
Setelah serangkaian dinner tersebut yang selalu mendapatkan banyak kejutan tak terduga dari mantan suaminya. Maka, sekarang waktunya untuk Megan dan Kenan pulang.
"Sayang, besok kita jalan-jalan ya, ada satu tempat yang ingin Mas tunjukkan untukmu," imbuh Kenan pelan sembari menatap lurus karena fokus berkendara.
"Kalau besok belum tentu bisa Mas, karena aku ada urusan yang lain," tolak Megan dengan halus yang membuat Kenan hanya bisa pasrah saja. Sebab, jika memaksakan kehendaknya yang ada malah Megan merasa malas bersama dengannya lagi.
Setelah pembicaraan tersebut, keduanya saling terdiam, dimana saat ini Kenan fokus dalam menyetir mobilnya dan Megan yang fokus dengan ponselnya.
Saat di pertengahan jalan yang terlihat sepi, tiba-tiba saja di tengah-tengah jalan, mereka dihadang oleh sekelompok orang yang tak dikenal.
Kelompok tersebut terdiri dari lima orang dan di setiap lengannya terdapat tato berlambangkan elang.
Melihat hal tersebut, otomatis Kenan langsung menghentikan mobilnya dan menyuruh Megan untuk tetap berada di dalam mobilnya.
"Sayang, kamu di dalam saja ya, biar Mas yang mengatasi mereka," ucap Kenan yang saat ini terlihat sedikit bergetar. Ya, bagaimana tidak bergetar kalau lawan yang akan dihadapinya memiliki badan besar nan kekar. Tentu saja, siapa yang menghadapinya akan ketar ketir, apa lagi jumlahnya lima orang yang akan dihadapi.
Jebret, suara Kenan menutup pintu mobilnya dengan sedikit keras dan langsung melangkah mendekati orang-orang yang menghadang jalannya.
Dengan mencoba peruntungan dan keberanian yang ada, Kenan dengan tegas menanyakan terkait sekelompok orang yang menghadang jalannya.
"Ehem, permisi saya mau bertanya, kenapa kalian menghalangi jalan saya pulang?" tanya Kenan dengan suara yang dibuat-buat tegas.
Mendengar perkataan Kenan, sekelompok orang itu hanya tertawa saja dan langsung bersiap-siap menghajar Kenan.
"Ck, kalau kami menghalangi jalanmu, berarti kami tidak ingin mengambil beberapa barang berharga milikmu, dasar lelaki bodoh!" jawab salah satu dari mereka dengan keras, namun tak lupa dengan nada yang terkesan menghina.
Tanpa ba-bi-bu, sekelompok laki-laki tetap itu langsung menyerang Kenan yang hanya seorang diri.
__ADS_1
Buk, bak, plak dan beberapa suara renyah yang lain yang terdengar sangat jelas. Suara tersebut adalah suara mereka yang memukul Kenan dengan keras.
Sementara itu, Megan yang melihat kalau mantan suaminya sudah digebukin dengan sekelompok laki-laki tersebut, langsung bertindak cepat.
Megan keluar dengan membawa senjata api kesayangannya dan melesatkan tembakannya tepat di beberapa bagian vital sekelompok laki-laki itu.
Dor.
Dor.
Dor, suara tembakan dari senjata api yang dipegang oleh Megan. Dengan lihai nya Megan berhasil menghabiskan lima peluru untuk lima orang laki-laki itu.
Bruk, suara sekelompok laki-laki yang langsung terjatuh begitu saja dengan simbahan darah.
"Huh selesai," ucap Megan sembari meniup ujung senjata apinya.
"Sa-sayang, tadi itu beneran kamu?" tanya Kenan yang menatap ke arah Megan dengan tatapan ketidak percayaan.
"Ya seperti yang kamu lihat Mas, ya sudahlah Mas kita lanjut pulang saja, kan mereka sudah tidak menghalangi jalan kita lagi," ucap Megan dan kembali masuk ke dalam mobil Kenan.
Sedangkan untuk Kenan sendiri, juga ikut mengekor Megan dan masuk ke dalam mobilnya dengan langkah yang begitu tertatih-tatih.
