Istri Nakal Ustad Tampan

Istri Nakal Ustad Tampan
Bukan Aku


__ADS_3

Di Rumah sakit, siang itu Syamir menghampiri meja kasir. Ia hendak membayarkan tagihan Rumah Sakit si Mbok. Mengingat besok Si Mbok sudah boleh pulang. Syamir mengumpulkan uang hasil kerjanya selama beberapa hari ini untuk biaya rumah sakit si Mbok. Syamir tidak yakin apakah uangnya akan cukup atau tidak. Dengan sedikit keraguan itu ia mendekati petugas kasir.


“Selamat siang Pak, ada yang bisa kami bantu?” tanya petugas itu. Petugas itu seorang wanita dengan rambut digelung dan mengenakan seragam rumah sakit.


“Begini, saya hendak membayar tagihan pasien atas nama Mbok Wasih.” Jawab Syamir. ia lalu merogoh sejumlah uang dari kantong sakunya.


“Baik, tunggu sebentar ya Pak. Akan kami cek terlebih dahulu.” Petugas kasir lalu mengecek layar komputernya.


“Untuk tagihan pasien atas nama Mbok Wasih sudah dibayar lunas Pak.” Kata sang petugas.


“Apa? Sudah dibayar? Tetapi saya tidak merasa pernah membayarnya sebelumnya Mba. Mohon dicek kembali, takut terjadi kesalahan.” Syamir merasa sedikit bingung.


“Baik, akan kami cek kembali.” Sang petugas kembali mengecek layar komputernya.


“Tagihan Rumah Sakit untuk pasien atas nama Mbok Wasih telah dibayarkan lunas pada dua hari yang lalu.” Jelas Sang Petugas.


“Tapi saya belum membayarnya. Kira-kira siapa ya yang telah melunasi tagihan rumah sakit ibu saya?” tanya Syamir.


“Di sini tidak dicantumkan nama yang telah membayarkan tagihannya.”


“Apa Zulaikha ya? emm, baiklah, kalau begitu terima kasih ya Mba. Saya pamit, assalamualaikum.” Syamir lalu meninggalkan meja kasir.


Syamir lalu kembali ke kamar inap si Mbok, di sana Syamir tidak menemukan Zulaikha. Sementara si Mbok tengah terbaring. Tetapi matanya masih terjaga.


“Mbok, Zulaikha ke mana ya?” Tanya Syamir.


“Tumben kamu menanyakan Zulaikha. Tadi Zulaikha pergi ke kantin bersama dokter Edward.” Jawab si Mbok.


“dokter Edward?” Syamir merasa janggal atas apa yang baru saja ia dengar.


Syamir langsung berlari ke arah kantin, ternyata di sana Zulaikha tengah berbincang akrab dengan dokter Edward sembari menyantap makan siang mereka. Syamir lalu menghampiri mereka berdua.


“Zul,” kata Syamir.

__ADS_1


“Syam.” Zulaikha bangkit dari kursinya.


“Hey Bro, whats up? Kamu pasti seneng karena besok ibumu sudah boleh pulang, congrats.” Ujar Edward, ia ikut bangkit dari kursinya.


“Zul boleh kita bicara sebentar.” Kata Syamir.


“Emm, baiklah. Dokter Edward, saya izin pergi sebentar ya.” ucap Zulaikha pada dokter Edward.


“Ya, silahkan.”


Zulaikha lalu mengikuti Syamir. mereka kini duduk di lorong rumah sakit. Syamir pun memulai pembicaraan terkait hal tadi.


“Zul, Syam ingin bertanya pada Zulaikha. Tolong jawab dengan sejujur-jujurnya ya.” Syamir terlihat sangat serius.


“InsyaAllah, apa yang hendak Syam tanyakan pada Zulaikha?” Zulaikha jadi ikut tegang.


“Zul, tadi Syam hendak membayar tagihan si Mbok, tapi kata petugas sudah ada yang melunasinya. Apakah itu Zulaikha?”


“Jika bukan Zulaikha lalu siapa ya?” Syamir kini tampak bingung.


“Zulaikha juga penasaran, kira-kira siapa ya?” kini Zulaikha ikut berpikir dan mengira-ngira siapa kiranya yang mungkin membayarkan biaya Rumah Sakit si Mbok.


Mereka berdua terus menimbang-nimbang, tetapi tak terlintas juga di benak mereka siapa orang yang telah meunasinya. Akhirnya mereka berdua menyerah. Syamir lalu pamit untuk kembali ke kamar si Mbok.


