
Hari demi hari Kondisi Syamir berangsur membaik. Tak terasa telah tiba di hari kepulangan Syamir. Syahira kini sibuk mengemasi semua keperluan Syamir yang akan di bawa pulang. Dengan dibantu oleh si Mbok akhirnya Syahira berhasil menyelesaikan tugas mengemasi barang milik Syamir.
"Semuane wes beres to Sya?" Tanya si Mbok memastikan.
"Insyaallah sudah." Jawab Syahira dengan nada lembut.
Koe wes bener-bener mending to Syam?" Si Mbok kini balik menanyai Syamir.
"Alhamdulillah wes Mbok. Berkat Syahira dan Mbok yang merawat Syamir dengan baik selama proses pemulihan Syamir kini bisa kembali sehat seperti sedia kala.Dan tentunya atas izin serta rahmat dari Allah." Jawab Syamir sembari tersenyum ada si Mbok dan Zulaikha.
"Alhamdulillah, si Mbok seneng ngupinge. Yo wes kalau begitu kita berangkat sekarang saja." Kata si Mbok.
"Ayo." Jawab Syamir dan Syahira secara bersamaan.
""Tunggu dulu, kalian tidak bisa pergi tanpa aku." Tuan Sadavir tiba-tiba muncul dari balik pintu.
"Dad?" Syahira kaget.
"Dad ingin mengantarkan anak dan menantu Dad sampai rumahnya." Tuan Sadavir tersenyum hangat pada mereka.
"Lah, aku sing besane ora diajak?" Si Mbok tampak cemburu.
"Ya boleh lah. Tentu sangat boleh." Tuan Sadavir tersenyum lebar pada si Mbok.
"Tidak usah repot-repot Pak." Ucap Syamir dengan sedikit canggung.
"Loh kok repot-repot? Ya tentu tidaklah. Kalian kan keluargaku." Jawab Taun Sadavir santai.
"Kalau begitu terima kasih banyak ya Pak." Kata Syamir yang merasa masih canggung.
"Iya, sama-sama. Sudah, ayo jalan sekarang." Mereka pun turun ke lobby.
Tak lama mobil pun datang. Dua buah mobil mewah telah siap di luar lobby untuk mengantarkan mereka. Si Mbok begitu terkagum-kagum melihat kekayaan dari besannya.
"Walah-walah. Apik tenan iki mobil." Spontan si Mbok berucap.
Mereka pun masuk ke mobil. Syahira, Syamir dan si Mbok duduk di belakang sementara Tuan Sadavir duduk di dekat supir. Selama perjalanan mereka asik mengobrol.
"Jadi Dad sudah tentukan. Pernikahan kalian akan dilakukan besok di KUA. Dad sudah siapkan semuanya. Kalian siap kan?" Tanya Tuan Sadavir.
"Insyaallah kami siap Pak. Lagi pula hal baik tidak boleh di tunda-tunda." Jawab Syamir sembari memandang ke wajah Syahira.
__ADS_1
"Bagus." Timpal Tuan Sadavir.
Mereka pun tiba di kontrakan Syamir. Tuan Sadavir merasa sedikit iba karena putrinya tinggal di tempat yang kecil lagi padat penduduk. Tetapi apa boleh buat, itu sudah menjadi keputusan putrinya.
"Kalau begitu Dad pulang sekarang ya. Besok kalian akan dijemput oleh Tuan Armor." Kata Tuan Sadavir.
"Baik Dad." Jawab Syahira.
"Kalau begitu saya pamit dulu ya besan. Jangan lupa besok dandan secantik mungkin di hari pernikahan anakmu." Ledek Tuan Sadavir pada si Mbok.
"Halah, wes mbah-mbah gini kok disuruh dandan. Koe iki piye to?" Si Mbok terlihat malu.
"Ahaha, aku hanya bergurau. Baiklah, aku pergi sekarang. Assalamualaikum." Tuan Sadavir beranjak pergi.
"Wa'alaikumsalam." Jawab mereka secara bersamaan.
Malam harinya, baik Syamir maupun Syahira sama-sama tidak bisa tidur. Mereka terus dihantui oleh rasa tidak sabar akan hari esok. Mereka begitu bahagia sehingga sulit tidur.
"Syam, apa kau sudah tidur?" Tanya Syahira.
"Belum." Jawab Syamir singkat.
"Sama, aku juga. Aku tak sabar untuk segera hari esok." Gumam Syahira.
"Ihh, kok ikut-ikutan sih?"
"Kita kan suami istri, sudah tentu sama Sya."
"Hehe."
Mereka pun tanpa sadar terlelap. Keesokan hari yang begitu mereka nanti-nantikan pun tiba. Mereka begitu bahagia. Akhirnya hari ini pun tiba. Setelah berbagai badai yang mengahadang serta cobaan yang datang silih berganti, akhirnya mereka bisa melaluinya dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Kini tibalah hari kebahagiaan, ganjaran atas apa yang telah mereka lalui.
"Saya terima nika dan kawinnya putera Bapak, Ananda Syahira Arsyla Sundari Sadavir dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan mas kawin sebesar lima gram di bayar tunai." Ucap Syamir dalam satu kali tarikan nafas dan nada yang mantap serta jelas.
"Bagaimana saksi? Sah?" Tanya penghulu kepada semua yang hadir.
