Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Melenyapkan Kenan dan Inah


__ADS_3

Setelah mendapatkan apa yang ia mau, kemudian Inah dan Kenan langsung bergegas kembali pulang, sebab sedari tadi Kenan tampak terus merengek persis seperti anak bayi, karena tidak kuat melihat tempat perdagangan gelap tersebut.


Bagaimana Kenan kuat, kalau ternyata yang dijual selain senjata api, juga berbagai organ manusia yang tampak sangat menjijikkan dimatanya.


"Sayang, sebenarnya kamu mengenal tempat itu dari mana sih, kok bisa kamu mendapatkan tempat yang sangat menakutkan itu?" tanya Kenan menatap ke arah istrinya.


"Oh itu, hanya tahu dari internet saja kok Mas, lagi pula itu tidak menakutkan Mas, hanya tempat dagang biasa saja," jawab Inah sembari fokus mengendarai mobilnya.


"Huh, kalau itu dia bilang biasa saja, berarti ada yang lebih mengerikan lagi dong," batin Kenan dalam hati.


Sebenarnya, Kenan ingin menanyakan juga terkait barang yang diinginkan istrinya itu, yaitu senjata api, tapi melihat fokusnya berkendara, membuat Kenan mengurungkan pertanyaan tersebut.


Sebab, takutnya jika perasaan sang istri menjadi buruk dan berubah saat mendapatkan pertanyaan itu, takutnya Kenan akan di dor oleh senjata yang baru dibeli istrinya.


Ya kali, belum menikmati indahnya surga dunia bersama sang istri, eh malah langsung log out dari dunia.


Setelah sampai di rumah, Inah terlebih dahulu menyimpan senjatanya di tempat yang bahkan tak terjangkau oleh Kenan, sedangkan untuk Kenan sendiri, dirinya langsung membersihkan tubuhnya, sebab sekujur tubuhnya telah bau keringat karena ketakutannya di tempat perdagangan gelap.


"Huh, pokoknya aku tidak akan pernah mau kembali lagi ke tempat menyeramkan itu," batin Kenan sembari membersihkan diri di kamar mandi.


Setelah semuanya telah selesai dengan kegiatannya masing-masing, sekarang waktunya bagi Kenan dan Inah untuk tidur.


Di momen seperti inilah, Inah merasakan bahwa pertama kalinya dalam hidup tidur seranjang bersama dengan pria lain, sehingga terlihat dari wajahnya yang begitu tampak ragu, bahkan keraguannya terlihat sekali di mata Kenan.


"Sayang, kenapa kamu belum tidur, apa karena ada aku ya?" tanya Kenan.


"Ya, selain ada kamu juga karena aku belum terbiasa tidur seranjang dengan laki-laki lain," jawab Inah ketus yang membuat dimata Kenan bahwa istrinya sangatlah imut.


"Duh, kalau begitu Mas senang dong sayang, berarti kamu selalu menjaga kehormatan mu, kira-kira kapan ya kita buka bersama," goda Kenan dengan mengedipkan sebelah matanya.


"Buka bersama, siapa yang mau buka bersama denganmu Mas, orang kita saja sebentar lagi mau cerai, jadi ya enggak ada kata buka bersama, ingat itu!" tegas Inah dan setelahnya merebahkan diri dengan memunggungi Kenan dari belakang.


"Duh, sepertinya aku memang harus segera melakukan siasat lain, agar istriku ini tetap bersamaku," batin Kenan dan setelahnya ikut tidur dengan menghadap ke arah punggung Inah.

__ADS_1


Keesokan harinya, setelah tadi malam melakukan tidur bersama untuk pertama kalinya, maka sekarang juga untuk pertama kalinya Kenan makan bersama dengan Inah.


Ya, hari ini Kenan memulai untuk menjadi suami yang baik bagi Inah istrinya, sehingga dengan ia melakukan ini, semoga Inah merubah keputusannya untuk tidak menceraikannya.


"Sayang, ternyata masakan mu ini sangatlah enak, ini aku sampai harus dua kali tambah," puji Kenan untuk Inah.


"Ya jelas enak lah Mas, makannya selama ini jangan hanya tahunya mengejek saja tanpa merasakan makanan ku ini, jadinya ya gitu, terlambat merasakan masakan ku yang lezat ini," sindir Inah yang membuat Kenan tersenyum kikuk.


Setelah selesai menghabiskan makanannya, lalu Kenan pamit kepada Inah untuk bekerja.