“Syam masih bingung, ah, sudahlah. Semoga siapapun dia, Allah akan membalas kebaikannya dengan pahala yang berkali-kali lipat di sisi-Nya. Aamiin. Zul, Syam pamit ke kara si Mbok ya.”


“Iya Syam.” Jawab Zulaikha.


“Assalamualaikum.” Syamir lalu beranjak pergi.


“Waalaikumsalam.” Zulaikha juga pergi. Ia kembali ke kantin untuk menemui dokter Edward.


Tanpa Syamir ataupun Zulaikha ketahui, ada seseorang yang tengah mendengar pembicaraan mereka dari balik tembok secara tidak sengaja. Ialah Syahira, dia tak sengaja mendengarkan pembicaraan antara Syamir dan Zulaikha. Tadinya Syahira hendak pergi ke kantin untuk makan siang bersama Alma. Alma juga ikut mendengar pembicaraan itu. Alma bingung kepada Syahira, kenapa ia bersembunyi saat berpapasan dengan kedua orang yang tak dikenal itu. Alma belum mengetahui hubungan antara Syamir dan Syahira, ataupun kaitannya dengan Zulaikha. Ia terus bertanya-tanya dalam hatinya terkait tindakan sahabatnya yang dianggapnya aneh dan mencurigakan.

__ADS_1


“Sya, kenapa kita mesti sembunyi sih?” kata Alma kebingungan.


“Oh, emmm, anu Al, emm. Eh, iya ya, kenapa ya?” Syahira pura-pura kebingungan.


“Lo kok makin keliatan gak waras Sya?” Alma mulai curiga.


“Hush! Gaboleh ngomong gitu Al, emm, yaudah kita lanjut aja yuk.” Syahira malah berjalan kembali menuju ruang praktiknya.


“Sya, kantin ada di sebelah sana. Lo kenapa sih?” Alma mulai kesal dengan tabiat aneh sahabatnya itu.


“Oh, iya ya, hehe.” Syahira begitu malu saat menyadari gelagat anehnya.


Saat mereka berdua kembali berjalan, mereka berpapasan dengan Syamir. bukan main kagetnya Syahira saat berpapasan dengan Syamir. Ia berpura-pura tak melihat keberadaan Syamir. Tapi tak mempan, Syamir malah tersenyum padanya. Syamir mulai mendekati Syahira. Membuat Alma semakin bertanya-tanya dan penasaran.


“Sya.” Sapa Syamir.


“Aduh, kenapa siang ini dia pake nongol segala. Pasti Alma mulai curiga nih, aku harus bilang apa ya ke dia. Jangan sampe Syam ceramahin gue habis-habisan soal malem kemarin, bisa abis gue di depan si Alma.” Ujar Sya dalam hatinya.


“Sya, lo kenal pria ini?” tanya Alma.


“Oh, emm...,” Syahira kebingungan.


“Saya sua....,” Kata-kata Syamir terhenti, Syahira menutup mulu Syamir.


“Sssst.” Syahira menutup bibir Syamir dengan lengannya.


“Dia kenalan baruku Al, emmm, yaudah aku cabut dulu ya Al. Ada sesuatu yang harus aku omongin sama dia, bye Al.” Dengan terburu-buru Syahira membawa pergi Syamir. ia menarik lengan Syamir dengan kencang.


“Sya, Sya! Seenggaknya jelasin dulu dong sama gue! Sya, Sya!” teriak Alma. Tetapi Syahira sudah lari menjauh darinya bersama pria itu. Dia terlihat tidak ingin lebih lama bersama Alma.


Syahira lari sekencang-kencangnya, tanpa aba-aba terlebih dahulu pada Syamir, Syahira tiba-tiba mengehentikan larinya. Membuat Syamir tak bisa mengerem langkahnya dan menabrak Syahira. Syahira hapir terjatuh, tetapi Syamir berhasil menahannya. Syahira kini jatuh dipangkuan Syamir.


“Kamu gak papa kan Sya?” ucap Syamir. Mereka berdua saling bertatapan begitu dekat. Bahkan mereka bisa merasakan embusan nafas mereka masing-masing. Baik Syahira maupun Syamir sama-sama merasa berdegup, wajah mereka berubah merah padam. Orang-orang di rumah sakit yang melihat kejadian itu langsung berkata ‘cieee’ secara bersamaan. Mereka seakan tengah menyaksikan adegan romantis sebuah drama di dunia nyata.

__ADS_1


__ADS_2