Istri Nakal Ustad Tampan

Istri Nakal Ustad Tampan
Kebiasaan lama


__ADS_3

Seusai pulang dari Rumah Sakit, Syahira tidak langsung pulang ke rumah Neneknya. Ia bersama dokter Alma temannya malah pergi ke diskotik. Syahira dan Alma kembali menjelma menjadi Dj Sky dan Dj Moon. Mereka diundang untuk mengisi sebuah acara di diskotik paling tersohor di Jakarta.


"Al, janji ya ga mabok, besok aku ada operasi soalnya." Ucap Syahira yang kini sedang memasang sabuk pengaman.


"Calm down Sist, kita kan cuma ngehibur doang." Alma kini menancap gas dan mobi pun melaju dengan kencang.


Sesampainya di Diskotik, Syahira dan Alma mengubah tampilan mereka. Kini, tidak ada seorangpun yang mengenali kalau mereka sebenarnya adalah dokter Syahira dan dokter Alma. Syahira kini memutar musik, Alma memainkan beat dan pesta pun berlangsung meriah.


"Drop the beat!" ucap Syahira dengan semangat.


Beberapa lagu barat diputar, membuat semua orang disana terhipnotis hingga lalai dengan waktu. Malam kian semakin larut, sebaliknya, pesta malah semakin menggila.


"Everyone shake your body, lets dance together!" teriak Alma.


"Sya!" Alma kini berbisik pada Syahira ditengah-tengah putaran lagu.


"What?" tanya Syahira.


"Look! Ada cowok ganteng Sya. Lo pepet sana, siapa tahu cocok. Lumayan, nanti lo bisa move on dari Edward." Alma belum mengetahui apapun soal hubungan Syahira dengan Syamir. patutlah ia berkata seperti itu pada Syahira.


"But i can't." Kata Syahira.


"Alah, gausah malu-malu Sya, sana buruan!"Alma mendorong Syahira keluar dari panggung.


Syahira yang bingung terus menatap wajah sahabatnya sambil bertanya-tanya.


"Pssttt, Al, Al, what should i do?" Syahira memberi kode pada Alma.


"just enjoy with that guy okay." Kata Alma.


"Okay Everyone, this song is only for you!" Alma kini berteriak pada kerumunan, membuat Syahira kini kehilangan kontak dengannya.


"Dasar Alma! Awas aja!" ucap Syahira kesal.


"Hai!" tiba-tiba pria itu mendekati Syahira. Pria itu mengenakan pakaian modis dengan tatanan rambut yang terkesan acak-acakan. Tangannya dilambaikan seolah sedang memamerkan jam tangan mahalnya.


"Kenalin, gue Steven. Kalo lo belum kenal gue just for information kalo gue adalah anaknya artis terkenal itu. Lo pasti Dj Sky kan? Gue tertarik banget sama lagu lo. Nice to meet you Dj Sky." Pria bernama Steven itu kini tanpa sungkan menyalami Syahira.


Syahira tampak canggung, ia langsung melepaskan salamannya. Syahira mencoba menjauh dari pria yang bernama Steven itu. Tetapi pria itu malah semakin mendekatinya. Pria itu malah menempel terus pada Syahira sepanjang pesta.


"Wine?" tawar Steven.


"No, thanks." Tolak Syahira.

__ADS_1


"Gausah kaku, kalo mau minum minum aja." Steven kembali menawari Syahira.


"I said no means no." Regas Syahira. Kini Syahira pergi menjauh dari pria itu.


"Hey, come on. Let me know you more." Steven mencoba mengejar Syahira tetapi tak bisa, kerumunan orang yang tengah berpesta mencegat jalannya.


"Arrrgghh." Steven meradang.


Syahira kembali naik ke panggung. Dengan wajah yang kesal ia mendekati Alma. Alma masih memainkan musik dan tak menghiraukan kedatangan Syahira.


"Al, lets go home now!" ucap Syahira.


"What? Pesta baru aja di mulai Sya."


"Tapi aku udah bosen. Ayo pulang!" Syahira menarik lengan Alma.


"Wow, tenang Sist. Okay, kita istirahat bentar ya. Yuk!" Alma membawa Syahira turun dari panggung. Mereka berdua lalu duduk di ruangan private yang khusus disediakan untuk tamu istimewa.


"Whats wrong Sya? Gak biasanya lo kaya gini. Malah biasanya lo gak mau kalo gue suruh pulang." Ucap Alma.


"Aku kesel Al. Im not enjoyed the party." Syahira uring-uringan.


"Why? Kesel kenapa sih?"


"Bentar," Alma lalu menyentuh dahi Syahira.


"Lo baik-baik aja kok. Ga ada yang salah." Ucap Alma.


"Makanya aku juga bingung, aku ngerasa gelisah tanpa sebab Al." Syahira kini murung.


"Gue heran deh sama lo Sya, semenjak lo kembali, lo kayak banyak berubah. Dulu lo selalu telat berangkat kerja, sekarang malah paling awal. Dulu lo paling semangat dan antusias kalo diajak party, susah banget disuruh pulang malah sampe nginep disini. Sekarang, malah sebaliknya. Whats wrong with my Syahira?" Alma menepuk jidatnya.


