
"Inah, laki-laki itu siapa, kenapa dia ada di sini?" tanya Kenan dengan menatap seorang laki-laki yang dibawa oleh Inah.
"Oh, itu adalah anak dari klienku Mas." Jawab Inah sekenanya saja.
"Klien, apa jangan-jangan kamu bekerja sebagai..."
"Jangan berpikiran buruk Mas, orang ini aku menyelamatkan dia kok dari para penjahat, oh iya ngomong-ngomong Mas ngapain ke sini?" tanya Inah yang mencoba untuk mencari pembicaraan lain, sebab dirinya tidak mau kalau Kenan, mencurigai dirinya dan tahu kalau ia adalah ketua mafia.
"Oh Anu, aku di sini hanya mau memberikan ini saja untuk kamu sayang," jawab Kenan sembari memberikan buket bunga dan juga coklat untuk Inah.
"I-ini untuk aku Mas? tumben sekali kamu memberikan aku barang-barang seperti ini." Ujar Inah heran, namun tetap saja dirinya menerima buket bunga dan coklat dari Kenan.
Hampir beberapa menit, Kenan berdiri di depan pintu, tapi tak kunjung juga Inah mempersilakan dirinya untuk masuk ke dalam, hingga Kenan berinisiatif sendiri masuk begitu saja dan langsung duduk di sofa.
"Oh iya, Mas boleh minta tolong buatkan kopi hangat ya sayang," ucap Kenan dengan lembut dan segera Inah langsung membuatkan kopi untuk Kenan.
Sementara itu, anak klien dari Inah yang melihat ada laki-laki yang mendekati wanita yang baru pertama kali ia sukai, dirinya langsung mendengus kesal. Sebab, harapannya untuk mendapatkan wanita yang menolongnya harus sedikit extra kerja keras, karena ada laki-laki lain yang sama seperti dirinya yang menginginkan wanita penolongnya ini.
"Hei, pria tua jangan sesekali kamu menyuruh wanita penolongku ya untuk membuatkan minuman mu itu, ingat wanita yang kamu suruh itu sebentar lagi akan menjadi kekasihku," ucap si anak klien yang langsung to the point mengatakan kalau Inah sebentar lagi akan menjadi kekasihnya.
__ADS_1
Mendengar hal itu, membuat gemuruh amarah Kenan langsung menyebar, apa lagi dengan jelas ia mendengarkan secara langsung kalau laki-laki yang ada dihadapannya ini, ingin menjadikan istrinya sendiri sebagai kekasih hati.
Dengan melangkahkan kakinya cepat, Kenan langsung memegang kerah laki-laki tersebut dan saat dirinya hendak melayangkan tangannya, tiba-tiba dari arah lain. Inah langsung menghentikannya dengan cara mencekal tangan Kenan dengan kasar.
"Apa-apaan sih kamu Mas, kenapa kamu mau memukulnya!" ucap Inah dengan marah, sebab jika terjadi sesuatu kepada anak kliennya, maka dapat dipastikan komisi yang akan ia dapatkan pasti akan terkena potongan.
"Itu, tadi laki-laki yang kamu bawa itu, dengan gampangnya berkata ingin menjadikan kamu sebagai kekasihnya sayang, padahal kan kamu tahu sendiri kalau kamu itu masih menjadi istri sah ku," jawab Kenan dengan panjang lebar menjelaskan duduk permasalahannya.
Setelah mendengarkan penjelasan dari suaminya, Inah lalu menatap ke arah anak klien yang tadi ia selamatkan, guna meminta penjelasan darinya.
"Sekarang, aku mau bertanya kepadamu, apa benar yang dikatakan oleh Mas Kenan, kalau kamu mau menjadikan aku sebagai kekasihmu?" tanya Inah dan dengan cepat, laki-laki tersebut langsung menganggukkan kepalanya.
"Iya, A-aku memang mau menjadikan kamu sebagai kekasihku, tapi kata dia, kamu itu adalah istrinya," jawabnya sembari menunjuk ke arah Kenan.
