
Keesokan harinya, benar saja Megan langsung memperbaiki kaca mobil milik Kenan yang telah rusak oleh ulah dari genk motor suruhan Gerald.
Melihat bagaimana tukang perbaiki kacanya, dapat Megan simpulkan kalau biaya yang akan dikeluarkan tidaklah sedikit.
"Huh, sial gara-gara tadi malam akhirnya uangku keluar juga untuk memperbaiki mobil Kenan," gerutu Megan kesal. Sebab, uang yang dia miliki yang memang akan dia tabung, akhirnya berkurang juga nominalnya.
Saat Megan memikirkan semua itu, tiba-tiba saja Kenan datang menghampirinya yang entah muncul dari mana.
"Sayang, kamu kok bisa ada di sini?" tanya Kenan dengan sedikit mengerutkan keningnya. Sebab, dirinya bisa pas pasan dengan mantan istrinya sendiri di bengkel mobil.
"Oh itu Mas, ini aku sedang memperbaiki kaca mobilmu yang tadi tidak sengaja ditabrak oleh orang," kilah Megan berbohong, sebab jika dirinya berbicara dengan jujur, maka dapat dipastikan kalau Kenan akan mencampuri urusannya.
"Oh begitu sayang, kalau begitu biar Mas saja yang membayar biaya perbaikannya, karena yang paling penting kamu baik-baik saja sayang, Mas juga tidak terlalu memikirkan mobil itu," tunjuk Kenan ke arah mobil yang kacanya sedang diperbaiki oleh pekerja yang ada di bengkel tersebut.
"Benarkah Mas? Kalau begitu Megan sangat berterima kasih ke Mas karena akhirnya tabungan ku tidak berkurang sama sekali," kata Megan dengan berterus terang yang membuat Kenan terkekeh sendiri jadinya. Sebab sang istri langsung ceplas-ceplos terkait masalah yang tabungannya.
"Iya sayang benar, kalau perlu pun Mas tambah uangmu, asalkan kamu mau menikah dengan Mas lagi," canda Kenan sembari melirik Megan dari bawah hingga atas.
Alhasil, lirikan Kenan membuat Megan langsung memukulnya dengan sedikit keras. Ya, Megan memukulnya dengan sedikit keras yang membuat Kenan langsung merasakan nyeri sampai di ulu hatinya. Apa lagi, bekas-bekas luka keroyokan tadi malam masih ada tersisa di tubuhnya.
Kenan meringis dan tanpa sadar sedikit mendesis sakit yang membuat Megan langsung mengkhawatirkannya.
__ADS_1
"Mas, kamu baik-baik saja kan, maaf ya tadi aku memukulnya terlalu sedikit keras," ucap Kena dan langsung memeriksa tubuh Kenan, hingga jarak diantara keduanya sangatlah dekat dan hanya menyisakan beberapa centimeter saja untuk saling menyentuh satu sama lain.
Dag, dig, dug dan serr, seperti itulah irama jantung Kenan saat ini, apa lagi jarak yang terlalu dekat dengan mantan istrinya lah yang membuat Kenan sulit untuk mengontrolnya.
Hanya diam dan membeku sembari menatap wajah cantik Megan lah yang sekarang ia lakukan. Padahal, sebelum mantan istrinya mendekat, Kenan masih merasakan rasa sakit akibat pukulan yang sedikit keras yang dilakukan oleh Megan.
Hingga beberapa menit kemudian, barulah Kenan tersadar saat Megan mulai memanggilnya.
"Mas, kamu tidak apa-apa kan, soalnya aku lihat perban yang menutupi luka ditubuhnya terlihat basah dan Megan pikir, pasti itu adalah darah yang keluar Mas," jelas Megan yang membuat Kenan hanya mengangguk saja.
"Sayang jadi Mas harus bagaimana, apa Mas kembali membalutnya dengan perban yang baru?" tanya Kenan dan langsung diangguki kepala oleh Megan.
"Tapi sayang, bagaimana Mas menggantinya, tangan Mas tidak sampai membalutnya ke belakang, selain itu juga jika Mas banyak bergerak, akan membuat darahnya mengucur deras," sambung Kenan.
