Istri Rahasia Sang CEO (Penyesalan Seorang Istri)

Istri Rahasia Sang CEO (Penyesalan Seorang Istri)
20 : Menjadi Istri Rahasia


__ADS_3

Menjadi istri rahasia dari suaminya sendiri, itulah yang Indah lakukan. Mereka yang berangkat bersama, sengaja berpisah di tengah jalan. Demi menjaga privasi sekaligus profesionalitas, Indah dan Liam sepakat menjalaninya. Indah yang meminta, membuat posisi Liam maupun hubungannya dengan Indah, menjadi jauh lebih aman tanpa harus membuat Liam susah payah menyembunyikannya. Tentunya kenyataan tersebut terjadi lantaran sampai detik ini, Fello belum mau diceraikan.


Sampai kantor lebih dulu membuat Liam ketar-ketir. Segera ia mengeluarkan ponsel kemudian menelepon Indah. Ajaibnya, istrinya malah sudah ada di belakangnya. Indah baru saja menarik kaitan pintu ruang kerja mereka.


“Kamu telepon?” Indah kebingungan menatap layar ponselnya yang dihiasi kontak Liam.


“Coba aku lihat, kamu kasih aku nama apa di kontak ponsel kamu.” Liam sengaja mengambil alih. Ia menjadi menatap sebal layar ponsel tersebut lantaran di layar ponsel Indah, nomor ponselnya bernama Pak Liam.


“Pak Liam,” cibir Liam yang kemudian menatap sebal wajah cantik istrinya.


Indah yang sadar sang suami kecewa, refleks menahan senyumnya. Lihatlah, betapa wajah suaminya mendadak lebih menggemaskan dari wajah bayi.


“Lebih aneh lagi kalau aku malah kasih nama Jeng Liam, kan?” ucap Indah sengaja menggoda suaminya.


“Enggak sekalian Jeng Indah saja, atau kasih nama Anaknya Jeng Nani?” lanjut Liam. Antara kesal tapi juga sengaja melucu demi mencairkan suasana.


“Sini aku ganti. Ganti Anaknya Jeng Nani saja lebih gemes,” ucap Indah yang kemudian mengambil alih ponselnya dari tangan kiri Liam.


Liam yang penasaran sampai melongok layar ponsel sang istri. Ia menyaksikan detik-detik sang istri mengganti nama kontak untuknya. Nama baru yang langsung membuat Liam tersipu karena alih-alih mengganti nama yang awalnya Indah sebutkan, wanitanya itu malah mengubah nama kontak Liam menjadi : Suamiku.


“Manis banget?” ucap Liam lirih sambil menatap Indah penuh cinta terlepas dari jarak mereka yang sangat dekat. Mereka berdiri bersebelahan agak berhadapan, memegang ponsel satu sama lain.

__ADS_1


Indah tersipu, kemudian membiarkan Liam mengecup lembut sebelah pipinya.


“Tadi semua karyawati, melihatku seperti melihat hantu,” cerita Indah. “Mungkin karena aku sempat off nyaris satu minggu, ya? Karyawan baru, langsung jadi sekretaris sekaligus asisten pribadimu, eh langsung off satu minggu juga,” cerita Indah sambil menyandarkan kepalanya pada bahu kanan sang suami.


Liam yang menyimak, hanya tersipu. Sesekali, bibirnya yang mengerucut, mendarat, menciumm dalam ubun-ubun Indah.


“Jadi, masih mau jadi istri rahasia suamimu sendiri?” lirih Liam yang kembali menatap Indah penuh cinta. Wanita yang kali ini menguncir tinggi rambut panjangnya langsung tersipu sekaligus mengangguk-angguk. Cantik sekaligus manis sekali.


“Istri rahasia sang CEO!” lirih Indah masih menahan senyumnya. Di hadapannya, selain menjadi menahan tawa, wajah berkulit bersih Liam juga menjadi merah merona. Menggemaskan sekali.


“Coba aku lihat kamu kasih nama kontak aku apa,” sergah Indah kemudian dan langsung mengambil alih ponsel Liam. Pria itu langsung mengizinkannya tanpa syarat.


“Fello ...?” lirih Indah menjadi menatap penasaran Liam dan layar ponsel pria itu, silih berganti.


“Fello telepon. Ya sudah, aku mau mulai beresin ruang kerja kamu.” Indah menyerahkan ponsel Liam. Ia bergegas menuju meja konter di depan ruang kerja Liam, yang memang merupakan meja kerjanya.


Kepergian Indah diam-diam diperhatikan oleh Liam yang menatapnya waspada. Sebelum menjawab telepon, Liam yang melangkah buru-buru memasuki ruangannya, sengaja pamit kepada Indah sambil menabokk panttat istrinya itu.


