Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Terbongkar


__ADS_3

"Lebih baik Mas sama Pak Bowo duduk saja, biar masalah wanita, harus diurus juga dengan sesamanya," ucap Inah sembari berdiri dan mendekati pelayan tersebut.


"Kenapa, kamu enggak terima, jadi mau mu apa hah!" sambung Inah kembali dengan mendekat ke arah pelayan tersebut.


Sorot matanya yang tajam, menambah aura dingin yang dipancarkan oleh Inah, hingga pelayan yang marah kepadanya pun tampak begitu ketakutan.


"Ya, mau saya Anda jangan berkata yang tidak-tidak dan kau pikir aku takut, walaupun aku hanya pelayan, tapi pelayan begini juga masih ada harga dirinya," balas pelayan tersebut, namun tidak berani menatap ke arah mata Inah secara langsung.


"Oh, jadi masih ada harga diri ya, kupikir wanita murahan seperti mu sudah tak berharga lagi, sampai-sampai genit ke laki orang," pancing Inah dengan perkataan pedasnya yang membuat pelayan tersebut tersulut emosi dan langsung melayangkan tangannya hendak menampar Inah.


Belum sampai tangan tersebut ke pipi Inah, dengan sigap Inah langsung mencekal tangannya dan segera membalas dengan menamparnya keras.


Plak, suara keras yang dilayangkan tangan Inah ke pipi pelayan tersebut.


"Walaupun pekerjaan kita terbilang dibawah, tapi ingat harga diri tetap nomor satu, camkan itu!" tegas Inah dan kembali ke tempat duduknya.


Sedangkan Kenan dan Bowo yang melihatnya, hanya bisa menggelengkan kepalanya saja sembari bergidik ngeri melihat kemarahan Inah.


"Ternyata istriku kalau marah mengerikan juga ya," batin Kenan dalam hati.


"Oh iya, kenapa tidak dilanjutkan lagi pembicaraannya, silakan lanjutkan saja," imbuh Inah dan kembali Kenan dan Bowo melanjutkan pembicaraan tersebut, hingga beberapa menit tak terasa pembicaraan terkait kerja sama mereka dan tinggal tanda tangan dari keduanya.


Saat Kenan hendak menandatangani isi kontrak tersebut, dengan sigap Inah mengambilnya dari tangan Kenan dan mencoba membaca secara seksama lebih lanjut isinya.


Baru membaca setengah dari isinya, Inah dapat melihat keganjilan dari isi kontrak tersebut.


"Oh iya Pak Bowo, ini kenapa di point nomor tiga, jika terjadi kerugian atas dasar masalah bersama, kenapa hanya pihak ke dua yang menanggungnya, kenapa tidak dengan pihak pertama?" tanya Inah sembari mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Oh anu, itu karena pihak ke dua yaitu Pak Kenan mendapatkan keuntungan nya tiga puluh persen lebih besar dari perusahaan kami, sehingga jika tiba-tiba mengalami kerugian dalam proyek ini, ya maka yang menanggungnya adalah pihak ke dua, jadi seperti itu Bu," jawab Bowo dengan raut wajah yang tampak terlihat cemas.


"Oh jadi masih ada kemungkinan dari pihak Anda ada inisiatif untuk membuatnya rugi bukan, Anda pikir saya tidak tahu pola main Anda, jangan lupa Pak Bowo jejak digital Anda itu ada sama saya!" ucap Inah dengan dingin.


Sementara Kenan yang turut mendengarkan percakapan istrinya dengan lawan kerjanya, hanya bisa terperangah kagum, sebab baru kali ini dirinya melihat sisi ketegasan sang istri. Bukan hanya tegas saja, melainkan sangat jeli jika melihat sesuatu, termasuk melihat isi kontrak kerjanya.


"Maksud Anda apa ya Bu, jejak digital apa hah!" marah Bowo yang tak terima dituduh Inah yang tidak-tidak.


"Oh, jadi Anda belum mengakuinya ya, baiklah kita akhiri saja drama kita hari ini dan nah lihat sendiri bukti-bukti kejahatan Anda Pak," ucap Inah dan segera melemparkan beberapa lembar kertas kehadapan Bowo.


