Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Menolong Anak Klien


__ADS_3

Selepas Kenan kembali pulih, dirinya lalu beraktivitas seperti biasa dan meninggalkan kebiasaan buruknya saat Inah, sang istri yang meminta berpisah darinya.


Ya, setelah mendapatkan angin segar itu, Kenan kembali memiliki semangat dan tujuan hidupnya kembali.


"Hari ini, aku akan memberikan hadiah buket bunga dan coklat untuknya, semoga saja Inah suka dengan apa yang aku berikan," gumam Kenan dalam hati sembari menyetir mobilnya menuju ke salah satu toko coklat sekaligus toko bunga terbaik yang ada di dekat tempat tinggalnya.


Dengan gaya ala-ala cowok cool, Kenan lalu memasuki tempat tersebut dan langsung menunjuk apa saja yang ia beli dan segera, sang pelayan toko langsung membungkus kan pesanan Kenan.


"Ini sudah saya bungkus pesanannya, terima kasih sudah membeli di toko kami, semoga pasangan Bapak suka dengan hadiah yang Bapak berikan," ucap sang pelayan toko dengan senyum ramahnya yang khas berbicara kepada pembelinya.


"Hmm, semoga saja dia suka dan ini uangnya, sisa nya untuk kamu saja," balas Kenan dan setelahnya pergi dari toko itu, sementara sang pelayan toko yang menerima uang dari Kenan hanya bisa kesal saja. Sebab uang yang diberikan Kenan memang pas pasan dan tidak ada kembaliannya.


"Ck, mana ada ini kembaliannya, lihat saja semoga bunga dan coklat yang Anda berikan langsung ditolak," gerutu pelayan toko tersebut dan langsung melayani pembeli yang lain.


Sedangkan di sisi lain, selepas Inah selesai merawat Kenan, dirinya selalu mendapatkan misi penting dari kliennya. Apa lagi saat ini, Inah sekarang sudah berada di dalam mobil hitam milik Reyhan, untuk memata-matai musuh yang telah menyandra anak kliennya.


"Queen, apa kita harus bergerak sekarang juga?" tanya Reyhan yang bertugas sebagai supir Inah.


"Sebentar lagi saja Rey, oh iya jangan lupa, setelah aku berhasil menyusup ke dalam rumah itu dan berhasil membawa anaknya, maka kamu dan yang lain secepatnya bergerak untuk menangkap para penjahat itu," kata Inah dan segera Reyhan menganggukkan kepalanya.


Hampir beberapa menit mereka mengintai, akhirnya Inah langsung bergegas keluar dari dalam mobilnya dan segera menyusup ke dalam rumah musuhnya.


Dengan gerakan cepat dan gesit, akhirnya Inah berhasil masuk ke dalam rumah tersebut dan segera mencari ruangan tempat anak kliennya di sandra.

__ADS_1


"Sial, ternyata anak itu tidak ada di ruangan ini," ucap Inah saat membuka beberapa ruang kamar yang ada di rumah tersebut.


Hampir semua kamar Inah buka, namun tak satu pun yang menunjukkan batang hidung anak dari kliennya, hingga saat membuka kamar terakhir, Inah sedikit terkejut. Sebab ada seorang pemuda yang sepertinya ikut disekap oleh musuh kliennya.


Mencoba untuk berbuat baik, akhirnya Inah membantu melepaskan ikatan tali yang mengikat di tangan dan kaki pemuda tersebut.


"Sekarang kamu sudah lepas, ayo segera kabur dari rumah ini," ucap Inah namun pemuda tersebut hanya bergeming di tempat sembari menatap Inah dengan penuh ketakutan.


"Ada apa kamu menatapku, jangan bilang kamu takut ya," sambung Inah kembali dan segera dibalas anggukan oleh pemuda itu.


Dalam hati Inah, saat si pemuda tersebut menganggukkan kepalanya, dia langsung sedikit kesal dan marah kepada pemuda tersebut, sebab terlihat dari wajahnya, kalau pemuda itu tampak ketakutan dan memang tak memiliki keberanian sedikit pun.