"Mas, kalau kamu tidak kuat menyetir nya, biar aku saja yang membawa mobilnya ya, karena aku lihat kamu sepertinya kesakitan," ujar Megan yang langsung dibalas gelengan kepala oleh Kenan.
"Tidak apa-apa sayang, ini hanya luka kecil saja kok, bagi seorang pria ini luka tidak ada apa-apa nya," balas Kenan yang membuat Megan hanya bisa mencebikan bibirnya saja.
Sebab Megan tahu, kalau saat ini Kenan tengah menahan rasa sakitnya. Namun, karena gengsinya yang begitu besar, membuatnya menutupi semuanya dari Megan.
__ADS_1
"Ck, sok kuat, lihat saja enggak lama lagi pasti mengeram kesakitan dia," batin Megan dalam hati dan benar saja, baru beberapa menit Kenan kembali melajukan mobilnya, tiba-tiba saja dia berteriak kesakitan.
"Aduh sakit!" ucapnya sembari memegang perut bagian bawahnya, sehingga dengan tiba-tiba Kenan langsung menghentikan mobilnya.
"Nah kan, baru juga dibilang, ya sudah biar aku saja yang mengendarai mobilnya Mas, kita ganti arah saja ke rumah sakit terdekat," kata Megan dan langsung merubah posisi tempat duduknya dengan Kenan.
Dengan santai, Megan langsung melajukan kecepatan mobilnya di atas rata-rata, bahkan sampai membuat Kenan panas dingin, sebab mantan istrinya membawa mobilnya seperti ada maksud tersembunyi, ya mungkin saja sang mantan istri ingin sehidup semati dengannya.
Disaat melajukan mobilnya, Megan terkadang sedikit melirik ke arah Kenan yang terlihat berkeringat. Dalam pikir Megan, mungkin Kenan berkeringat karena tengah menahan sakit yang dideritanya akibat pukulan dari sekelompok orang.
Padahal, apa yang dipikirkan Megan sangat berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan oleh Kenan, sebab Kenan berkeringat dingin karena akibat dari Megan yang membawa mobilnya seperti seorang ghost rider.
Selama lima belas menit menempuh perjalanan ke rumah sakit, akhirnya mereka sampai juga dan saat sampai dengan selamat, Kenan langsung mengucap rasa syukurnya. Sebab, nyawa satu-satunya masih bisa terselamatkan.
"Syukur aku masih selamat," kata Kenan pelan yang masih bisa didengar oleh Megan.
"Ya jelaslah Mas selamat, orang cuma dipukuli begitu saja kok, kan lukanya enggak terlalu parah juga," timpal Megan yang masih tidak sadar, kalau Kenan mengucapkan kata selamat karena dirinya selamat dari mobil yang dikendarai olehnya.
Tak mau berlama-lama, akhirnya Megan langsung menuntun Kenan untuk masuk ke dalam rumah sakit, agar segera diberikan pengobatan langsung oleh sang ahlinya yaitu dokter.
"Dok, segera periksa ya suami saya, eh ralat maksudnya mantan suami saya, soalnya tadi dia digebukin oleh sekelompok orang," ceplos Megan yang langsung dibalas anggukan oleh dokter yang akan mengobati Kenan.
"Iya Bu, segera saya akan mengobati pasien," balas sang dokter dan langsung menginstruksikan untuk membawa Kenan ke dalam ruangannya.
Perlahan namun pasti, dokter tersebut tampak mengobati luka-luka Kenan dengan teliti. Hingga, hanya beberapa menit akhirnya Kenan selesai diobati oleh dokter tersebut.
"Nah selesai, sekarang Bapak sudah selesai saya obati dan nanti saya akan meresepkan obat untuk luka luar bapak yang memar-memar ya," jelas dokter yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Kenan dan juga Megan.
__ADS_1
"Syukurlah, kamu tidak sampai di opname Mas, berarti kamu bisa pulang ke rumah dan oh iya, biar aku saja ya Mas yang mengantarkan kamu pulang," kata Megan yang membuat batin Kenan meringis, karena nantinya dia akan merasakan kembali bagaimana mantan istrinya ini mengendarai mobilnya kembali dengan cosplay menjadi ghost rider.