
"Baiklah, Mas pasti akan datang sayang, oh iya tapi ada syaratnya, sebelum kamu resmi menjadi mantan istri, Mas mohon kamu pulanglah ke rumah kita, tolong sebagai permintaan terakhir Mas ya," pinta Kenan dengan nada rendahnya yang membuat si penelepon yaitu Inah tak kuasa menolaknya.
"Huh, baiklah Mas, tapi ingat ya Mas harus janji untuk mempermudah perpisahan kita."
"Iya sayang, Mas janji," balas Kenan dan setelahnya telepon langsung diputuskan oleh Inah.
Setelah selesai dengan telepon tersebut, Kenan langsung memikirkan berbagai cara mengambil hati Istrinya.
Ya, pengejarannya kali ini sepertinya tidak main-main, sebab Kenan hanya memiliki waktu satu Minggu sebelum sidang perceraiannya yang pertama di mulai.
Mendapatkan angin segar, ya walaupun tak sesegar bunga bangkai, namun dapat membangkitkan semangat Kenan, sebab dirinya menjadi terpacu untuk menyelesaikan pekerjaannya, sebelum sang istri tiba di rumahnya.
Saat hari baru menjelang siang, semua pekerjaan Kenan langsung selesai dan dirinya segera bergegas pulang.
Dengan senyuman yang selalu ia kembangkan, Kenan tak henti-hentinya bersenandung riang persis seperti seseorang yang telah memenangkan undian.
"Sebelum pulang, sepertinya aku harus membeli sesuatu, tapi apa ya kesukaan istriku," bingung Kenan yang masih memikirkan mau membeli apa untuk sang istri, ya selama menjalin pernikahan dengan Inah selama dua tahun, Kenan memang tak pernah menanyakan langsung terkait barang atau hal-hal lain yang ia inginkan.
Hingga dirinya kepikiran untuk menanyakan ke satu orang yang sepertinya sudah tahu seluk beluk istrinya yaitu Reyhan.
"Reyhan, ya aku harus menanyakan kesukaan istriku kepadanya, tapi bagaimana caranya aku bisa menanyakan ke dia, orang rumahnya pun aku tak tahu," frustasi Kenan saat memikirkan semuanya.
Hingga tak ada pilihan lain selain menggunakan instingnya untuk membelikan sesuatu barang yang jelas pasti digemari oleh sembilan puluh persen kaum wanita.
Kenan yang telah melajukan mobilnya dan tak sampai lima menit, akhirnya dia sampai ke tempat yang ia tuju, yaitu tempat berbagai brand kecantikan, mulai dari kosmetik, pakaian hingga aksesoris seperti tas dan sejenisnya.
"Ehem, permisi saya mau mencari sesuatu yang semua wanita suka, kira-kira mbak tahu enggak apa yang sering disukai wanita?" tanya Kenan.
__ADS_1
"Kalau menurut saya ya pak, wanita yang pertama disukai itu adalah uang, baru mungkin bisa sih tas, kalau Bapak ingin lihat tas nya, mari ikut saya," ajak sang pelayan toko tersebut ke ruangan yang telah berisikan berbagai macam merek tas terkenal.
Melihat berbagai macam tas, membuat Kenan bingung harus memilih yang mana, sebab semuanya tampak sama dimatanya.
"Duh Mbak, kalau sebanyak ini pilihannya saya bingung, coba Mbak pilihkan saja mana yang terbaik di antara semua tas ini," pinta Kenan kepada pelayan tersebut dan dengan sigap sang pelayan langsung mengambilkan satu tas yang terlihat sangat indah, apa lagi tas tersebut memang khusus dipajangkan di tempat tersendiri.
"Ini Pak, menurut saya selain bagus, juga ini limited edition, jadi hanya ada seratus pasang tas saja yang seperti ini, pasti istri Bapak langsung senang, sebab kebanyakan para wanita memang mengincar tas ini Pak," jelas pelayan tersebut yang membuat Kenan kembali mengembangkan senyumannya.
Segera, setelah mendapatkan tas tersebut, Kenan langsung membayarnya dan meminta dibungkus kan oleh pelayan tersebut dengan bungkusan kertas kado yang menarik.
