Isi Hati

Isi Hati
Isi Hati ep 8


__ADS_3

"Makasih ya, Rey!"teriak Arga seraya meluncurkan mobilnya.


" Anak orang kaya ya, Roy?Mobilnya bagus ucap Danish setelah Arga jauh meninggalkan mereka


Arga adalah seorang pemuda yang ramah dan juga baik hati,dia memang terlahir dari keluarga yang kaya, tapi dengan harta yang berlimpah itu dia tidak ingin bermanja dan bermalasan hanya dengan menghabiskan harta keluarganya.


Arga mempunyai perusahaan sendiri, dia tidak ingin bernaung di perusahaan papanya, tidak diragukan lagi setiap bisnis yang dipegang oleh Arga selalu sukses dan berhasil.


"Ya, kaya sekali." Dia juga tidak melupakan temannya padahal sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya, aku juga tidak menyangka dia akan mau menginvestasikan dananya pada perusahaanku yang kecil ini,"terang Rey bahagia.


"Belum menikah kan dia?" tanya Danish lagi.


"Menikah? Apalagi menikah, punya pacar saja tidak."


"Kenapa?


" Pacarnya meninggal hampir tiga tahun yang lalu, dan sejak saat itu ia menutup diri dari gadis manapun, padahal orang tuanya sudah ingin melihatnya punya pacar lagi. Sekarang mereka malah cemas Arga tidak bisa jatuh cinta lagi. Padahal sangat disayangkan.


Mereka juga berpikir, untuk apa kekayaan mereka bila anak tunggal mereka tidak akan bisa memberikan mereka seorang cucu."


Tiba-tiba saja Danish mempunyai ide jahat, dia ingin memanfaatkan Arga dengan menggunakan Mesya.


Mesya kan cantik, pasti tidak akan sulit menjeratnya. Tapi seandainya memang sulit, kalau Mesya bisa menjeratnya dan mampu menyerang dengan gencar dan penuh kesabaran, hatinya pasti luluh juga. Dan dengan kehangatan Mesya dan kemesraan Mesya, hatinya yang beku bagai gunung es itu pasti akan mencair. Dan kalau sudah begitu, uangnya pasti akan mengalir untuk Mesya. Begitu rapi dan juga licik strategi Danish untuk memanfaatkan Arga.


"Hmm...,"kamu setuju tidak kalau aku mempertemukan Arga dengan adikku.?


" Kamu punya adik?


"Ya,"angguk Danish. Tidak sulit membohongi Rey. Rey kan tidak tahu banyak tentang Danish. Dia kenal Danish saja dari adik temannya Om Pram. Dan dia bekerja di perusahaan kecil milik Rey ini karena Om Pram.


" Cantik?


"Menurutku cantik. Namanya Mesya. Dia lembut dan sabar, siapa tahu Arga bisa tertarik padanya."


"Coba saja," kata Rey tak terlalu menanggapi."Soalnya, gadis cantik kan nggak cuma Mesya, yang jauh lebih cantik pun sudah antri, tapi tak pernah di gubris oleh Arga."


"Jangan meremehkan, kamu kan belum lihat Mesya," kata Danish agak tersinggung dengan cara bicara Rey tadi.


"Aku tidak meremehkan adikmu. Aku hanya ragu apa Arga akan terpesona, soalnya dia sangat dingin pada gadis manapun."


"Tapi apa salahnya mencoba, kan?"


"Kenapa sih kamu ingin mempromosikan adikmu? Pengen punya ipar kaya, ya?"


"Bukan gitu, sih, kasihan Arga. Tapi kalau aku kepengen adikku punya cowok orang kaya juga boleh, kan? Hitung-hitung merubah nasib."


"Boleh, sekalian menguci sebesar apa pesona adikmu."


Danish tersenyum. " Tapi kenalkan dulu Mesya padanya, ya."


"Boleh, deh. Kapan? Tapi aku dulu kenalin, ya? Dan kalau aku yang tertarik, untukku saja, ya?"


"Ngaco, terus Dea yang sering kesini itu mau kamu ke manakan?"


"Rey tertawa....


" Nanti malam kamu kutunggu di kontrakanku, deh."


"Adikmu ada disana?"


"Ya, dia tinggal bersamaku, soalnya dia bekerja disini juga."


"Ya, deh."


***


Setelah perbincangan Danish dan Rey, juga rencana jahat Danish dia berniat ingin membahasnya juga dengan Mesya.


"Kamu ingin kita segera menikah, kan?" kata-kata itu yang terlontar dari mulut Danish ketika dia pulang kerja. Tentu saja Mesya terkejut dan tak menyangka. Biasanya, Danish marah sekali bila Mesya bicara tentang pernikahan, tapi kenapa sekarang dia yang malah memulai?


"Sudah punya uang, ya? Atau sudah mulai berpikir untuk mengubah kehidupan kita supaya lebih baik?"