"Padahal kau laki-laki, tapi nyali mu seperti perempuan saja," cibir Inah.


"Tunggu dulu, jangan-jangan kamu anak Pak Joko ya, klienku yang meminta tolong kemarin?" tanya Inah dan segera pemuda tersebut langsung menganggukkan kepalanya.


"Iya, aku anaknya," balas pemuda tersebut dengan pelan.


"Huh akhirnya, aku menemukan kamu juga, kalau begitu mari kita keluar dari tempat ini bersama-sama," kata Inah dan langsung memegang tangan pemuda itu.


Jangan ditanya, bagaimana perasaan pemuda itu saat Inah memegang tangannya, yang pasti perasaannya saat ini sungguh sangat bahagia. Sebab, menurutnya ada malaikat cantik yang mau bersedia menolongnya dari tempat mengerikan ini.


"Kau, tetap di belakangku saja ya, pokoknya jangan ada bersuara sedikit pun," bisik Inah pelan tepat di dekat daun telinga pemuda itu yang membuat pemuda tersebut terpaku menatap ke arah Inah.

__ADS_1


Apa lagi Inah yang membisikkan perintah kepadanya untuk diam dengan nada lembut, berhasil membuat jantungnya langsung berdebar-debar dengan sangat kencang.


Mencoba berbagai upaya untuk lolos dari beberapa penjaga, Inah lalu memutar otak dengan melakukan apa pun agar dirinya dan anak klien tersebut bisa keluar dari rumah itu.


Seperti sekarang ini, Inah melakukan upaya dengan cara melemparkan sebuah benda keras ke arah berlawanan darinya, hingga membuat fokus penjaga menjadi ke arah sumber suara yang dilempar oleh Inah.


Merasa sudah di posisi yang aman, akhirnya Inah dan pemuda tersebut langsung keluar dari rumah itu.


"Huh, akhirnya kita keluar juga," ucap Inah dengan napas yang ngos-ngosan, sebab selain dirinya berlari untuk keluar dari rumah itu, dirinya juga harus menggendong anak kliennya yang tampak begitu kesakitan di pergelangan kakinya.


Inah dapat memaklumi anak kliennya, sebab Inah melihat sendiri bekas ikatan tali yang ada di pergelangan kakinya, tampak begitu lebam yang ditandai dengan warna kebiruan.


"Rey, kau dan bawahan yang lain, segera ringkus mereka, sedangkan aku, akan membawa anak klien ini ke rumah ku terlebih dahulu sebelum dijemput oleh klien kita."


"Baik Queen, kalau begitu pakai saja mobilku dulu," balas Reyhan dan setelahnya Inah langsung mengangkat anak klien tersebut ke dalam mobil milik Reyhan dan kemudian, Inah langsung mengendarai mobil hitam milik Reyhan.


Selama di perjalanan menuju ke rumahnya, Inah selalu bungkam dan tak satu pun kata yang keluar dari mulutnya, walaupun anak kliennya selalu mencoba mengajaknya untuk berbincang-bincang santai.


"Anu, ini berarti kita ke rumah kamu dulu kan?" tanya anak klien itu dan Inah masih tetap diam tanpa mau membalas ucapan anak kliennya dan malah Inah hanya fokus berkendara saja.


Merasa usahanya untuk mengajak Inah berbicara tidak berhasil, anak klien itu pun akhirnya menyerah juga dan sekarang ia pun ikut diam, sama seperti Inah.


Hampir satu jam setengah Inah menempuh perjalan menuju ke rumahnya, akhirnya ia sampai juga dan segera bergegas turun untuk membantu anak kliennya berjalan.

__ADS_1


Baru saja Inah sampai di rumahnya, tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan kedatangan Kenan yang tampaknya akan memberikan hadiah kepadanya lagi, karena terlihat dengan jelas, kalau Kenan yang masih berstatus sebagai suami sahnya sedang membawa sesuatu di tangan kanannya.


__ADS_2