
***
"Bila cinta kepada sang kekasih bisa membuat orang depresi. Maka sudah ada banyak orang yang terperosok jatuh kedalam jurang, akibat tak bisa mengendalikan dirinya sendiri." (Ghumaisha)
***
"Kau terus mengeluhkan badanmu yang gemuk. Itu sebabnya semua meledekmu karena kau tak punya rasa percaya diri!" kata seorang pria, memasukan tangannya ke saku celana. Senyumnya terukir tipis. Bolehkah Ghu jujur, dia terlihat tampan di bawah sinar lampu yang temaram.
***
Ghumaisha terdiam, memandang wajah Ardian. Mengagumi ciptaan Tuhan. Merasa beruntung sekaligus sedih, melihat dirinya sendiri sangat berbeda jauh dengan Ardian. Tidak bisa menjadi wanita yang diinginkan pria itu. Apa ia benar-benar membuatnya malu?
"Kau sudah baikan?" tanya Ghu mengalihkan pembicaraan.
"Baik, aku tak sadar pingsan cukup lama. Yang kuingat terakhir kali melihatmu sedang sholat dan berdoa agar aku bisa meninggalkan status play boy ku." Ucap Ardian sambil mengingat-ingat kejadian terakhir sebelum jatuh pingsan. "Ah, satu lagi. Saat kau meninggalkanku sendirian dikamar karena marah."
Mata Ghu mendelik. Lalu berucap, "Kau menyebalkan, jadi kutinggalkan!" timpal Ghu ketus, tak peduli sekarang Ardian sudah ikut duduk disebelahnya.
Dagu Ardian terangkat angkuh. "Aku bicara apa adanya. Aku memang tampan dan menawan, kau juga mengakuinya, kan?" katanya percaya diri.
Ghumaisha berdecak," terserah mu saja!" jawabnya ketus." Lagian ... tidak semuanya bisa kau nilai dari kecantikan, hati lebih utama. Itu point terpenting,"
Ardian menjetikkan jari, " itu masalahnya! Karena aku tak tahu isi hati manusia, makannya melihat dari wajah. Bagiku manusia itu sama. Mereka punya dua sisi, baik dan buruk." Jelasnya, namun dihiraukan Ghumaisha.
"Memang kau bisa tahu isi hati manusia? Tidak, kan? Karena yang baik belum tentu baik, begitu juga yang jahat." Sambung Ardian mengungkapkan penilaiannya dari dulu tentang sikap manusia.
Ghumaisha menoleh. "Kalau begitu, untuk apa menikahiku? Kenapa kau tak menolak saat Oma memberikan tawaran itu?" Protes Ghumaisha, semakin bingung dengan jalan pikiran Ardian.
Dulu saat Oma memutuskan untuk menjodohkan mereka berdua, Ardian menolaknya habis-habisan. Namun beberapa hari kemudian, malah dengan senang hati ia menerimanya. Walau dengan wajah terpaksa.
"Karena aku memang harus menerimanya, "jawabnya santai.
Mulut Ghumaisha terbuka lebar, tak percaya akan jawaban simpel Ardian." Tidakkah, kau merasa kita telah mempermainkan pernikahan?"
"Kau ini banyak tanya sekali. Kau tahu sendirikan, kita difitnah melakukan hal buruk! Bagaimana aku bisa menolak tawaran Oma, bisa-bisa aku dibunuh Oma karena disebut cucu kurang ajar!" ucap Ardian, kesal terus ditanya-tanya.
"Kau bisa menjelaskannya, kalau itu salah paham. Ali sampai pergi kemesir, saat mengetahui kesalahpahaman ini. Dan kau! Malah menyebut kita pacaran! Kau benar-benar membuat hidupku jadi runyam!" cerocos Ghumaisha merasa frustasi dengan sikap Ardian kepadanya. "Bukankah, akan lebih baik. Kalau kita katakan sudah menikah saja?"
__ADS_1
Tangan Ardian terangkat kemudian memegang belakang kepala Ghumaisha, lalu menempelkan kening mereka berdua. Mata Ghu mengerjap-ngerjap terkejut akan tindakkan Ardian sekarang.
"Terus apa maumu? Kau ingin kita seperti suami-istri yang lain?" Goda Ardian.
"Ada berapa wanita yang kau perlakukan seperti ini?" tanya Ghumaisha.
"Kau tak akan bisa menghitungnya," jawab Ardian dan itu sukses menohok hatinya. "Aku ingin memelukmu, kata orang memeluk orang gendut seperti memeluk boneka beruang." Ngeles Ardian, walau sebenarnya ia membutuhkan sandaran.
Ardian menarik badan gempal Ghumaisha kedalam pelukannya. Tanpa disadari Ghu, air mata Ardian mengalir. Kepalanya dia tenggelamkan disela-sela leher istrinya yang ditutupi kerudung. Seandainya Ghu tahu berapa banyak luka yang ia derita. Mungkin dia akan menganggapnya sebagai pria malang didunia.
"Ardian ... "Ghumaisha mencoba mendorong Ardian, namun ditahannya. Akhirnya ia memilih membiarkan Ardian memeluknya lebih lama, bahkan tanpa sadar dia membalas pelukan suaminya.
"Maaf Ghumaisha, aku mencintai Tasya."
Seketika tangan Ghumaisha melemas jatuh ke lantai, sedangkan pelukan Ardian semakin erat takut Ghumaisha menjauh dari dirinya sekarang.
