
Rumah sakit..
Kanza langsung menemui Karin yang saat ini tengah dirawat Operasi .Karna kondisinya yang sangat parah dan kritis
Dalam keadaan yang masih sekarat,Karin meminta sang dokter untuk bertemu dengan Kanza
Sang dokter pun memenuhi permintaan Karin dan langsung menemui Kanza yang sedang menunggu diluar ruang Operasi bersama sang ayah
"Maaf..Nona Karin ingin bertemu dengan nona Kanza,apakah anda dari pihak keluarganya??"Tanya sang dokter
"Iya dok..Saya adiknya."Jawab Kanza
"Pasien ingin bertemu dengan anda,sebelum kita melakukan tindakan operasi."Jelas sang dokter
Sesaat Kanza menatap sang ayah.Dan ayah hanya mengangguk
"Pergi lah nak..Temui Karin kakakmu."Ujar sang ayah yang seakan mengerti dengan tatapan Kanza
Kanza pun menuruti perkataan ayahnya.Dan memasuki ruang operasi
Perlahan Kanza berjalan menuju ranjang,tempat Karin yang kini sedang melawan rasa sakitnya yang sudah sekarat
Seketika membuat hati Kanza pun hancur dan sedih.Melihat kondisi Karin yang sangat menyedihkan dan luka parah disekujur tubuhnya
Karin yang menyadari kedatangan Kanza,perlahan ingin mengangkat tangannya.Yang ingin meraih tangan Kanza.Kanza pun dengan cepat menggenggam tangan Karin yang sudah dalam keadaan lemah
"Ka..Kanza.."Panggil Karin dengan nada pelan dan lemah
__ADS_1
Kanza pun langsung meneteskan air matanya.Suara yang sebelumnya selalu tinggi saat ia dengar,kini terdengar lemah tak berdaya
"Iya kak."Jawab Kanza
"Ma..Maafkan aku..Aku sudah banyak ..Berbuat dosa padamu..Aku..Juga ..Sudah berusaha..Mencelakai mu..Aku.."
"Aku..Juga sudah..Gagal menjadi kakakmu..Kuharap kau..Mau me..maafkan ku Kanza."Ungkap Karin yang masih dengan nada lemah
Karna Karin sebenarnya yang telah mencelakai Kanza dengan mobil yang dikendarainya.Saat Kanza akan berjalan menyebrangi jalan menuju mobilnya
"Iya kak..Aku memaafkan mu..Aku mengampuni semua kesalahan mu..Semua orang pasti salah..Dan aku sudah memaafkan mu..Kau juga minta maaf karna aku juga sudah bersalah padamu.."Jawab Kanza yang pada akhirnya meneteskan air matanya.Dengan suasana yang haru,membuat Kanza tak dapat menahan dirinya
"Aku..Aku titip ..Titip papa padamu..Sampaikan maafku..Pada papa..Karna..Aku belum bisa..Membahagiakannya.."Ucap Karin
Kanza pun mengangguk pelan
"Dan..Aku..Belum pernah ..mengatakan bahwa aku..Bahwa aku menyayangi mu Kanza ."Ucap Karin yang seketika menutup matanya secara perlahan
Kanza pun langsung histeris,melihat Karin yang sudah terbujur kaku tak sadarkan lagi
"Kakak....!!!!!!!"Teriak Kanza yang histeris
Untuk kedua kalinya ia harus kehilangan sosok keluarga yang ia miliki.Walau harus meninggalkan dirinya dengan cara yang tidak berkesan,namun dihati kecilnya Kanza tetap menyayangi ibu dan Karin yang kini telah tiada
...****************...
Setahun kemudian..
__ADS_1
"Sayang..Mana dasi ku??Aku sudah terlambat ini..!!!"Teriak Leon berada di kamar nya
"Iya..Tunggu aku sedang repot di dapur.."Jawab Kanza ikut berteriak
"Ck..Selalu saja sibuk di dapur,tapi aku selalu dicuekin.."Gerutu Leon yang mengedumel
"Ini dasi mu nak."Sahut ayah Kanza yang tiba tiba masuk kekamar Leon yang kebetulan tidak di tutup
"Ah..Iya..Terima kasih yah.."Jawab Leon tersenyum malu,saat dirinya sedang mengedumel tapi ayah Kanza justru tiba tiba masuk
Sejak kepergian ibu Kanza dan Karin,Ayah Kanza pun tinggal bersama Kanza dan Leon.Karna Kanza tak tega melihat sang ayah tinggal sendirian dirumah.Tanpa ada hang mengurusinya.Terlebih,hanya tinggal sang ayah yang kini Kanza miliki dalam hidupnya,selain Leon
Akhirnya mereka pun hidup bahagia seterusnya..
...Tamat...
......................
Hai..Readers..Ceritanya segini aja ya..😊😊
Terima kasih buat readers yang sudah mengikuti cerita saya..
Dan silakan mampir di karya terbaru saya
Cerita yang bikin greget dan menurut ku biasa terjadi di kehidupan nyata dalam rumah tangga..Tapi Sebagian Ya..Tidak semua..
__ADS_1
Othor ucapin terima kasih sekali lagi sudah mengikuti karya othor..Semoga para Readers sehat selalu
Happy Reading..💕💕