
Hampir beberapa jam, Beno di rumah istrinya. Membuat Kenan melihatnya sangatlah jengah, apa lagi dirinya dapat melihat bagaimana gigihnya usaha Beno untuk mencari perhatian istrinya sendiri.
"Megan, ada yang bisa dibantu, kalau memasak sepertinya aku bisa, sini biar aku saja yang memasak makanan kita," ucap Beno kepada Inah alias Megan.
Dengan segera, Megan pun memberikan spatula nya kepada Beno dan langsung Beno memasaknya, persis seperti chef yang handal.
Melihat bagaimana Beno begitu sigap saat membantu istrinya memasak, membuat Kenan kembali merasa cemburu melihatnya dan sekarang dirinya juga ikut-ikutan untuk membantu sang istri memasak.
"Sini, biar aku saja yang membantu istriku memasak, sedangkan kau duduk saja di sana," kata Kenan yang langsung mengambil spatula milik Beno, hingga terjadi saling tarik menarik spatula antara Kenan dengan Beno yang memang diantara keduanya, tidak ada yang saling mengalah.
Melihat keduanya saling memperebutkan spatula, membuat Megan akhirnya langsung melerai keduanya dan sekarang malah keduanya diberi masing-masing spatula olehnya.
"Ini untuk kalian berdua, jadi kalian tak perlu berebutan spatula itu, nah sekarang kalian masaklah bersama-sama, sedangkan aku mau kembali duduk di ruang tamu sembari menonton televisi," ujar Megan yang langsung memberikan masing-masing spatula kepada Kenan dan Beno.
"Ih sayang, kalau begitu biar Mas temani kamu menonton ya, biar urusan masak memasak kita serahkan kepada Beno, kan dia memang juaranya kalau memasak, apa lagi aku melihatnya seperti seorang chef handal," balas Kenan yang segera menarik tangan Megan dengan lembut menuju ke ruang tamu dan meninggalkan Beno seorang diri di dapur.
Beno yang melihat bagaimana liciknya Kenan, hanya bisa mendengus kesal saja, sebab acara dirinya berduaan bersama dengan Megan, akhirnya pupus sudah setelah diganggu oleh Kenan yang mengaku-ngaku sebagai suami dari wanita dambaan hatinya.
Sekitar beberapa menit, akhirnya masakan yang telah dimasak oleh Beno jadi juga dan dirinya langsung menghidangkan masakan nya ke ruang makan.
"Megan, ayo kita makan, karena masakan yang aku masak sudah matang," ajak Beno yang membuat Megan langsung bergegas menuju ke ruang makan.
Sadar tidak sadar, Megan telah meninggalkan Kenan seorang diri di ruang tamu, sehingga membuat Kenan kembali dilanda cemburu buta, sebab dengan santainya malah Megan menerima ajakan Beno untuk makan berdua saja.
Tak mau melihat Beno yang modus ke istrinya, segera Kenan menuju ke ruang makan.
Baru sampai di ruang makan, Kenan melihat kalau Beno langsung modus ke istrinya dengan cara mengambilkan makan untuk istrinya sendiri.
__ADS_1
"Sini, biar aku saja yang mengambilkan istriku makan," sahut Kenan dan segera mengambil piring dari tangan Beno.
Dengan raut kesalnya, Kenan lalu mengambilkan berbagai lauk pauk dan sayuran untuk Megan istrinya.
"Ini sayang, kamu makan yang banyak ya," ucap Kenan yang tersenyum ke arah Megan.
"Terima kasih Mas, tapi yang mas ambilkan ini terlalu banyak untukku, jadi lebih baik aku mengambil makan ku sendiri saja dan ini Mas makan sendiri ya," tolak Megan saat melihat gundukan makanan yang disuguhkan Kenan untuknya.
Melihat gundukan makanan itu, membuat Megan langsung memegang perut kecilnya, sebab dapat dipastikan kalau gundukan makanan itu pasti tidak akan bisa ia habiskan.
