
Sore harinya..
Leon yang sudah selesai bekerja,bersiap siap akan meninggalkan kantor
Ia pun langsung berjalan menuju parkiran,dan terlihat Gerry sudah berada di mobil nya untuk mengantar Leon pulang ke apartemennya
"Kau mau langsung balik?"Tanya Gerry
"Iya lah..Memangnya aku mau kemana lagi?"Jawab Leon sewot
"Santai bos..Galak amat..Siapa tahu kan kau mau mampir kemana dulu..Hehehe.."Ujar Gerry bercanda
Leon pun tak menanggapi dan hanya memejamkan matanya sesaat
Gerry langsung melajukan mobilnya menuju apartemen milik Leon
Diperjalanan,Gerry sesekali melirik Leon yang ternyata tertidur
Sepertinya dia kelelahan..Sultan juga bisa lelah rupanya..Heuh..Batin Gerry
Tiba didepan apartemen,Leon pun langsung memasuki kediamannya tanpa bicara apa pun pada Gerry
Gerry kembali menatap bingung
__ADS_1
"Tumben tuh bocah tidak ngomong apa pun sebelum masuk??Ck..Ah sudah lah..Mending aku ketemu ayang beb dulu..Hehehe.."Ujar Gerry langsung pergi meninggalkan apartemen Leon
Leon berjalan menuju kediamannya dilantai 12.Saat berjalan,ntah kenapa ia merasa sedikit tidak enak badan dan kepala yang pusing
Sial..Kenapa hari ini tubuhku terasa tidak enak..Kepala ku sangat pusing sekali..Batin Leon sambil memegangi kepalanya
Tiba didepan kediamannya,ia pun membuka pintu dan memasuki kediamannya
Kanza yang sedang membersihkan lantai,hanya menatap Leon yang baru tiba dirumah
Leon pun tak memperdulikan Kanza yang memperhatikan nya.Menganggap Kanza tak ada dihadapannya dan berjalan menuju kamarnya
Tapi..Karna rasa pusing yang ia rasakan sangat sakit.Leon pun tiba tiba terjatuh pingsan
Membuat Kanza langsung menghampiri Leon yang sudah terjatuh pingsan dilantai
Dengan memberanikan diri,Kanza pun mencoba memegang dahi Leon
"Ya tuhan..Dahinya panas sekali,sepertinya dia demam.."Ujar Kanza setelah memegang dahi Leon yang panas
Kanza akhirnya membawa tubuh Leon menuju sofa.Dengan sengaja tak ingin membawa Leon kekamarnya,tanpa seijinnya
Kanza bergegas menyiapkan air dan handuk untuk mengompres dahi Leon yang demam
__ADS_1
Leon yang sudah dalam keadaan lemas,terlihat masih tak sadarkan diri
Kanza perlahan mengompres dahi Leon.Beberapa kali ia terus mengompres hingga demam Leon menurun
Dan beberapa menit,Leon sedikit menggerakkan kepalanya.Hingga Leon pun tertidur dan tak menyadari jika Kanza berada disampingnya
Kanza sesaat memperhatikan Leon yang sudah tertidur
Kau pria galak,tapi kau juga bisa lemah..Disaat kau sakit seperti ini,cuma aku yang mau mengurusmu sakit..Ku harap kau bisa berubah..Bukan meminta untuk menganggap ku sebagai istrimu..Tapi setidaknya kau bisa menghargai ku sebagai wanita..Batin Kanza
Setelah selesai mengompres,Kanza berniat untuk menyiapkan bubur untuk bisa Leon menyantapnya.Dan agar Leon bisa meminum obat
🦋🦋🦋🦋
Cukup lama Kanza di dapur,akhirnya ia pun selesai membuatkan bubur untuk Leon
Ia pun menghidangkan bubur tersebut diatas meja dekat sofanya,lengkap dengan teh hangatnya
Dan secara bersamaan Leon pun perlahan terbangun dan mencoba membangunkan tubuhnya.Ia pun kembali memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing
Dan sesaat ia baru menyadari jika Kanza sedang berdiri disisi sofa tempat ia masih diatas sofanya
Ia pun melirik datar pada Kanza
__ADS_1
"Kenapa kau berdiri disitu??"Tanya Leon dengan nada dingin
Dan menatap heran dengan makanan yang sudah terhidang diatas mejanya