
Leon pun meninggalkan club tersebut dan mengendarai mobilnya dengan sangat kencang.Perasaannya begitu marah bercampur aduk dengan rasa jengkel.Mengingat pertengkarannya dengan Kanza dan Gerry yang tak berpihak padanya
Dengan perasaan yang sangat emosi,sesekali ia memukul stir mobilnya.Seolah ia meluapkan emosinya pada stir mobilnya
Namun..
...****************...
Kanza tak menyangka jika dirinya dibawa kembali ke kediaman sang kakek Antonio.Tiba dikediaman kakek,Kanza disambut langsung oleh kakek Antonio
"Kakek."Sahut Kanza
Sang kakek pun langsung memeluk Kanza.Layaknya seorang ayah memeluk anaknya
"Kakek sudah tahu apa yang terjadi padamu..Makanya kakek membawa mu kesini lagi."Jelas kakek
"Bagaimana kakek tahu??Aku kan tidak bicara apa pun??"Tanya Kanza bingung
"Hal itu kau tidak perlu pikirkan..Yang terpenting mulai sekarang kau kembali tinggal disini..Kakek tidak mau melihatmu diperlakukan seperti itu lagi oleh Leon..Sebagai balasannya,Leon akan menanggung semua karna perbuatannya."
__ADS_1
"Tapi kek,aku tidak apa apa..Aku hanya merasa keberatan dengan sikapnya karna membiarkan wanita lain masuk kerumahnya."Ujar Kanza
"Kakek tahu itu..Tapi untuk saat ini lebih baik kau disini dulu..Sampai rencana kakek berhasil membuat bocah itu menyesal.."Ujar kakek Antonio
"Kakek..Saat ini aku justru merasa bersalah..Karna aku tidak bisa menjadi istri yang sempurna untuk cucu kakek..Aku bukan perempuan yang tepat untuk tuan Leon..Apakah lebih baik kami berpisah saja??Kalau kakek menyetujuinya??Aku juga tidak mau membuat hubungan kakek dengan tuan Leon semakin renggang karna aku..Seolah semua ini aku lah penyebabnya.."Ucap Kanza
"Apa kau ingin menyerah sampai disini??Sebelum pertarungan selesai??"Tanya kakek Antonio
Sesaat Kanza tertunduk
"Kakek mohon,tolong bersabar..Ini baru saja dimulai..Kakek ingin kau terus maju menghadapi Leon..Jangan takut,kakek akan tetap berpihak padamu..Kali ini kakek akan pastikan Leon akan menyesali perbuatannya.."
Kanza pun menatap sang kakek sambil tersenyum
*Rumah sakit..
Keesokan harinya*..
Terlihat seseorang tengah terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit.Dan seseorang lagi juga tengah duduk disamping sambil menunggu seseorang tersebut sadar
__ADS_1
Dan beberapa saat seseorang itu pun perlahan membuka matanya dan mulai sadar.Orang yang masih duduk disampingnya pun langsung menoleh kearahnya.Yang tak lain orang tengah terbaring tak berdaya adalah Leon sendiri dan yang seseorang duduk disampingnya adalah Gerry
"Kau sudah..Sadar..Aku akan panggilkan dokter.."Sahut Gerry bergegas menekan tombol untuk memanggil perawat
"Aku..Aku dimana???Akh.."Tanya Leon dengan nada lemah
"Kau dirumah sakit."Jawab Gerry
"Apa yang terjadi??Kenapa aku bisa disini??"Tanya Leon sambil memegangi kepalanya
"Kau tidak ingat yang terjadi padamu semalam??Kau mengalami kecelakaan mobil.."Tanya balik Gerry dan menjelaskan
"Kecelakaan??"Tanya Leon sambil mencoba mengingatnya
"Hemm..Kau mengendarai mobil sangat kencang..Dan untungnya nyawamu bisa langsung diselamatkan..Dan setelah ini aku harus kekantor polisi..Untuk menyelesaikan masalah mu..Ck.."Jelas Gerry dengan nada sedikit ketus
Leon pun melirik Gerry dengan datar
"Kenapa nada bicara mu seperti itu??Kau pikir aku mau ini terjadi??"Tanya Leon balik dengan nada ketus
__ADS_1
"Tidak..Aku merasa yang terjadi padamu saat ini,seperti teguran untukmu..Apa kau tidak menyadarinya??"
"Teguran apa??Ini musibah..Apa yang harus ku sadari??"Tanya Leon