Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 17


__ADS_3

Arga merasa lega setelah menceritakan semua kesedihannya pada Mesya yang selama ini hanya dia simpan sendiri. Mesya adalah orang pertama yang mendengar cerita Arga. Arga tidak pernah menceritakan kepada siapapun kesedihannya itu.


Setelah selesai bercerita, Arga mengajak Mesya pulang. Arga merasa tidak enak jika ia harus memulangkan Mesya larut malam. Bagaimanapun Mesya adalah wanita, tidak baik bagi wanita pulang larut malam, bukan? Ia juga tidak ingin dicap sebagai pria yang buruk.


"Mes, ayo pulang," ajak Arga, "Gak enak sama Kakakmu, Danish. Nanti aku dituduh yang macam-macam lagi," imbuh Arga tidak ingin Danish berprasangka buruk.


"Ya, ini sudah malam, Ga. Ayo," jawab Mesya tersenyum kaku.


Mesya sedih, betapa baik hati pria yang ada dihadapannya itu. Bagaimana dia tau cara menghargai seorang wanita. Bahkan ia bisa menghargai perasaan orang lain, perasaan Danish yang memang dikira Arga adalah Kakak dari Mesya.


"Kamu begitu memikirkan Danish. Tapi Danishlah yang mendorongku ke dalam pelukanmu, Ga. Aku yakin dia tidak akan peduli padaku mau pulang kapan saja, dia tau aku bersamamu. Itu saja sudah membuatnya kegirangan," batin Mesya tersenyum kecut.


Arga dan Mesya sudah ada di dalam mobil. Melihat Mesya melamun, Arga pun memanggil Mesya dengan suara lembut.


"Mes, kamu kenapa? Lagi mikirin apa?" tanya Arga.


"Ah, itu. Aku..., aku..., ah hahaha...," kaget Mesya, ia tidak tahu harus beralasan apa. Ia pun hanya bisa tertawa menutupi rasa kagetnya.


"Aku, aku, aku kenapa? Bicaramu kenapa gagap gitu, Mes?" tanya Arga sedikit curiga, Arga cemas jika Mesya merasa tidak nyaman berada disisinya.


Pikiran Arga sudah berlarian, ia merasa Mesya hanya diam saja tanpa biacara dan ekspresi setelah mendengar ceritanya. Arga pun memberanikan diri bertanya apda Mesya, ia juga berusaha meyakinkan Mesya akan ucapannya.


"Mesya, kamu tidak akan pergi menjauh dariku, kan? setelah apa yang kamu dengar tadi? aku memang pria brengsek yang tidak berguna. Aku pengecut, Mes. Tapi itu dulu, sekarang aku akan buktikan padamu. Jika aku sungguh-sungguh. Aku tidak akan menyakiti wanita lagi, terutama kamu. Karena aku menyukaimu," jelas Arga panjang lebar berusaha menyakinkan Mesya.


Deg..., deg..., deg....


Jantung Mesya berdegup kencang. Saat berusaha menjelaskan Arga menggenggam erat jemarinya. Suhu hangat dari jemari Arga bisa dirasakan Mesya. Mesya semakin sedih, ia sangat merasa bersalah. Ingin rasanya Mesya mengurngkan niatannya untuk terus membohongi Arga. Namun, ia tidak bisa lakukan itu. Bibirnya seakan direkatkan oleh lem, ia tidak bisa membongkar kebusukannya dan Danish.


"Ga," panggil Mesya lembut menatap Arga.


"Ya, mes? ada apa? kamu percaya padaku, kan?" tanya Arga membalas tatapan mata Mesya.


Mesya tersenyum paksa, "Aku sangat percaya padamu, Ga. Aku yakin dengan apa yang kamu katakan. Tapi, boleh aku bertanya juga?" jawab Mesya.


"Ya, tanyakam saja, Mes. Apa yang ingin kamu tanyakan?" tanya Arga. Masih dengan posisi sama, menatap lekat mata Mesya.


"Apa kamu juga percaya padaku? maksudku, kita kan baru saja kenal belum lama. Dan kamu belum tahu benar aku seperti apa. Apa kamu...," kata-kata Mesya terpotong oleh Arga. Arga seakan tahu apa yang dicemaskan oleh wanita dihadapannya itu.


"Aku tidak mempermasalahkan itu, Mes. Apapun keburukanmu dimasa lalu, bagaimanapun masa lalumu. Atau apapun yang berkaitan dengan hal-hal dimasa lalu. Aku bisa terima itu semua. Aku cuma mau kamu bisa jujur kepadaku, Mes. Jangan pernah membohongiku dan membuatku harus terpaksa membencimu. Ok?" jawab Arga tanpa ragu.