Megan lalu mengambil kotak obat yang ada di dalam mobil milik Kenan, yang ternyata memang telah tersedia berbagai jenis obat hasil resep dari dokter kemarin dan juga beberapa perban yang masih terlihat menggulung.
Setelah mengambil satu gulungan perban, lalu Megan kembali ke arah Kenan dan segera mengganti perbannya dengan perban yang baru.
Dengan teliti, Megan mengganti perban Kenan dengan yang baru dan setelahnya ia balutkan secara perlahan-lahan ke bagian tubuh Kenan yang memang lukanya masih basah.
Apa lagi, terlihat terbuka lebar luka tersebut karena ulah Megan yang tidak sengaja memukul Kenan dengan sedikit keras.
__ADS_1
"Nah sudah selesai Mas, nanti kalau mau minta digantikan perban lagi, telepon aku saja Mas," kata Megan yang membuat Kenan langsung mengangguk senang, karena momen seperti ini sangatlah langkah.
Karena walaupun ia terluka, tapi menurutnya luka ini lah yang membawanya keberuntungan, sebab gara-gara luka tersebut dirinya bisa lebih dekat lagi dengan mantan istrinya.
"Terima kasih ya, sayang atas perhatian mu, Mas jadi senang melihatnya dan andaikan dulu Mas tidak berbuat jahat kepadamu, pasti kita sekarang masih menjadi sepasang suami istri," ucap Kenan pelan dan terlihat guratan raut penyesalan yang tampak di wajahnya.
"Sudahlah Mas, masa lalu biarlah masa lalu, kalau kamu memang menyesal dan ingin memperbaiki semuanya, maka lakukanlah dari pada hanya sekedar menyesal tanpa disertai dengan tindakan yang nyata," nasihat Megan dan Kenan tersenyum mendengarnya.
Apa lagi kata-kata milik Megan, menjadi penyemangat untuknya dalam menaklukkan hati mantan istrinya sendiri.
Masih dalam suasana berduaan dengan sang mantan istri, tiba-tiba tukang bengkel langsung membuyarkan semuanya.
"Ehem, maaf Bapak dan Ibu, itu saya mau kasih tahu kalau mobilnya sudah selesai saya perbaiki ya," ucap sang tukang yang langsung mendapatkan tatapan horor dari Kenan karena waktunya berduaan dengan mantan istrinya sendiri jadi terhambat gara-gara si tukang kaca tersebut.
"Eh, A-anu kalau begitu saya permisi dulu ya Pak dan Bu," sambungnya kembali dan segera pergi dari hadapan Megan dan juga Kenan.
"Mas, karena kamu yang sudah berniat membayarkan, kalau begitu berarti aku bisa segera pergi kan Mas, karena masih ada urusan yang sangat mendesak."
"Iya sayang, ini Mas akan membayarnya biayanya, ya sudah kalau kamu mau pergi, tapi hati-hati ya di jalan," balas Kenan yang kemudian mengelus kepala Megan dan saat Kenan ingin mencium dahinya, tiba-tiba Megan langsung pergi begitu saja dengan membawa mobil Kenan yang telah diperbaiki.
"Aishhh, sayang sekali padahal hanya tinggal beberapa centimeter lagi aku bisa mencium dahinya, tapi ya sudahlah, setelah aku kembali mendapatkan hatinya juga bukan cuma dahi saja yang aku dapatkan, tapi keseluruhannya," batin Kenan dan setelah itu langsung membayar biaya perbaikan kaca mobilnya.
__ADS_1
"Ini ya uang perbaikan kacanya dan oh iya satu lagi, kalau masih ada orang yang sedang berduaan, jangan kamu ganggu ya, karena pelanggan juga butuh privasi sendiri, ingat kepuasan pelanggan itu nomor satu!" tekan Kenan sebelum pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Iya Pak, Maaf lain kali saya tidak akan mengganggu kepuasan pelanggan lagi," imbuhnya pelan sembari menunduk ke bawah karena sedari tadi, Kenan masih menatapnya dengan tatapan horor.