Mereka berdua kini saling melamun.


"Aha!" Alma tiba-tiba terperanjat.


"Apa sih Al? Kamu ngagetin aku aja deh." Ucap Syahira.


"Tunggu di sini ya Al, jangan kemana-mana. Awas ya!" kata Alma.


"Okay. Kamu mau apa sih?" Syahira penasaran.


"Ada deh, tunggu okay." Alma lalu keluar dari ruangan.

__ADS_1


Tak lama Alma pun kembali dengan membawa dua buah gelas dan sebotol minuman.


"This, this will help you to remove your stress or bad feeling." Alma lalu menyodorkan sebuah gelas pada Syahira.


"Gak! Aku akn udah bilang kalo aku gak mau mabok. Besok aku ada operasi Al, jangan sampai aku melakukan kesalahan Cuma gara-gara ini." Syahira menolak dan memberikan kembali gelas itu pada Alma.


"Ini Cuma amer Sya. Besok juga lo udah sadar lagi. Ayolah, gue Cuma gak tega aja liat lo kaya gitu." Alma kembali menawarkan minuman itu.


"Gak Al, please." Tolak Syahira.


"Dikit aja Sya. Cuma segelas doang, okay?" goda Alma.


Syahira termakan bujuk rayu Alma, ia akhirnya meneguk minuman itu. Awalnya memang hanya seteguk. Tetapi lama kelamaan Syahira dan Alma menghabiskan sebotol penuh minuman itu. Setelah menghabiskan minuman itu Syahira dan Alma lalu sempoyongan. Mereka lalu terlelap dalam ruang private itu. Setelah beberapa saat, petugas diskotik lalu masuk ke ruangan itu. Ternyata diskotik sudah mau tutup. Alma dan Syahira lalu dibantu oleh petugas diskotik untuk keluar. Petugas diskotik itu lalu memesankan taksi untuk Alma dan Syahira. Setelah satu taksi berhasil dipesankan untuk Alma, kini giliran Syahira. Tak lama sebuah mobil taksi datang. Syahira lalu dibantu masuk ke taksi oleh petugas diskotik itu.


"Pak, tolong antarkan Nyonya Syahira ke Alamat ini ya." petugas diskotik itu lalu memberikan secarik kertas kepada sopir taksi.


"Baik, terima kasih banyak." Ucap sang sopir.


Setelah menerima aamat dari petugas diskotik sang supir pun melajukan mobilnya. Sang supir kini mengintip penumpangnya dari kaca spion. Terlihat Syahira yang tengah setengah sadar. Syahira tertawa tak jelas dan tiba-tiba menangis.


"Pulang ke mana Mbak?" tanya sang supir. Sengaja sang supir bertanya demikian, hanya untuk memastikan kesadaran sang penumpang.


"Ahahaha, jalanannya bagus ya, banyak lampu-lampu." Syahira meracau tidak jelas.


"Kenapa Sya melakukan hal ini?" tiba-tiba sang supir menatap tajam ke arah Syahira dari kaca spion.


"What?" Syahira yang masih setengah sadar, menjadi kaget saat mendengar ucapan dari sang supir.


"Kita pulang sekarang ya Nona Syahira, besok-besok jangan datang lagi ke sana, apalagi tanpa izin dari suamimu." Ucap sang supir, kini ia kembali fokus menyetir.


Syahira tiba-tiba menangis. Dalam keadaan setengah sadar, ia tak mampu mengenali siapa sang supir itu. Syahira malah meracau tak jelas. Sebentar ia melamun, sebentar tertawa lalu menangis sambil teriak-teriak. Syahira benar-benar tengah mabuk.


Setibanya di rumah, sang supir lalu membopong Syahira. Karena hari sudah terlalu gelap, gerbang rumah sudah di kunci. Sang supir berkali-kali menekan bel tetapi tidak ada seorang pun yang keluar. Sang supir tak menyerah, ia terus menekan bel rumah berkali-kali. Akhirnya seseorang pun keluar untuk membukakan pagar. Pembantu dari rumah itu kini membukakan pagar. Sang pembantu kaget saat melihat kondisi Syahira yang tengah mabuk.


"Non, Non mabuk lagi ya?" pembantu itu lalu membatu Syahira untuk berdiri.


"Terima kasih ya Mas, ini tip nya." Pembantu itu memberikan sejumlah uang pada sang supir lalu membawa Syahira masuk.


"Sama-sama. Eh, Bi. Tolong berikan ini pada Nyonya itu ya. sepertinya Nona itu meninggalkan ini di kursi mobil." Ucap sang Supir.


"Oh, baiklah." Tanpa merasa curiga terhadap sang supir, pembantu itu menerima amplop dari sang supir.


malam itu, Syahira akhirnya berhasil tiba di rumah dengan selamat. Syamir, untuk kedua kalinya berhasil mengantarkan kembali Syahira pulang ke rumahnya dengan selamat. Sungguh geram Syamir saat melihat Syahira yang masih mengunjungi diskotik dan mabuk-mabukan. Syamir berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia akan mendidik istrinya agar bisa terbebas dari dunia malamnya dan menuntunnya menjadi istri solehah.

__ADS_1


__ADS_2