Istri Jelek Tuan Playboy

Istri Jelek Tuan Playboy
Chapter 42 - Perfeksionis


__ADS_3

"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah menganggap gadis jelek ini sebagai istriku..Dia hanya musibah dalam hidupku saat ini..Mengikuti aturan konyol yang dilakukan pak tua itu..Apa kau paham??"Ujar Leon dengan nada tajam


Sesaat Kanza yang tadinya hanya memejamkan matanya sejenak,mendengar semua ucapan Leon.Dan jelas menyakiti perasaan Kanza saat ini


Namun Kanza hanya bisa menahan dirinya dengan diam dan membiarkan Leon menghina dirinya


"Kata katamu kejam sekali bos..Jika kau tidak mau menganggapnya sebagai istriku,setidaknya kau hargai saja dia sebagai seorang wanita..Seorang wanita memiliki perasaan yang mudah rapuh..Dan jangan menyakiti perasaannya dengan kata kata kejam mu itu..Dia kan juga tidak tahu apa apa,dan tidak menginginkan pernikahan kalian terjadi."Jelas Gerry menasehati Leon


"Persetan dengan semua itu..Bagiku dia bukan manusia,tapi mahluk yang sangat jelek yang seharusnya tidak hidup didunia ini.."Sahut Leon dengan kata kata tajam nya lagi dan sinis


"Sudahlah,jangan diteruskan lagi..Kata katamu semakin mengerikan..Ck.."Ujar Gerry memilih mengakhiri obrolan mereka


Dan kembali melirik Kanza yang dia pikir masih tertidur


Untung dia dalam keadaan tidur..Kuharap dia tidak dengar dengan semua ucapan bos gila ini..Batin Gerry merasa kasihan pada Kanza

__ADS_1


Sementara Kanza yang mendengar semua obrolan mereka,hanya bisa bersabar dan menerima semua ucapan Leon yang begitu tajam dan menyakitkan


Sesampainya di apartemen,Leon bergegas turun lebih dulu dan berniat akan meninggalkan Gerry dan Kanza yang masih didalam mobil


Gerry yang melihat,langsung terheran


"Hei..Istri mu gimana??Dia masih tertidur??"Panggil Gerry pada Leon yang akan berjalan pergi


"Kau urus saja dia..Aku tidak peduli.."Jawab Leon tanpa menoleh dan lebih dulu masuk kedalam gedung apartemen


Gerry hanya bisa menggelengkan kepalanya


Dan pada akhirnya,Gerry pun terpaksa menggendong tubuh Kanza menuju apartemen Leon


Tiba didepan pintu,Kanza pun tiba tiba terbangun.Saat Gerry akan melangkahkan kakinya memasuki kediaman Leon

__ADS_1


"Eh..Nona Kanza sudah bangun??"Tanya Gerry


Kanza yang menyadari dirinya sedang digendong Gerry,langsung dengan cepatnya meminta turun


"Ma..Maaf..Aku terpaksa menggendong mu,karna kau masih tertidur.."Ujar Gerry menjelaskan


"Oh..Iya,maaf kak..Sudah merepotkan mu.."Sahut Kanza menunduk karna merasa tak enak hati


Sedangkan Leon yang sedang minum air didapur hanya menatap sinis dengan Kanza


"Tidak repot nona Kanza..Nona pasti sudah kelelahan..Ya sudah silakan nona beristirahat..Aku pamit pulang..Bos..Sampai jumpa besok..Bye."Jawab Gerry sambil berpamitan pada Kanza dan Leon


Gerry pun meninggalkan kediaman Leon.Dan sekarang hanya tinggal Kanza dan Leon yang saat ini berada dikediaman Leon


Sesaat Kanza terlihat bingung dan terheran dengan keadaan kediaman Leon.Yang sangat mewah dan luas.Bahkan terlihat tapi dan bersih

__ADS_1


Kanza sedikit takjub melihat situasi kediaman Leon


Apakah seperti ini tempat tinggal dari seorang pemuda gila seperti dia..Sangat bersih dan rapi..Ternyata dia orang yang perfeksionis juga..Batin Kanza sesaat menatap Leon yang masih berada didapur


__ADS_2