Reaksi penolakan Megan, ternyata membuat Beno langsung tersenyum senang, sebab apa yang dilakukan oleh pesaingnya yaitu Kenan, berakhir dengan sia-sia.
"Heh, rasakan itu, sudah tahu perut wanitaku kecil, masak ia disuruh makan gundukan makanan itu," batin Beno dalam hati yang tak lupa menampilkan senyuman mengejek ke arah Kenan.
Merasa Kenan diejek begitu saja oleh Beno, membuatnya marah sebab laki-laki itu berani sekali mengejeknya dihadapan istrinya sendiri.
Saat situasi sudah tidak kondusif lagi, Megan lalu menengahi keduanya dan hingga tak beberapa lama, akhirnya sang klien datang juga ke rumah Megan.
Tok.
Tok.
Tok.
Ceklek, suara pintu yang dibuka oleh Megan.
"Akhirnya Anda datang juga Pak, silakan masuk dan lihat anak Bapak sendiri," ucap Megan dengan tersenyum ke arah kliennya, sebab bau-bau uang sebentar lagi akan menghampirinya.
__ADS_1
"Nak, akhirnya kamu terbebas juga dari penyekapan itu," ujar Pak Joko yang langsung memeluk Beno anaknya, hingga membuat Beno pun langsung membalas pelukan ayahnya.
"Maafkan Ayah ya Nak, selama ini Ayah kurang memperhatikan kamu, sehingga sampai-sampai kamu disekap pun Ayah tidak bisa sendiri membebaskan kamu," sambung Pak Joko kembali di sela-sela memeluk anaknya.
"Tidak apa-apa Yah, ini juga salah Beno sendiri," sahut Beno pelan dan setelahnya melepaskan pelukan ayahnya.
Adegan saling peluk memeluk itu disaksikan oleh Megan dan juga Kenan, bahkan Kenan tak lupa untuk memotret keduanya. Sehingga foto yang iya potret dapat dijadikan bahan ejekan untuk saingannya ini.
"Akhirnya aku mendapatkan bahan untuk mengejek mu, lihat saja dengan foto ini pasti kamu akan menjauhi istriku," batin Kenan dalam hati sembari tersenyum senang, sebab dengan foto yang ia dapatkan bisa digunakan untuk mengancam Beno agar menjauhi istrinya.
Setelah Pak Joko dan Beno selesai melepas pelukannya, maka sekarang waktunya Pak Joko untuk memberikan hasil job desk Megan berupa uang tunai yang ia janjikan.
"Oh iya saya hampir lupa, ini uang yang kita bicarakan kemarin, karena kamu telah menyelamatkan anakku tanpa ada luka sedikitpun, maka uangnya aku tambahin dari perjanjian kita sebelumnya, sehingga nominalnya sekarang sebesar dua setengah milyar," ucap Pak Joko yang membuat Megan menjadi antusias mendengarnya.
Bahkan saat Pak Joko menyerahkan koper yang berisikan uang tersebut, dengan cepat Megan langsung membawanya ke mesin perhitungan uangnya.
Benar saja, apa yang dikatakan Pak Joko kalau besar nominal uangnya adalah dua setengah milyar.
"Terima kasih Pak Joko, senang bekerja sama dengan Anda, jika kedepannya ada kesulitan lagi atau ada masalah, bisa hubungi saya ya."
"Pasti, saya akan menghubungi Anda, kalau begitu saya permisi dulu," balas Pak Joko dan segera membawa Beno anaknya untuk kembali pulang ke rumahnya.
Sebelum berpamitan pulang, Beno masih sempat-sempatnya mencuri pelukan Megan.
Alhasil, membuat Kenan kembali menajamkan matanya dan ingin rasanya menghajar laki-laki itu. Namun, beberapa langkah dirinya hendak menghampiri Beno, tiba-tiba saja dirinya langsung dicegah oleh Megan istrinya.
"Mas, sekali kamu membuat keributan lagi, maka kesempatan yang aku berikan akan hilang," ancam Megan yang membuat Kenan mendengus kesal.
__ADS_1