"Saaah!" Semua orang menjawab secara serentak.
Syamir dan Syahira pun kini benar-benar telah bersatu. Hari demi hari pun mereka lalui bersama. Susah, senang mereka jalani. Hingga akhirnya Syahira benar-benar bisa menemani Syamir hingga di titik puncak kariernya. Syamir kini telah menjabat sebagai seorang CEO dari perusahaan material yang dirintis oleh Syamir, Koh Wang dan Yuli dari nol. Kini perusahaan itu telah menjadi perusahaan yang sukses, memproduksi berbagai produk material seperti genting sebagai produk utama, keramik, bata, serta semen. Produk dari perusahaan mereka berhasil merajai pasar tanah air.
Beberapa tahun berlalu, kini Syamir dan Syahira dikaruniai sepasang anak yang bernama Syameera dan Syaqeel. Syameera memiliki perpaduan wajah antara Syamir dan Syahira. Gadis kecil itu begitu manis dan imut. Walau usianya masih baru kelas satu SD tetapi hafalan Al-Qur'an nya sudah lima belas juz. Syamir dan Syahira sudah mendidik anak-anak mereka sedini mungkin untum menjadi hafidz dan Hafidzah.
__ADS_1
Sementara Syaqeel baru berusia dua tahun. Syaqeel adalah bayi lelaki yang begitu imut. Pipinya begitu bulat, hidungnya mancung dan bibirnya imut berwarna kemerahan. Matanya bulat besar serta bola matanya berwana cokelat. Syaqeel memiliki wajah seperti Syahira. Semua orang begitu gemas tatkala berjumpa dengan bayi berusia dua tahun itu.
Hari ini, keluarga Syamir tengah berisap untuk pulang kampung. Mereka pulang kampung ke desa kelahiran Syamir untuk mengahadiri acara pernikahan Zulaikha dan Dokter Edward. Atau sekarang, kita bisa memanggilnya Ustadz Edward. Setelah kenal dengan Zulaikha, Edward benar-benar menimba ilmu agama secara serius. Ia bahkan terbang ke jazirah Arab untuk menggali ilmu agama sebanyak-banyaknya di sana. Setelah itu ia mengajarkan ilmu yang telah ia peroleh kepada para mualaf yang baru masuk islam. Bahkan Edward telah banyak mengislamkan orang. Edward kini memiliki nama lain, yakni Ustadz Zayn.
Setelah menimba ilmu agama, lalu mengajarkannya, akhirnya Edward mantap untuk menikahi Zulaikha. Edwar juga telah mengantongi restu dari kedua belah pihak. Bahkan ayah kandungnya datang langsung dari Inggris untuk menyaksikan pernikahan anaknya.
Hari bahagia bagi Edward dan Zulaikha pun tiba. Edwar dan Zulaikha melaksanakan pernikahan di tanggal yang cantik yakni tanggal delapan bulan delapan. Para tamu undangan yang hadir pun ikut bersuka cita atas pernikahan mereka, tak terkecuali dengan Syamir dan Syahira. Proses ijab kabul pun berlangsung.
"Ananda Zayn Edward Malik, saya nikahkan Anda dengan puteri saya Zulaikha Ayudia dengan mas kawin di bayar tunai." Pak Kiyai mengucapkan jmijab qabul dengan mantap.
"Saya terima nikah dan kawinnya anak Bapak, Ananda Zulaikha Ayudia dengan maskawin tersebut dibayar tunai." Edward begiru tegang, tetapi ia berhasil mengucapkan ijab qobul dengan lancar.
"Saki sah?" Tanya penghulu.
"Saah!" Semua orang menjawab dengan semangat.
Setelah proses ijab qobul selesai, acara berlanjut ke salam-salaman dengan tamu. Kini giliran Syamir dan Syahira yang menyalami pengantin baru itu.
"Barakallah dokter! Sekarang sudah sah!" Syamir menepuk pundak Edward sembari menjabat tangannya.
"Iya Syam. Terima kasih sudah datang jauh-jauh dari Jakarta." Jawab Edward.
"Halah, dokter ini seperti dengan siap saja." Syamir tersenyum riang.
Selamat menempuh hidup baru Zul. Semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah." Syahira memeluk Zulaikha.
"Aamiin, terima kasih atas doanya Dok." Mereka lalu melepas pelukan.
"Assalamualaikum cantik, ganteng." Zulaikha kini menyapa kedua anak Syahira.
"Wa'alaikumsalam warahmatullah Tante." Jawab Syameera lembut.
"Siapa namanya?" Tanya Zulaikha.
"Syameera. Dan ini adik aku, Syaqeel." Jawab Syameera.
"MasyaAllah tabarakallah, lucu dan pintar sekali kalian." Zulaikha mencubit lembut pipi Syaqeel dan mengelus lembut kepla Syameera.
Baik Edward dan Zulaikha, maupun Syamir dan Syahira. Mereka menjalani rumah tangga dengan bahagia dan dalam syariat Islam. Mereka membangun surga mereka diantara pernikahan mereka. Mereka patuh dan tunduk pada ketentuan Allah dan menjalankan rumah tangga dengan harmonis. Mereka dinaungi oleh kebahagiaan dan keberkahan rumah tangga.
Mampir di karya baru author ya
__ADS_1
Judulnya Nikah Kontrak Di Penthouse