"Yang kedua."


"Maksudmu?"

__ADS_1


"Aku mulai berpikir untuk mengubah hidup kita supaya lebih baik."


"Oh, Dan....


" Kamu baik sekali...,"tanpa meminta Danish menjelaskan dulu masalahnya, ia langsung memeluk Danish.


"Dengarkan dulu, aku punya rencana bagus untuk masa depan kita," Danish melepaskan pelukan Mesya. Lalu dibawanya ketempat tidur dan duduk berhadapan disana.


Mesya yang tadi sempat melonjak bahagia ini menjadi bingung.


"Begini, Mes, Rey punya sahabat cowok, nggak keren sih. Tapi yang pasti, dia kaya. Tapi dingin terhadap cewek."


"Apa hubungannya dengan kita?"tanya Mesya tak mengerti.


" Begini, untuk menikah kita butuh banyak uang. Dan hasil kerja kita berdua, rasanya tak pernah cukup.


Kamu setiap bulan harus mengirimkan uangmu kerumah untuk biaya sekolah adikmu dan membantu meringankan beban keluargamu. Sedang aku? Uang ku hanya cukup buat makan, bayar kontrakan saja harus dibantu kamu. Jadi bagaimana kita punya uang?"


"Lalu" Kamu menyuruh aku pergi darimu dan menikah dengan temanmu Rey itu?"


"Bukan begitu, tapi...."


"Tapi apa?" Mesya mulai marah


"Mes...," kamu dekati dia, ya? Dia punya banyak uang...."


"Apa maksudmu? Kamu suruh aku merayu dia. Aku bukan tipe perempuan macam begitu!" teriak Mesya


"Aku kan belum selesai bicara, Mes...."


Mesya berdiri


"Mes...," Danish meraih tubuhnya untuk kembali duduk.


Mesya membanting pan**tnya ke kasur.


"Begini, Mes, kamu dekati Arga, pura-pura jatuh cinta, dan buat juga dia jatuh cinta padamu. Rey bilang dia sudah lama menyendiri. Bisa kubayangkan, bila dia bisa jatuh cinta lagi, maka dia akan mencintaimu dengan tulus, dan akan memberimu apa saja. Jadi mintalah apa saja darinya. Setelah kamu mendapatkan uang darinya, kita menikah. Atau bila perlu, dia menikahimu dulu, supaya kamu memperoleh hartanya lebih banyak lagi."


"Gila kamu! Aku tidak bisa, aku bukan tipe cewek seperti itu,"kata Mesya kecewa."


"Keadaan kita sangat mendesak, Mes. Belum tentu aku dapat pekerjaan dalam setahun ini, padahal aku tidak ingin kita memiliki kehidupan yang tidak berkecukupan selamanya, apalagi bila kita menikah dan punya anak. Apa kamu ingin anak kita lahir dan juga besar dalam lingkungan seperti ini?


Kita tinggal di lingkungan yang hampir disebut kumuh, Mes, dan aku tidak ingin anak kita nanti tumbuh dalam kondisi seperti ini," terang Danish panjang lebar."


"Dimanapun tidak apa-apa, Dan, asalkan kita menikah dengan sah."


"Tidak. Aku butuh kehidupan yang lebih baik."


"Kamu kan punya Om yang lumayan berhasil. Jadi minta tolong saja padanya."


"Nggak bisa. Di tempat nya bekerja sudah tidak membutuhkan lagi pegawai. Semua lowongan sudah terisi."


"Lalu kamu manfaatkan aku?"


"Mes, kamu mencintaiku, kan?"


"Untuk apa kamu tanyakan itu? Aku telah membuktikannya, kan? Bahkan telah aku korbankan semuanya untukmu. Telah kuserahkan seluruh hidupku."


"Tapi aku masih ingin bukti lagi. Satu saja, kuminta dengan sangat, dekati Arga...."


"Kenapa harus begitu? Kenapa kau tak suruh aku yang lain?"


"Nggak ada cara lain lagi, Mes, cuma ini cara satu-satunya. Aku tidak mungkin menyuruhmu merampok, atau melakukan hal lain yang sama buruknya meski akan mendapatkan uang banyak. Aku cuma minta kamu menjadi pacar Arga demi uangnya. Cuma pacar, kamu tetap menjaga dirimu sebagai seorang gadis baik. Kalau cuma sekedar ciuman tidak apa-apa asal jangan kamu libatkan perasaanmu. Berperan lah seperti seorang pemain sandiwara. Kamu cuma pura-pura mencintainya."


"Ok aku mau, mudah-mudahan saja aku bisa benar-benar jatuh cinta padanya...," ujar Mesya dingin.


"Itu tidak boleh terjadi, Mes," jawab Danish gemas.