Mata Ghumaisha sudah berlinangan air mata.
"Jangan mencintaiku, Ghumaisha ... Karena aku tak akan pernah bisa mencintaimu. Cintaku kepada Tasya sudah menjadi daging dan darah pada hati dan tubuhku, sampai kapanpun tak akan ada yang bisa menggantikan posisi itu. Termasuk dirimu, juga wanita-wanita di luaran sana."
"Aku apa Ardian?" Ghumaisha terisak, sakit hati dengan penjelasan Ardian tadi.
Sedangkan sang bulan menutup diri, hingga memilih bersembunyi dibalik awan hitam. Biarlah hanya tuhan yang tahu apa yang akan terjadi selanjutnya antara kedua insan itu.
***
Tasya tersenyum kecil mengambil kitab suci Al-Qur'an yang selalu ia simpan di lemari kaca ruang tamu. Kitab suci sebagai awal dosanya kepada Ali, saat dimana dia mulai mengenal kata dusta.
"Maafkan aku Ali. Selama kau mencintainya, maka aku semakin keras untuk menjauhkan kalian berdua. Meski harus melakukan dosa sekalipun." Gumam Tasya mendekap Al-Qur'an pemberian Ali.
***
#Flas_Back
"Tasya, ini Al-Qur'an untukmu," kata seorang pria memberikan Al-Qur'an yang masih terbungkus plastik.
"Bukankah kau membelinya untuk Ghumaisha?" tanya Tasya gugup, walau dia mengambilnya dari tangan Ali.
__ADS_1
Ali tersenyum lembut, sejenak dia melihat koridor sekolah yang sepi. Kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celana sekolah berwarna abu, yaitu kotak kecil bewarna merah.
"Lihatlah? Aku akan memberikan ini kepada Ghumaisha," Ali mempelihatkan cincin berwarna emas dengan bahagia.
Tasya tersentak, memeluk Al-Qur'an dengan erat. Menyalurkan kesedihannya disana. Bibirnya tersungging tipis, walau dalam hati merasa getir tahu apa yang akan diucapkan Ali selanjutnya.
"Cincin? Untuk apa?" tanya Tasya pura-pura tak tahu.
Ali mengambil napas, tiba-tiba ia merasa gugup untuk menceritakan keinginannya kepada Tasya. Padahal mereka sudah bersahabat dari kecil.
"Aku ingin melamarnya. Tapi setelah Ghumaisha lulus sekolah," kata Ali gugup.
"Bukankah kau akan ke mesir setelah lulus? Lalu bagaimana bisa melamarnya?" tanya Tasya menahan tangis. Sebisa mungkin ia tak boleh terlihat sedih.
Ali melihat cincin dengan tulisan M. "Aku bisa melamarnya dulu. Ada pepatah yang mengatakan kalau menikah harus disegerakan dan jangan ditunda-tunda. Setelah menikah, aku bisa dengan tenang pergi ke Mesir. Kalau bisa aku akan membawanya kesana." Sudah sejak lama Ali menyusun rencana untuk melamar Ghumaisha. Namun sikap tak pekanya, terkadang membuat Ali merasa malu untuk membicarakan maksudnya kepada wanita itu.
"Oh, iya. Jangan beritahu Ardian. Aku khawatir dia syok mendengarnya, saat tahu aku menikahi musuhnya he he" pinta Ali terkekeh-kekeh. Tak sadar disisi lain ada wanita yang merasa sakit hati mendengar niatan baik Ali tadi.
***
Tasya berucap istighfar, mengingat akan kenangannya dulu. Dosa besar yang sudah ia lakukan untuk memisahkan Ali dan Ghumaisha. Mengorbankan satu hati demi membuatnya bisa bersama Ali.
"Maafkan aku Ardian. Tapi itulah cinta ... bila kau benar-benar mencintaiku, maka kau harus berkorban. Semoga kau mau memaafkan atas kesalahanku yang sudah memfitnahmu bersama Ghumaisha hingga membuat kalian harus menikah. Maaf ... " lirih Tasya menangis, memeluk Al-Qur'an semakin erat.
***
Didalam kamar terasa hening, kedua insan itu masih terlelap dalam tidur. Hingga mata Ardian terbuka pelahan, wajah cantik dengan rambut layaknya singa sudah ada dihadapannya. Bukannya menghindar, Ardian malah tersenyum. Merasa terganggu dengan poni istrinya, dia menyingkirkannya membiarkan wajah cantik istrinya terlihat sempurna.
"Terimakasih dan maaf Ghumaisha. Untuk kesekian kalinya aku sudah mempermainkanmu ... " ucap Ardian pelan, kemudian beranjak dari ranjang setelah memakai baju kamar mandi.
Mata Ghumaisha perlahan-lahan terbuka, setelah ardian memasuki kamar mandi. "Aku tahu Ardian ..." lirih Ghumaisha, air-mata menetes meratapi cintanya bertepuk sebelah tangan. "Kak Tasya memang cantik dan siapapun pasti menyukainya. Berbeda denganku yang kekurangan." Batin Ghu menangis.
Bersambung ...
Jangan lupa like and komentarnya kawan 😎😁
Kritik dan sarannya ditunggu, 😉
__ADS_1
Maaf kemarin banyak urusan didunia nyata, jadi nggak keburu post hehe