mencoba sekali lagi, Mes. Yakinkan dia kalau kamu benar-benar mencintainya dengan tulus. Bangkitkan kembali semangat hidup Arga, biar bagaimanapun, kamu punya peranan penting dalam hidupnya sekarang ini."
Mesya melepaskan pelukannya. "Kamu yakin aku akan bisa, Met?"
"Coba saja, Mes."
Mesya terdiam.
"Jangan ragu, kamu mencintainya, kan?"
"Ya, aku mencintainya, sangat mencintainya."
Karena akupun tahu betapa ia tulus mencintaiku, lebih dari Danish, lebih dari siapapun."
"Dan semoga Tuhan memilihkan dia untukmu
"Kalau saja iya, aku sangat bersyukur, Met, dan aku akan berjanji untuk menjaga tulusnya cinta kami, tapi bisa nggak ya, Met?"
"Berdoa saja."
"Arga...," Mesya menyebut nama lelaki itu dalam hatinya. Betapa indah mengenang kebersamaan mereka dulu. Ketulusannya begitu mengesankan. Mesya bukan saja merasa diistimewakan dan dicintai, tapi juga merasa sangat dijaga dan dilindungi.
"Urusanmu dengan Danish sudah selesai.
Mesya menggeleng gelisah.
" Sudahlah, lupakan yang pernah dia lakukan padamu. Biarpun dia telah mengambil kesucianmu itu, tak perlu dia juga yang menikahimu. Kukira Arga pun akan menerima keadaanmu, bukankah dia juga pernah melakukannya dengan gadisnya yang dulu? "
"Aku tidak memikirkan itu, Met. Aku juga menganggapnya itu adalah masalalu yang harus kami kubur dalam-dalam. Tapi Arga, masih adakah maaf dia untukku? Bisakah dia menerima aku kembali? Dan bagaimana cara aku untuk meyakinkan dia kalau aku benar-benar sangat mencintainya?"
"Datanglah padanya, katakan apa yang ada dalam hatimu, ungkapkan dengan jujur."
"Kenapa aku bernasib seperti ini ya, Met?"
"Jangan sesali nasib, dan jangan hanya mengeluh. Tapi berusahalah. Lagipula apa yang kamu alami ini belum seberapa."
"Belum seberapa? Aku sudah tidak perawan padahal belum pernah menikah, aku juga telah menghancurkan masa depan orang yang kucintai dengan cara menipunya. Masa depanku sendiri pun, aku pikir tak kalah suramnya. Aku tak yakin akan ada laki-laki yang mau menerima keadaanku yang seperti ini. Tadinya sempat kugantungkan harapan ku pada Arga, pernah aku tanyakan padanya bagaimana kalau dia bertemu gadis yang sudah tidak suci lagi? Lalu jawabnya, kalau memang gadis itu jujur dan baik, aku akan menerima. Dan aku yakin dia mau menerima keadaanku, tapi aku bukan gadis yang baik apalagi jujur...."
"Jangan putus asa, Mes. Yakinlah kalau kamu akan menemukan masa depan yang cerah kelak."
"Rasanya aku ingin memperingatkan semua gadis, agar selalu menjaga dirinya hingga tak mengalami nasib yang sama seperti aku. Andai aku bisa utuh, aku pasti tak akan merasa terikat pada Danish hingga tidak akan mau melakukan rencana- rencana gilanya."
Meta membelai tangan sahabatnya, berusaha untuk menenangkan.
"Sudahlah, sekarang kamu istirahat, ya? Dan tenangkan pikiranmu."
***
Hai guys, maaf ya kalau othor tergaje dan termanis kayak kismis ini baru bisa up🤭dikarenakan mood hati yang selalu berubah-ubah🤦♂️🤣(canda deng)
Makasih ya guys selalu stay buat baca karyaku "Isi Hati" yang gak tahu Isi hati nya kayak apa🤦♂️🤣
Do'akan othor sehat selalu, moodnya selalu stabil,, biar bisa lancar up nya💃💃bubaii guys🐥
__ADS_1