Mesya menunduk. Ia kembali merasa ditampar oleh Arga. Kata-kata Arga penuh keyakinan, membuat Mesya semakin malu akan diri sendiri. Ia telah salah mengikuti perintah Danish. Sepertinya Mesya sadar, jika kelak saat semuanya terbongkar. Ia harua siap dibenci oleh Arga. Mungkin lebih tepatnya siap mendapat balasan karena sudah membohongi Arga.


"Ok," jawab Mesya lirih.


Arga mengusap kepala Mesya. Ia tersenyum lebar. Rasanya lega bisa mengutarakan semuanya. Kini tidak ada lagi rahasia yang ia tutupi kepada Mesya. Yang selanjutnya harus dilakukan adalah, menjaga, melindungi, dan membahagiakan Mesya.


Arga mengemudikan mobilnya. Ia dan Mesya sedang dalam perjalanan kembali. Arga langsung mengatar Mesya untuk kembali pulang ke rumah kontrakan yang ditinggali Mesya dan Danish.


***

__ADS_1


Sementara itu dirumah kontrakan Mesya dan Danish. Danish tersenyum lembut pada Mesya yang sedang duduk melamun di kamarnya, ketika ia baru saja pulang bekerja.


"Gimana? ok acara jalan-jalan ke pantainya?" tanya Danish pada Mesya.


"Ahh, Danish. Harusnya kamu cemburu, aku melupakanmu tadi, aku menikmati kebersamaanku dengan Arga," Mesya bicara dalam hati


"Eh, kok malah diam?" tegur Danish lagi.


"Aku tidak bisa mendapatkan uang darinya," jawab Mesya datar


"Tentu saja tidak secepat itu, sayang. Masih banyak waktu, kok. Kamu tenang saja," jawab Danish sambil tersenyum.


Mesya tertunduk, malas rasanya melihat lama-lama wajah Danish yang dulu sangat dikaguminya itu. Kenapa harus uang yang kini memenuhi kepalanya.


"Dia sudah jatuh, kan?"


"Jatuh?" ulang Mesya tidak mengerti maksud perkataan Danish.


"Ya. Jatuh? Kamu sudah berhasil menaklukkan hatinya dan membuat Arga jatuh cinta padamu, kan, Mes?" jelas Danish.


"Ya," Mesya hanya menjawab singkat.


Danish tertawa mendengar jawaban Mesya. Sedangkan Mesya hanya diam menatapi Danish.


"Tuhan. Tidak kah ia curiga? Atau dia terlalu percaya diri hingga menganggap dirinya lelaki paling tampan di Dunia ini? Bagaimana dulu aku bisa begitu tergila-gila padanya?" Batin Mesya.


"Dia sangat baik, Dan."


"Kamu selalu bicara tentang itu. Laki-laki kalau sudah cinta memang akan menjadi baik untuk pasangannya," sahut Danish membenarkan ucapan Mesya.


" Ya, aku tahu itu. Tapi apa kamu tidak khawatir aku tergugah akan kebaikan dan ketulusannya?" tanya Mesya, ingin tahu perasaan Danish.


"Tidak. Karena aku tahu dan percaya kalau kamu setia padaku," jawab Danish dengan penuh percaya diri.


"Tapi kamu juga tahu. Hati ku lemah, rapuh, dan mudah tergoda," jelas Mesya mengungkapkan perasaanya.


"Tapi gunung es itu tidak bisa menghangatkanmu seperti aku, kan?" jawab Danish meraih tubuh Mesya. Mesya menepisnya langsung saat Danish berusaha memeluknya.


"Kenapa?" tanya Danish menyernyitkan dahinya menatap Mesya.


"Kamu tahu kenapa Arga menjadi sedingin itu pada wanita, dan memilih hidup menyendiri selama bertahun-tahun?"


"Karena dia memang dingin," jawab Danish asal menebak.


"Bukan itu Danish. Tapi karena kekasihnya meninggal akibat melakukan aborsi. Karena kekasihnya itu hamil sebelum mereka menikah, dan saat itu mereka masih sama-sama kuliah. Arga sendiri yang cerita padaku," jelas Mesya kepada Danish.


"Maksudmu?" tanya Danish bingung dan tidak mengerti apa maksud dari Mesya.