Sembari menunggu, Kenan membayangkan kalau inisiatif nya membelikan tas untuk sang istri pasti langsung diterima baik olehnya dan segera setelah itu Kenan merencanakan untuk melakukan program hamil ke istrinya, agar istrinya tetap terikat dengannya.
Hampir beberapa menit Kenan membayangkan hal itu, tiba-tiba semuanya buyar saat pelayan memanggilnya.
"Pak, tas nya sudah siap ya, semoga istri Bapak suka," ujar sang pelayan dan segera Kenan menerima tas tersebut yang telah terbungkus cantik dan langsung bergegas pulang ke rumahnya.
Sementara itu, di sisi lain. Inah yang baru sampai di kediaman Kenan langsung merebahkan dirinya di atas kasur.
Baru merebahkan dirinya sejenak, Inah langsung terlelap dalam tidurnya. Hingga dirinya tidak sadar kalau sang suami yaitu Kenan telah kembali pulang.
Sedangkan Kenan yang baru sampai ke rumahnya, saat melihat sang istri merebahkan dirinya di kasur yang tak terlalu luas dibandingkan dengan kasur miliknya, hanya bisa tersenyum miris. Sebab, selama pernikahannya dua tahun, memang Kenan menyuruh Inah untuk pisah ranjang darinya.
"Ternyata dulu aku sangat bodoh sekali ya, sampai-sampai aku dibutakan dengan cinta yang semu bersama Jesika, padahal yang ada di hadapanku ini adalah istri sekaligus kekasih halal ku sendiri," gumam Kenan dan mencoba memindahkan istrinya ke kamar pribadinya.
Kenan yang secara perlahan mengangkat Inah, akhirnya berhasil ia pindahkan ke kamar pribadinya sendiri.
Sembari menunggu istrinya terbangun, Kenan ikut tertidur di samping sang istri dengan mendekap kan kepala istrinya di dadanya sendiri.
__ADS_1
"Ternyata, aroma tubuhmu sangat menenangkan sayang," ucap Kenan dan tak beberapa lama kemudian, akhirnya ia ikut terlelap tidur juga.
Saat hari telah menjelang sore, saat itulah Inah telah terbangun dari tidurnya.
Baru saja Inah hendak turun dari ranjangnya, tiba-tiba Inah sudah dikejutkan dengan lengan kekar yang memeluk tubuhnya sangat rapat.
Dengan sigap, Inah langsung melepaskan lengan tersebut dari tubuhnya, dengan cara menekuk nya hingga sang empunya meraung kesakitan.
"Aduh sakit, tolong lepaskan sayang!" teriak Kenan yang merasakan kesakitan luar biasa saat sang istri yang tiba-tiba menekuk lengannya sangat kuat.
"Eh maaf, aku pikir siapa tadi," ucap Inah dan segera melepaskan lengan Kenan yang ia tekuk kuat.
"Oh iya Mas, kenapa Mas bisa tidur di ranjang ku?" tanya Inah heran, sebab tidak pernah satu pun Kenan tidur di ranjang miliknya.
"Oh itu, bukan aku yang tidur di ranjang mu, melainkan kamu yang tidur di ranjang ku sayang."
"Hah, tidur di ranjang mu, tidak mungkin aku," terputus ucapannya dan segera Inah melihat ke segala sisi ruangannya dan benar saja, kalau ruangan ini bukanlah kamarnya sendiri, melainkan kamar milik Kenan.
"Oh iya, maaf kalau begitu aku pindah ke kamarku Mas," sambung Inah dan mencoba pindah ke kamarnya sendiri.
Namun, belum Inah melangkahkan kakinya untuk pergi dari kamar Kenan.
Tiba-tiba saja, tangannya langsung dicekal oleh Kenan.
"Sayang, untuk kedepannya kamu tidur di sini saja ya, selama seminggu ini kamu tidur di ranjang ku saja," ucap Kenan yang membuat Inah mengerutkan keningnya.
"Mas, kamu jangan becanda ya, tidak mungkin aku tidur di ranjang milikmu," balas Inah yang merasa tak suka dengan permintaan Kenan.
__ADS_1
"Please, seminggu ini saja sayang, aku janji kok enggak akan melakukan hal yang aneh-aneh kepadamu." Mohon Kenan dengan nada rendahnya.