
Seketika Kanza pun menatap heran dengan jawaban yang terlontarkan oleh Leon
"Tapi ini kan sudah jadi tanggung jawabmu..Kau harus memberi ku nafkah.."Ujar Kanza
"Sudah ku bilang,kau jangan terlalu percaya diri gadis jelek..Kalau aku akan menganggap mu sebagai istri ku dan pernikahan ini nyata..Karna sampai kapan pun kau tetap gadis pembawa sial dalam hidup ku..Mengerti.."Jelas Leon menatap sinis dan langsung pergi
Tapi
"Baik..Kalau kau tidak mau menafkahi ku..Tapi biarkan aku mencari pekerjaan diluar sana ..Dengan begini aku bisa menghidupi diri ku sendiri."Ujar Kanza
Mendengar ucapan Kanza,sontak membuat Leon langsung menertawainya.Membuat Kanza menatap bingung
"Hahaha..Apa?Kau ingin bekerja??Memangnya ada orang yang ingin mempekerjakan mu??Wajahmu itu hanya akan membuat orang merasa jijik ..Kau lebih cocok bekerja memungut sampah atau mencari barang barang bekas..Karna itu sangat cocok untuk gadis jelek seperti mu..Hahah..Pagi pagi kau sudah membuat lelucon garing..Heuh.."Sahut Leon yang dengan santai nya menghina Kanza
Kanza hanya diam dan menatap serius pada Leon
"Lakukan saja apa mau mu..Asal kau tidak melibatkan ku..Dan jangan coba membuat masalah diluar sana..Jika tidak,aku akan menendangmu dari sini.."Ucap Leon memberi peringatan
__ADS_1
"Justru jika aku sudah memiliki uang,aku ingin pergi dari sini,sebelum kau menendangku..Daripada aku menjadi budakmu dan dihina secara tidak manusiawi."Sahut Kanza melawan ucapan Leon
Seketika membuat Leon menatap tajam
"Kita lihat saja nanti..Kau pasti tidak akan bisa mendapatkan pekerjaan..Dan kau akan menghabiskan waktu tersiksamu dirumah ini..Heuh."Jawab Leon kembali memberi peringatan dan langsung meninggalkan Kanza begitu saja
Kanza pun hanya bisa menarik nafas panjang
"Kalau kau tidak mau memberiku nafkah,tapi setidaknya kau tidak menjatuhkan semangat ku..Kenapa tabiatmu buruk sekali.."Ucap Kanza pada dirinya sendiri sambil melamun
Dan tanpa sadar terdengar suara bel pintu berbunyi.Membuat Kanza langsung tersadar menatap pintu yang berbunyi
Saat pintu dibuka,ia begitu terkejut melihat sosok kakek Antonio bersama pak Robby sang asisten pribadi kakek Antonio
"Ka..Kakek.."Sahut Kanza terkejut
"Ah..Cucu ku..Apa kabar..Heheh.."Sapa kakek Antonio sembari memeluk Kanza dengan perasaan bahagia
__ADS_1
"Ba..Baik kek..Ada apa kakek kesini??Tuan muda Leon tidak memberitahu kalau kakek mau datang."Tanya Kanza ingin tahu
"Kakek sengaja..Kakek ingin merindukan cucu kakek..Jadi kakek tidak sempat memberitahumu..Dan kenapa kau masih memanggil Leon dengan sebutan Leon??Kalian kan sudah menikah??"Jelas kakek dan bertanya
"I..Itu..Karna aku belum terbiasa kek..Heheh.."Jawab Kanza tersenyum nyengir
"Kalau begitu kau harus membiasakannya..Karna kalian sudah menjadi sepasang suami istri..Jangan memanggilnya dengan sebutan itu lagi..Oke.."
"Iya kek..Aku mengerti..Kalau begitu,ayo silakan masuk kek..Aku akan membuatkan teh untuk kakek.."Ujar Kanza mempersilakan kakek Antonio untuk masuk
"Terima kasih .."Jawab kakek Antonio sembari memasuki kediaman Leon
Dan Kanza pun langsung menuju dapur untuk menyiapkan teh
Sementara kakek Antonio berjalan sembari memperhatikan suasana kediaman Leon
Dan secara tak sengaja kakek Antonio melihat sebuah koper merah yang berdiri didekat sofa.Membuat sang kakek menatap bingung
__ADS_1
"Kanza..Apakah koper ini milik mu??"Tanya kakek Antonio
"Ah..Iya kek.."Jawab Kanza dengan polosnya