"Arga menghamili Reva, tapi tidak mau bertanggung jawab bahkan menyuruh Reva untuk menggugurkan bayi mereka. Dan akibatnya Reva meninggal. Reva itu kekasih Arga yang dulu," sambung Mesya menjelaskan.

__ADS_1


Danish nampak kaget, tapi setelah itu wajahnya kembali seperti biasa. Sedangkan Mesya masih merasakan bagaimana kesedihan Arga saat menceritakan kisahnya itu.


"Jika aku hamil, kamu pun akan menyuruhku untuk menggugurkannya, kan? Atau mungkin yang paling parah kamu meninggalkanku sendirian dalam kondisi yang terpuruk dan lari dari tanggung jawabmu."


"Kamu pikir aku sekejam itu?" jawab Danish sedikit kesal.


"Kamu malah lebih kejam," ucap Mesya yang juga merasa kesal mengingat kelakuan Danish selama ini.


"Aku mencintaimu," kata Danish meraih jemari Mesya.


"Tapi mengajakku tinggal bersamamu tanpa menikahiku terlebih dahulu, itu namanya bukannya cinta, tapi nafsu, Dan!" sentak Mesya mulai tidak tahan.


"Mes...," panggil Danish.


"Dengar, Dan. Arga menyesali kebodohannya yang dulu, menyesali dosa-dosanya. Dan selama bertahun-tahun dia tersiksa oleh rasa bersalah yang telah menjeratnya. Kamu tahu apa janjinya sekarang? Tidak akan ia jamah kekasihnya yang sekarang sampai ia menikahi gadis itu. Dan kekasihnya kini adalah aku, wanita yang kamu lempar ke laki-laki lain hanya untuk meraup hartanya!" Ungkap Mesya menatap tajam ke arah Danish.


"Karena cintanya, menciumku pun dia tidak ingin, karena dia bilang ciuman pun bisa mengundang ke arah yang lebih buruk...," sambung Mesya lagi. Ucapan Mesya membuat Danish terdiam.


"Begitu tulus cintanya padaku, Dan."


"Tapi tak terpikir oleh mu untuk membalas perasaannya, kan?" tanya Danish mulai cemas.


"Itu tergantung kamu, Dan. Semuanya bisa saja terjadi," jawab Mesya.


"Aku?" tanya Danish.


" Ya. Kamu. Kalau kamu bisa lebih baik darinya, aku hanya akan mencintaimu, tapi...," kata-kata Mesya terpotong Oleh Danish.


"Tidak. Tak perlu ada kata tapi. Kamu milikku, hanya milikku. Kamu hanya boleh mencintaiku," sela Danish memandang lekat wajah Mesya.


"Aku ragu...," bisik Mesya hanya dalam hati.


Mesya benar-benar terkesan dengan cara Arga memperlakukannya yang jauh lebih baik daripada Danish.


Bersama Arga Mesya merasa lebih berarti, dihargai serta dihormati sebagai seorang wanita. Sosok Arga adalah seorang laki-laki yang sangat diimpikannya. Dia melakukan kesalahan dan menghukum dirinya sendiri juga berjanji tidak akan pernah mengulangi kesalahan yang sama. Tetapi kenapa ia malah kenal Danish lebih dulu, dan kenapa ia harus jatuh cinta kepada Danish? Rasa penyesalan mualai menghampiri Mesya.


Rasanya ia ingin segera bertemu Meta sahabatnya, dan menceritakan semua tentang Arga padanya.


"Ah, Arga. Mestinya dari dulu aku kenal kamu. Mestinya tak pernah ada Danish dalam kehidupanku," batin Mesya.


Rasanya, Mesya ia ingin selalu bersama Arga, dan lepas dari Danish. Tapi bagaimana caranya? Danish telah mengikatnya. Danish telah membelenggunya, seakan menjeratnya dengan tali hingga Mesya sulit pergi dan berlari. Mesya kini benar-benar telah terperangkap.


\*\*\*


Hallo, maaf semuanya. Author baru bisa update setelah sekian lama menghilang. Apa ada yang kangen? kangen sama cerita Arga dan Mesya maksudnya. Bukan sama Authornya, ya. Authornya jangan dikangenin. Nanti susah buat dilupain lho. Eaaaa~🙃🙃🙃🙃🙃


Sampai disini dulu episode untuk hari ini. Kalau author nggak mager bakalam ngetik lagi. Doain aja biar authornya banyak inspirasi dan banyak ngayalnya jadi lancar nulis sampai berbab-bab. Dalam mimpi tapi~~~🤭🤭🤭🤭🤭


🐥

__ADS_1


__ADS_2