"Lihat dengan jelas, bagaimana bukti-bukti ini Pak Bowo, disini dengan jelas Anda menjebak korban dengan kerja sama bodong ini, selain itu minuman dan makanan yang anda berikan ini juga sudah Anda beri obat bukan, ck cara licik yang sama, dimana jika rekan kerja Anda telah meminumnya, kemudian wanita-wanita rendahan yang bekerja sebagai pelayan Anda langsung meniduri korban dan nanti Anda foto sebagai bentuk ancaman bukan," sambung Inah panjang lebar, sembari menatap tajam ke arah Bowo.


"Tidak, bagaimana dia bisa mendapatkan bukti ini," batin Bowo dalam hati.


"Sebenarnya siapa kamu, kenapa bisa mendapatkan semua ini?" tanya Bowo kepada Inah.


"Ck, jika sudah ketahuan ya seperti ini, selalu saja bertanya, siapa saya itu tidak penting yang paling penting intinya sekarang adalah serahkan diri saja ke kantor polisi," jawab Inah santai.


Sekali, dua kali bahkan tiga kali Bowo memanggil bawahannya, namun tak satu pun dari mereka yang menampakkan batang hidungnya hingga membuat Inah hanya bisa menatapnya dengan tatapan mengejek.


"Lebih baik kamu diam saja Bowo, mau memanggil anak buah pun percuma karena," terhenti ucapannya dan langsung mendekat ke arah telinga Bowo.


"Karena mereka semua telah mati dan telah dibantai oleh bawahan ku," bisik Inah tepat ditelinga Bowo, hingga membuat Bowo seketika berkeringat dingin.


Sebab sudah dipastikan kalau nasibnya saat ini telah berada di ujung tanduk.


Dengan tenaga yang tersisa, Bowo mencoba kabur dari acaranya sendiri, namun belum sempat dirinya kabur, Inah terlebih dahulu memukul tengkuk belakangnya hingga membuat Bowo tak sadarkan diri.

__ADS_1


"Selesai, akhirnya misi ku telah selesai," seru Inah dan setelahnya kembali duduk anggun di tempatnya.


Sementara itu, Kenan yang melihatnya hanya bisa speechless saja, sebab semua yang ia lihat di depannya seperti berada di film laga aksi saja dan tentu saja pemeran utamanya adalah istrinya sendiri.


"Sayang, ini benar-benar kamu kan?" tanya Kenan sembari menatap ke arah Inah dengan raut tidak percaya, sebab baru kali ini Kenan melihat wanita tangguh dan handal seperti istrinya.


"Ya, seperti yang kamu lihat Mas," balas Inah dengan santai.


Hingga tak beberapa lama kemudian, dari arah pintu luar, Reyhan dan anak buah Inah langsung masuk ke dalam ruangannya dan segera meringkus sang target utama yaitu Bowo.


"Kerja bagus Queen, akhirnya misi mu telah selesai," ucap Reyhan salut sembari memijat Queen nya dengan lembut.


"Tentu saja Rey, masalah mudah seperti ini sangat mudah sekali untuk aku selesaikan."


"Hmm, jadi bagaimana apa kamu mau membuka kedok mu Queen, dihadapan laki-laki itu," tunjuk Reyhan ke arah Kenan.


"Kedok apa Rey?" tanya Inah.


"Ck, kedok dirimu lah, kalau sebenarnya kamu adalah," terhenti ucapannya karena diinjak kuat kakinya oleh Inah.


"Tidak perlu tahu dan sana kamu pergi dulu Rey, karena aku masih ada urusan dengannya," imbuh Inah dan dengan segera Reyhan dan para bawahannya langsung ke luar dari ruangan tersebut.


Sekarang yang tersisa di ruangan private room, hanyalah Inah dan Kenan di ruangan itu dan tanpa aba-aba, Inah langsung mengatakan terkait dirinya yang ingin melepaskan ikatan pernikahannya dengan Kenan.


"Mas, karena semua misi ku selesai, maka aku juga harus menyelesaikan masalah rumah tangga kita juga dan aku paling malas dengan basa basi, jadi lanjut saja kalau sekarang aku ingin kita berpisah," ungkap Inah yang membuat Kenan melebarkan matanya.


Sebab, baru kemarin rasanya Inah memberikan kesempatan kedua kepadanya dan sekarang, malah dipatahkan dengan perkataannya yang sangat menyakiti hati, yaitu kata-kata tentang perpisahan yang artinya adalah perceraian dirinya dengan Inah.

__ADS_1


Sembari menunggu update, ayo baca karya teman author yang lain.



__ADS_2