"Ternyata kamu adalah laki-laki yang jujur ya, tapi bagaimana kamu mau menjadikan aku sebagai kekasihmu, kalau aku saja tidak tahu siapa namamu." Pancing Inah yang membuat Kenan langsung membesarkan matanya, sebab sang istri bukannya marah kalau ada laki-laki lain yang menyatakan perasaannya, eh ini malah sepertinya Inah tampak begitu welcome kalau ada laki-laki yang menyukainya.
"Nama ku Beno Putra, panggil saja Beno," ucap Beno dan langsung menyodorkan tangannya ke arah Inah. Sedangkan untuk Inah sendiri, yang tiba-tiba saja disodorkan tangan kliennya kepadanya, mau tidak mau Inah menerima uluran tangan tersebut, sembari memperkenalkan dirinya sendiri.
"Oh, kalau begitu salam kenal Beno, namaku adalah Megan Brown, panggil saja Megan," balas Inah alias Megan yang langsung menerima uluran tangan dari Beno.
__ADS_1
Jangan ditanya bagaimana reaksi Kenan saat melihat interaksi keduanya, yang pasti Kenan langsung marah dan mencoba melepaskan kedua tangan itu, sebab rasa cemburunya sudah tidak bisa ia pendam lagi.
Dengan kekuatannya, akhirnya Kenan berhasil melepaskan tangan tangan mereka yang sedari tadi seperti membelit satu sama lain dan setelahnya, Kenan langsung mengambil tangan istrinya dan segera ia pegang dengan erat.
"Sayang, kamu kenapa sih terlalu welcome dengan laki-laki itu, tadi juga kenapa kamu mengenalkan namamu dengan nama samaran," kesal Kenan, tapi dirinya masih bisa mengendalikan diri dan berbicara lembut kepada Inah.
"Lah, kan aku memang memperkenalkan nama asliku kepadanya Mas, masak kamu tidak tahu sih kalau nama asliku adalah Megan Brown." Ujar Inah yang membuat Kenan mengerutkan keningnya, sebab setahunya nama istrinya ini adalah Inah Prasasti dan bukan Megan Brown yang seolah-olah namanya sedikit kebarat-baratan.
"Sayang, jangan bercanda dong, kan tidak mungkin .." terputus ucapannya, sebab Kenan baru mengingat kalau dulu dirinya sempat menyebut nama itu tepat saat ijab kabul dengan Inah.
"Ja-jadi, namamu itu, memang benar Megan Brown sayang," gugup Kenan sembari melirik ke arah Inah.
Saat Kenan melirik begitu dalam ke arah Inah, barulah dirinya melihat kalau memang istrinya tersebut, sepertinya memang ada sedikit wajah bule nya, ya walaupun sedikit. Sebab, wajahnya lebih di dominasi dengan wajah-wajah Asia.
"Iya memang benar Mas, begitu saja tidak tahu, kan nama Inah hanyalah nama samaran saja," kata Inah yang membuat Kenan kembali tercengang, sebab baru kali ini sang istri memberitahukan kepadanya tentang nama aslinya.
Entah berapa banyak lagi rahasia dari istrinya ini, namun Kenan percaya dan tetap cinta kepadanya. Sehingga masalah nama aslinya saja pun, tidak terlalu Kenan hiraukan.
"Ya, kalau begitu Mas minta maaf ya sayang, karena memang Mas tidak mengetahuinya, tapi ketahuilah cinta Mas kepadamu tetaplah besar, seperti biasanya," ucap Kenan dengan sedikit nada menggombal sehingga membuat Beno langsung mual seketika.
__ADS_1
"Huwek, rasanya aku mau muntah mendengarkan perkataan buaya satu ini" imbuh Beno sembari muntah yang dibuat-buat hingga Kenan meliriknya kembali dengan tatapan tajam.
"Ck, kalau muntah ya tinggal muntah saja, tapi jangan muntah di rumah istriku ya, karena Istriku jijik melihat ada muntahan di rumahnya, apa lagi yang muntah adalah laki-laki yang tak tahu malu," pedas Kenan yang memang ditunjukkan untuk Beno, sebab sampai saat ini juga, Kenan masih tidak suka melihatnya, apa lagi masih terngiang dipikirannya yang dengan gamblang mengatakan kalau dia menyukai istrinya sendiri.