Indah yang kebetulan memang memunggungi Liam, langsung terkejut sekaligus bergidik. Suaminya sudah naik level, mulai nakall dan tak segan melakukannya selain saat mereka sedang di kamar.


Tak lama setelah kepergian Liam, Fello menerobos masuk dan tak kalah membuat Indah terkejut dari ulah sang suami yang mulai naik level. Tak semata karena Fello langsung menatapnya dengan wajah marah, tetapi mengenai kontak Fello yang Indah ketahui tengah menelepon ponsel Liam.

__ADS_1


Terlepas dari semuanya, kini Indah juga merasa terganggu dengan sikap Fello. Senyum dan anggukan disertai tubuhnya yang agak membungkuk sebagai wujud dari rasa hormatnya, malah dibalas dengan sikap kasar. Fello menabrak sebelah bahunya hingga tubuh Indah agak mental. Indah yakin wanita itu sengaja karena sepanjang kehadirannya, Fello terus menatapnya dengan tatapan yang benar-benar mengerikan.


Si Fello kayaknya memang punya banyak masalah hidup, ya? Dari awal pertemuan, sikapnya beneran bengis bahkan mengerikan. Namun tunggu, bukankah dia juga yang merekomendasikan aku untuk menjadi sekretaris sekaligus asisten pribadi Liam? Pikir Indah. Ia berusaha melongok apa yang terjadi di dalam sana, tapi ia tak mau terlalu banyak tahu karena Indah sadar, terlalu banyak tahu akan membuatnya mendapatkan kemungkinan terluka lebih dalam.


“Namun bisa jadi, si Fello ini kecewa ke aku karena aku mendadak enggak ada kabar selama hampir satu minggu. Bisa jadi, Liam juga enggak mengabarkan pengunduran diriku kepada siapa pun termasuk kepadanya. Makanya pas lihat aku, dia yang merasa aku mempermainkan kesempatannya, semarah itu,” pikir Indah yang kemudian memutari meja konternya kemudian menyalakan laptop yang sudah tersedia di meja kerjanya. Mulai hari ini, demi profesionalitas, Indah akan menjadi istri rahasia suaminya sendiri.


“Eh, kok aku jadi khawatir, ya ke Liam? Itu si Fello sesongong itu. Jangan-jangan nanti suamiku digebukin lagi sama dia,” pikir Indah lagi yang refleks menoleh ke belakang. Namun, ia tak bisa melihat apa yang tengah terjadi di dalam sana. Dari pintu kaca pun, ia tidak melihat keberadaan Fello maupun Liam karena sepertinya keduanya ada persis di ruangan yang dihiasi meja kerja Liam.


“Aku sudah tahu semuanya,” ucap Fello yang tetap tidak mau duduk walau Liam sudah duduk di tempat duduknya yang mewah.


Liam yang melepas jasnya, menatap tak mengerti kepada Fello. “Yang mana?”


“Hubungan kalian. Hubungan kamu dengan wanita bisu itu!” sergah Fello marah.


“Namanya Indah Gayatri, dan dia istriku. Jadi, tolong jaga sikapmu!” tegas Liam mengoreksi anggapan sang istri.


Pembelaan Liam pada Indah makin membuat Fello kesal. “Apa salahnya aku memanggilnya wanita bisu? Mulut-mulutku, dia juga tidak memberiku makan apalagi menghidupiku!”


“Kalau cara pikir kamu masih begitu, ngomong saja sama tembok!” sergah Liam marah kepada Fello.


Fello mendengkus sebal kemudian melirik sengit Liam. “Sudah berapa kali ...? Kalian sudah melakukannya berapa kali? Sudah pakai gaya apa saja?”

__ADS_1


Liam membenarkan posisi duduknya. Ia meletakan kedua tangannya di pinggir meja kerjanya, menatap Fello penuh keseriusan. “Butuh banyak waktu untukku menceritakan semua itu karena semuanya memang terlalu mengasyikkan. Karena itu sekarang aku ingin tanya, ... Kapan kamu mau bercerai dariku karena aku benar-benar ingin menjadikannya sebagai nomor satu.”


Fello tahu semuanya baik-baik saja. Cuaca di luar juga sangat cerah layaknya wajah Liam yang terlihat sangat semringah khas pengantin baru pada kebanyakan. Hanya saja, pertanyaan Liam barusan tak ubahnya badai. Tak hanya dada Fello yang menjadi bergemuruh. Sebab di atas kepala Fello sudah seolah dipenuhi petir yang menyambar-nyambar sekaligus menggelegar.


__ADS_2