"Kenapa tidak?katamu Arga kaya, jadi kenapa aku tidak boleh jatuh cinta?" Mesya sengaja bicara seperti itu supaya Danish menarik kembali rencana gilanya.


"Bila itu terjadi, jangan harap kamu bisa menikmati hidupmu."


"Sekarangpun aku tidak bisa menikmati hidupku," jawab Mesya


"Mesya, kerencanakan ini bukan untuk merusak hidupmu, justru sebaliknya, kita perbaiki hidup kita. Ayolah, Mes. Kamu cuma mengejarnya, menjadikannya pacarmu, lalu mendapatkan uangnya."

__ADS_1


"Itu tidak mungkin, aku tidak bisa. Jangan-jangan, aku malah akan jatuh cinta padanya, karena bisa saja dia lebih baik darimu."


"Tidak, kamu tidak akan jatuh cinta pada laki-laki manapun, apalagi dia jelek."


"Sejelek apa?"


"Pokoknya tidak akan menbuatmu jatuh cinta padanya."


"Makanya aku tidak khawatir memintamu mendekatinya."


"Tapi bisa saja itu terjadi, kan? Cinta kan tidak selalu datang dari ketampanan seseorang. Dan kalau Arga baik, aku bisa saja jatuh cinta padanya, kan?"


"Coba saja kalau kau berani mengkhianatiku. Asal kau tahu saja, sejak aku kenal kamu, tak pernah ada gadis lain dihatiku."


"Sungguh," tanya Mesya


"Sungguh, Mes, aku tidak pernah melirik wanita lain, selain kamu."


Dan Danish memang tidak berbohong. Sejak ia kenal Mesya, dia hanya mencintai Mesya. Sayangnya ia berbuat salah, membiarkan Mesya dalam keraguan dan ketidakpastian karena tak wajarnya kebersamaan mereka sekarang.


"Aku percaya," bisik Mesya lembut


"Dan mau menuruti keinginanku, kan?"


"Mungkin inilah kelemahanku, tak pernah bisa menolak apapun maumu," ucap Mesya.


"Ah, Mes...," diraihnya tubuh mesya. Kamu benar-benar bidadari...."


Bidadari itu berkelebihan untuk Mesya yang malang, dan semoga bidadari ini juga bisa lepas dari pesona laki-laki seperti Danish,"keluh hati Mesya sedih.


"Kapan aku mulai, Dan?" tanya Mesya dalam dekapan Danish.


"Kita kerumah Rey malam ini, ya?"


"Apa Rey membiarkan begitu saja sahabatnya dibohongi?"


"Rey tidak tahu rencana kita. Rey tahunya, aku melibatkanmu untuk menaklukan hati keras Arga."


"Dia tidak bertanya-tanya untuk apa kamu lakukan itu?" Mesya melepaskan pelukan Danish dan kembali duduk tegak dihadapannya.


"Tentu saja dia nanya, dan kubilang dengan nada bercanda, kalau aku ingin punya menantu kaya padahal kita juga mau menguras hartanya Arga, mereka kan tahunya kita kakak adik. Padahal kita sepasang kekasih, malah sudah tinggal bersama."


"Konyol, bagaimana kalau dia curiga?seharusnya kamu katakan saja padanya kalau kamu ingin menguji kegigihan hati Arga, dan juga membantu keluarga Arga untuk membuat anak mereka bisa merasakan jatuh cinta lagi," sesal Mesya


"Tapi aku menyatakannya kan dengan nada bercanda, Mes."


"Tapi tetap mencurigakan, Dan."


"Nggak apa-apa deh, biar nanti aku jelaskan lagi sama Rey."


"Sudah, dong. Bagaimana kalau belum apa-apa dia sudah menganggap aku sebagai cewek yang materialistis?"


"Nggak mungkin, Rey pasti tidak akan cerita macam-macam pada Arga, karena dia sendiripun ingin melihat Arga melupakan masa lalunya dan mencintai seorang gadis untuk menggatikannya."


"Tapi kalau gadis itu datang dengan tujuan untuk merebut uangnya, Rey pasti tidak akan membiarkan itu.


" Kalaupun sekarang Rey berpikiran seperti itu, ia pasti akan berubah setelah melihat betapa sederhananya kamu."


Mesya benar-benar tidak menyangka rencana Danish benar-benar begitu rapi untuk meraup harta Arga, dan Mesya tidak bisa menolak sedikit pun, walaupun hatinya benar-benar ingin berteriak kalau dia tidak ingin melakukannya.


"Ok, kita coba, tapi kalau aku gagal kamu tidak akan membenciku, kan? Dan juga tidak akan menggagalkan rencana kita untuk menikah?"


"Danish menggeleng.


" Tidak, Mes."


"Benar, ya?"


"Iya, aku janji sayang."


Mesya hanya bisa tersenyum hambar.


 


\*

__ADS_1


 


__ADS_2