"Sayang aku pamit kerja dulu ya," ucap Kenan dan setelah itu, mencuri ciuman dari Inah.


"Mas, kenapa kamu ambil first kiss ku sih, awas kamu ya kalau pulang, habis aku tembak dengan senjata yang aku beli kemarin!" teriak Inah kencang yang membuat Kenan langsung lari ketakutan.


"Duh, pasti udah kabur tuh orang, sudahlah sekarang aku fokus sama kamera pemantau ku saja," gumam Inah dan segera menyalakan ponselnya yang terhubung langsung dengan kamera pengintai di markasnya.


Baru Inah menyalakan kamera pengawasnya, tiba-tiba saja Inah dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita yang sangat familiar dilihatnya.


Jika Inah sedang memantau markasnya yang ternyata ada Jesika, maka berbeda dengan Jesika yang saat ini menunggu seseorang di markas Inah.


Dimana, tujuan Jesika berada di markas itu adalah untuk meminta bantuan melenyapkan Kenan dan juga Inah.


Jika ada yang bertanya, apakah Jesika tahu kalau pemilik markas itu sebenarnya adalah Inah, maka jawabannya adalah tidak, karena dirinya mendapatkan info markas itu dari orang-orang terdekatnya yang bahkan tidak tahu siapa sang ketua mafianya di markas tersebut.


"Permisi, apa di sini menerima layanan jasa Pak?" tanya Jesika kepada salah satu bawahan Inah yang ternyata adalah Reyhan.


"Ya, kami menerima layanan jasa, memangnya ada apa Anda ke sini nona?" tanya Reyhan.


"Oh anu, saya ke sini karena ingin meminta tolong kepada Anda dan yang lainnya untuk melenyapkan nyawa dua orang ini," jawab Jesika sembari mengeluarkan foto Inah dan Kenan.


Foto yang dikeluarkan Jesika, berhasil membuat Reyhan terkejut, sebab target yang mau dilenyapkan adalah kakak angkatnya sendiri sekaligus sang Queen mafia di tempat ini.


"Tunggu, Anda tidak salah orang kan nona?" tanya Reyhan meminta kejelasan kepada Jesika.

__ADS_1


"Tidak Pak, benar mereka berdua yang ingin saya lenyap kan, karena mereka berdua telah berbuat jahat Pak kepada saya, bahkan nyawa saya pun terancam akibat dua orang ini," kilah Jesika sembari mengeluarkan air mata buayanya.


Bukannya Reyhan terharu melihat Jesika menangis, tapi malah Reyhan hanya menggelengkan kepalanya saja dan tersenyum aneh, sebab wanita yang ada dihadapannya ini ternyata adalah orang bermuka dua, karena tidak mungkin Queen nya melenyapkan nyawa seseorang kalau orang itu tidak dulu mengganggunya atau orang itu ternyata adalah penjahat.


"Huh, baiklah nanti akan kami lakukan penindakan, tapi sebelum itu tolong Anda tulis alamat dan juga nomor ponsel Anda, siapa kami gampang menghubunginya."


"Baiklah, saya akan meninggalkan nomor telepon saya, sebelumnya terima kasih banyak Pak, pokoknya saya tunggu kabar baiknya."


"Hmm," balas Reyhan dengan gumam kecilnya.


Setelah mendapatkan perintah konyol dari kliennya, Reyhan langsung menelepon Queen nya untuk memastikan kliennya ini.


Tut.


Tut


Tut.


"Halo Queen," sapa Reyhan.


"Ya, halo Rey, ada apa kamu menelepon ku?" tanya Inah.


"Anu Queen, tadi ada klien baru kita, tapi dia aneh karena," tidak melanjutkan perkataannya.


"Karena dia ingin melenyapkan aku bukan Rey?" tanya Inah balik.


"Iya Queen, dia meminta saya untuk membantunya melenyapkan Queen," jelas Reyhan yang membuat Inah tertawa keras dari seberang teleponnya.


"Halo Queen, Anda lagi sehat kan?" tanya Reyhan kembali.


"Ya sehat dong Rey, oh iya karena dia ingin meminta kamu melenyapkan aku, maka aku punya rencana agar membuatnya senang, jadi kamu nanti hanya turuti perintah ku saja Rey," jawab Inah yang kemudian Reyhan mengiyakan perkataan Queen nya.


__ADS_1


__ADS_2