Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Kondisi Kenan dan Kesempatan Merebut Hati Inah


__ADS_3

"Dok, kenapa Anda lama sekali sih memeriksa keadaan pasien!" tegas Inah yang sekarang telah masuk begitu saja ke dalam ruang penanganan Kenan.


"Duh Bu, kenapa tidak menunggu di luar sih, apa Anda tidak lihat saya sedang menangani pasien ini yang sudah tampak kritis," balas sang dokter dengan kesal, sebab Inah tampak mengganggu pekerjaannya.


"Apa kritis, kenapa bisa Dok?" tanya Inah kembali, namun bukannya dijawab oleh dokter tersebut. Malah sang dokter memerintahkan dua perawatnya untuk segera mengusir Inah.


"Maaf ya Bu, tanya-tanya nya nanti saja, karena saat ini dokter tengah mengobati pasien," ujar sang perawat memberikan pengertian kepada Inah, sehingga mau tidak mau Inah menuruti perkataan perawat tersebut.


Inah kembali menunggu di luar ruangan Kenan dan terus berdoa untuk kesembuhan suaminya yang statusnya sebentar lagi menjadi mantan.


Beberapa menit, Inah menunggu akhirnya dokter beserta dua perawat tersebut, telah keluar dari ruangan Kenan. Sehingga membuat Inah langsung mencecar berbagai pertanyaan yang diajukan untuk dokter tersebut.


"Dok, bagaimana keadaan Mas Kenan, apa dia baik-baik saja Dok?" tanya Inah.


"Kalau untuk saat ini, saya tidak bisa mengatakan bahwa keadaan pasien baik-baik saja Bu, sebab pasien ternyata memiliki penyakit mag yang hampir kronis dan setelah kami telaah ternyata pasien sepertinya sangat kekurangan cairan sehingga kondisinya terbilang saat ini melemah, jadi upaya yang tadi kami lakukan hanyalah mensuplai beberapa vitamin ke dalam infus nya" terang sang dokter yang membuat Inah hanya bisa menganggukkan kepalanya saja.


"Jadi Dok, kalau sekarang apakah saya bisa masuk ke dalam untuk menjaga pasien?" tanya Inah kembali.


"Bisa Bu, asal jika pasien nanti sadar, Ibu tidak lupa memberitahukan kepada kami."


"Oh, baiklah Dok, kalau begitu saya mau masuk ke dalam ruangan suami saya dulu." Ucap Inah dan setelahnya masuk ke dalam ruangan Kenan.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam, Inah dapat melihat kalau Kenan saat ini masih terbaring lemah di ranjang nya, bahkan dapat Inah lihat kalau saat ini perubahan Kenan benar-benar sangat drastis, mulai dari tubuhnya yang tampak kurus, matanya yang sayu dan wajahnya yang sangat pucat yang berbeda dari hari-hari sebelumnya yang terlihat sangat bugar.


"Mas, aku tidak tahu situasi apa yang kamu hadapi setelah kita bercerai, tapi yang aku ingin katakan kepadamu adalah, kalau ada masalah kamu bisa menghubungiku kapan pun Mas," monolog Inah yang berbicara sendiri sembari menatap ke arah Kenan yang masih tak sadarkan diri.


Hampir satu malam Inah menjaga Kenan, tanpa sadar Inah tertidur di samping sisi Kenan sembari merapatkan tangannya dengan tangan Kenan.


Keesokan harinya, saat sinar matahari telah menyorot ke arah ruangan Kenan, saat itulah tampaknya Kenan mulai sadar.


Dimana, saat ini Kenan telah tersadar dari pingsannya.


"Aduh, kenapa semua badanku sakit sekali," keluh Kenan yang membuat Inah terbangun dari tidurnya.


"Mas, akhirnya kamu sadar, sebentar ya Mas aku panggilkan dokter dulu," kata Inah dan setelahnya langsung menekan sebuah tombol untuk memanggil dokter yang tadi malam merawat Kenan.


"Mas, apa kamu butuh sesuatu atau kah kamu ingin ke toilet Mas?" tanya Inah.


"Tidak sayang, Mas hanya perlu bersandar saja," jawab Kenan dan dengan cepat Inah langsung menyandarkan Kenan ke dinding yang tepat berada di sisi ranjang dan setelahnya, tak beberapa lama dokter masuk untuk memeriksa kondisi Kenan.


