
Keesokan harinya..
Leon yang telah bersiap siap akan pergi kekantor,sesaat memperhatikan Kanza yang tengah sibuk di dapur nya
Dan sesaat Kanza menoleh kearahnya,membuat Leon menjadi salah tingkah
"Kau mau sarapan??Aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.."Tanya Kanza basa basi,Walau dia tahu dengan jawaban penolakan Leon
Leon pun melirik kearah meja makan,yang seperti biasa terhidang beberapa macam makanan,yang sebelumnya sempat kosong saat Kanza tak ada
Leon melirik kearah Kanza dengan tatapan sinis
"Sampai kapan pun aku tetap tidak akan menyentuh masakanmu..Masakan mu membuatku mual.."Jawab Leon dengan nada dingin dan langsung pergi
Kanza hanya menatap datar dengan kepergian Leon yang begitu saja
"Sudah ku duga kau akan jawab seperti itu..Tapi setidaknya aku sudah melakukan kewajibanku..Ya sudah,aku akan menghabiskannya sendiri.."Ucapan Kanza pada dirinya sendiri
Diperjalanan Leon tampak serius dengan handphonenya.Sedangkan Gerry sesekali melirik Leon dari kaca spionnya
__ADS_1
"Bos..Apa istrimu sudah pulang??"Tanya Gerry membuka topik
Leon pun langsung menatap datar
"Memangnya apa urusannya dengan mu?"Tanya Leon ketus
"Tanya doank bos..Kan sudah lama sekali kau tidak membahasnya..Apa dia benar benar pergi darimu??Ternyata ada juga gadis yang menolak.."Sindir Gerry
Seketika Leon pun melirik tajam
"Lebih baik kau diam saja,kalau kau tidak tahu yang sebenarnya..Tidak akan ada satu pun wanita yang berani menolak ku..Terutama gadis jelek itu..Tanpa aku mencarinya,dia sudah kembali sendiri.."Jawab Leon dengan nada sombong
"Oya??Maksudmu dia sudah pulang??Kapan??"Tanya Gerry penasaran
"Heeii..Jangan seperti itu..Kau seperti baru mengenalku saja..Jadi kapan dia pulang??"
"Kemarin.."Jawab Leon singkat
"Terus,apa kalian kembali berperang??"
__ADS_1
"Pasti ..Tidak ada kata damai untuknya..Bahkan aku semakin membencinya..Karna dia sudah membuat pak tua itu membenciku..Dan menuduhku tidak tidak."Jawab Leon sewot
"Maksudmu??Kenapa jadi seperti itu??"Tanya Gerry yang semakin penasaran
"Ini semua karna gadis sialan itu..Ternyata dia tinggal dirumah pak tua itu..Dan dengan percaya dirinya,dia pulang karna atas kemauannya sebagai istri..Mendengarnya sungguh membuatku muak."Jelas Leon dengan kesal dan tanpa sadar dia menceritakannya pada Gerry
"Ohh..Jadi seperti itu..Tapi bukankah dia memiliki niat yang bagus??Jika aku jadi dirinya,aku jelas tidak akan mau pulang..Masuk kandang singa sama saja bunuh diri."Jawab Gerry dengan santai nya
"Kau menyindirku??"Sentak Leon semakin sewot
"Heheheh..Canda bos..Jadi maksudku,artinya dia masih memandangmu sebagai suami bos..Dia tidak dendam padamu..Padahal jelas jelas kau selalu menghina dia..Dia gadis yang baik bukan??"
"Kau pikir aku akan terpengaruh dengan sandiwaranya??Dia hanya berpura pura karna didepan pak tua itu..Dibelakang dia masih berani melawan ku..Kau tidak tahu bukan??"
"Berarti istrimu masih tidak merasa takut gitu sama dirimu."
Leon pun hanya diam
"Tangguh juga istrimu..Itu pasti karna demi mempertahankan harga dirinya,sebagai wanita yang tidak memiliki wajah yang cantik,tapi dia juga tidak mau terus dihina olehmu..Salut juga sih.."Puji Gerry pada sosok Kanza
__ADS_1
"Sepertinya kau benar benar memihak gadis itu..Apa lebih baik aku ceraikan saja gadis itu dan setelah itu kalian menikah??Apa kau mau??"
Seketika Gerry memilih diam dan hanya menggelengkan kepalanya.Melihat sikap Leon yang seperti anak kecil baginya