Dengan teliti, dokter tersebut memeriksa Kenan, baik dari ujung kaki hingga ujung kepala dan setelahnya sang dokter pun langsung mengembangkan senyumannya.


"Syukurlah, kondisi Bapak akhirnya sudah baik-baik saja, tapi Bapak harus ingat untuk makan tepat waktu ya, jangan sampai kejadian-kejadian kemarin diulangi lagi, sebab kalau Bapak mengulanginya, bisa-bisa Bapak mengalami mag kronis," jelas sang dokter dan setelah itu pergi begitu saja dari ruangan Kenan.

__ADS_1


"Nah, Mas sudah mendengar sendiri kan apa kata dokter, jadi Mas harus makan tepat waktu ya, jangan ulangi kejadian yang kemarin-kemarin, ya walaupun aku tahu Mas gila kerja, tapi tetap jangan melupakan untuk waktu makan," imbuh Inah menasihati Kenan.


Kenan yang mendengar perkataan Inah, hanya bisa menatapnya dengan begitu dalam dan langsung berkata kepada Inah kalau sebenarnya dia tidak makan karena penyebabnya adalah sang istri sendiri, yang ingin meminta cerai darinya.


"Kalau masalah pekerjaan Mas tidak sampai sebegitu nya sayang, hanya saja Mas tidak makan karena masalah hati, apa lagi kepingan hati Mas yang memintanya untuk berpisah dari Mas," kata Kenan yang membuat Inah langsung paham, kalau arah pembicara Kenan, memang ditujukan untuknya yang meminta cerai dari Kenan.


"Mas, memangnya Mas sangat susah sekali kah untuk melepaskan ku, tidak bisa kah Mas bersikap saja seperti dulu dimana Mas mengabaikan ku?" tanya Inah pelan.


"Tidak bisa sayang, Mas sudah berusaha, tapi ya apa mau dikata kalau Mas tidak bisa melupakan mu begitu saja, sayang apa memang tidak ada kesempatan untukku mengejar mu, walau peluangnya sekecil pun jika kamu mau, pasti Mas akan berusaha merebut kembali hatimu," pilu Kenan yang membuat Inah menjadi yakin kalau Kenan telah jatuh cinta kepadanya.


Dengan menarik napas panjangnya, Inah akhirnya mencoba memberikan kesempatan kepada Kenan. Namun, kesempatan itu bisa ia lakukan jika dirinya telah bercerai dengan Kenan.


"Huh, baiklah Mas jika kamu mau kesempatan untuk mengejar hatiku, maka aku memperbolehkannya, tapi setelah kita bercerai ya Mas, karena aku ingin melihat bagaimana usahamu untuk mengambil kembali hatiku karena aku jujur Mas, untuk saat ini rasa cintaku kepadamu memang telah sirna begitu saja," ungkap Inah yang membuat Kenan tersenyum lebar, sebab kesempatan untuk mengambil hati sang istri terbuka lebar untuknya, ya walaupun tetap saja untuk perceraiannya tidak dapat lagi dielakkan.


"Terima kasih sayang, pokoknya setelah ini Mas akan berusaha merebut hatimu kembali dan berusaha membuatmu jatuh cinta kepadaku lagi," ucap Kenan dengan nada bersemangat, sampai-sampai dia melupakan kalau kondisinya saat ini sedang sakit.


Sepulangnya dari rumah sakit, Kenan langsung rutin menuruti apa perkataan Inah, baik itu untuk makan teratur, istirahat ataupun untuk melakukan olahraga ringan yang cukup.


Bahkan, sampai-sampai sekarang Kenan mengangkat dokter pribadi untuknya sendiri, agar bisa dokter tersebut selalu mengecek kondisinya.


"Sekarang, misi pengejaran istri yang sesungguhnya akan di mulai dan aku harus memiliki berbagai cara agar dapat mengikat istriku kembali, eh ralat maksudnya mengikat janda ku kembali," ucap Kenan dengan nada bersemangat, sampai-sampai membuat seisi rumahnya itu menjadi heboh, bagaimana tidak heboh kalau Kenan kerap kali melantunkan nama Inah dengan keras.

__ADS_1



__ADS_2