Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Musuh Yang Nyata


__ADS_3

Benar saja, sepulangnya Kenan dari rumah sakit, dirinya kembali dibuat ketar ketir oleh Megan.


Dimana, Megan kembali membawa mobil milik Kenan layaknya ghost rider yang sangat handal. Banyak sekali kejadian-kejadian yang tak terduga saat sang mantan istri membawa mobilnya.


Mulai dari hampir menabrak pengamen, tes drive dengan polisi dan yang terakhir dikejar oleh emak-emak yang membawa motor, sebab Megan sengaja memencet klakson mobilnya dengan sangat keras.


Setelah serangkaian kejadian itu, akhirnya Kenan dan Megan sampai dikediaman Kenan.


"Mas, aku pulang dulu ya, semoga kamu baik-baik saja dan kalau memang butuh pertolongan telepon aku saja," ucap Megan dengan lembut.


Namun, sang empunya yang diajak berbicara hanya diam saja, sebab saat ini dirinya masih mencoba untuk menormalkan seluruh tubuhnya karena masih trauma dengan kejadian berkendara dengan mantan istrinya.


"Mas! dari tadi aku ngomong loh, kok enggak ditanggapi sih," sambung Megan kembali, namun kali ini dengan nada yang sedikit ketus.


"Eh i-iya sayang, tadi apa ya?" tanya Kenan yang membuat Megan kesal.


"Enggak ada, ya sudahlah kalau begitu aku pulang dulu Mas," jawab Megan dan setelahnya melangkahkan kakinya keluar dari perkarangan rumah Kenan.


Baru hendak melangkah, tangan Megan langsung dicekal oleh Kenan.


"Sayang, kamu kenapa pulang, lebih baik kamu menginap saja di rumah Mas, takutnya nanti kamu kenapa-kenapa lagi di luar sana," ujar Kenan.


"Mas, kamu tidak perlu mengkhawatirkan aku, kan aku ditemani Bram."


"Hah, Bram siapa sayang, kenapa sainganku banyak sekali sih," pasrah Kenan saat tahu kalau Megan ternyata sedang didekati oleh laki-laki lain.

__ADS_1


"Bram ini lah, memangnya kamu pikir Bram itu laki-laki, ck dasar aneh," kata Megan yang langsung mengacungkan senjata apinya yang telah ia beri nama Bram.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Megan, membuat Kenan akhirnya bisa bernapas lega, sebab Kenan pikir kalau Bram adalah laki-laki yang dekat dengan mantan istrinya ini.


"Baiklah sayang, kalau kamu memang benar-benar bisa menjaga diri, tapi nanti kalau ada apa-apa kabari Mas ya."


"Hmm, bukannya kebalik ya," imbuh Megan pelan dan setelahnya baru pergi dari kediaman Kenan dengan meminjam mobil miliknya.


Kali ini, Megan mengendarai mobilnya dengan santai, tidak seperti tadi yang cosplay ala-ala ghost rider.


Sebenarnya, saat Megan mengendarai mobil milik Kenan dengan kecepatan tinggi, dirinya hanya mencoba mengetes mantan suaminya itu, apakah setelah ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi akan protes atau tidak dan ternyata mantan suaminya tidak protes sama sekali.


"Besok-besok, aku mengetes apa lagi ya untuk melihat seberapa cintanya Kenan denganku," monolog Megan sembari senyum-senyum sendiri saat terlintas pikirannya untuk mengerjai mantan suaminya lagi.


Saat Megan hendak sampai di kediamannya, tiba-tiba dari arah samping mobilnya, terlihat sekelompok orang yang ala-ala genk motor, tengah mengelilinginya mobilnya sembari membawa celurit di masing-masing tangannya.


Mendengar bagian mobil yang ia kendarai dipecahkan begitu saja oleh Genk motor tersebut, membuat Megan marah seketika dan langsung menabrak satu per satu Genk motor yang masih mengelilingi mobil yang Megan kendarai.


"Hahaha, rasakan pembalasanku, cacat ya cacat lah situ, siapa suruh berani menggangguku," ucap Megan dengan keras, namun sesekali dirinya tertawa lebar saat berhasil menabrak motor dari genk motor tersebut.


Setelah semua motor tersebut telah Megan tabrak, kemudian Megan memberhentikan mobilnya dan langsung turun dengan membawa Bram kesayangannya.


"Hei Gerald sialan! keluar sekarang kau dari sarang mu, kau pikir aku tidak tahu kalau kau yang memerintahkan Genk motor sampah ini," teriak Megan kuat hingga tak beberapa lama kemudian, dari arah semak-semak belukar tampak seorang pria keluar begitu saja.


"Hai honey, akhirnya kita ketemu juga ya," ucap laki-laki penuh misterius yang tak lain dan tak bukan adalah Gerald, sang musuh bebuyutan Megan.

__ADS_1


"Ck, pengecut sepertimu aku pikir telah membusuk di dalam penjara, ternyata pikiranku salah karena pengecut sepertimu pasti ada saja akal bulusnya yang membuat kamu langsung terbebas dari penjara," ledek Megan yang ditujukan untuk Gerald, hingga membuat Gerald langsung mengepalkan tangannya dengan kuat, sebab Megan telah berhasil memancing emosinya saat ini, hingga tanpa sadar Gerald langsung maju dan mencoba menembak Megan dengan senjata api yang dimilikinya.


"Rasakan senjataku ini musuh nyata ku," jerit Gerald dan segera mengeluarkan timah panas dari senjata api yang dia gunakan.


Dor.


Dor.


Dor.


Tiga buah timah panas, Gerald lesatkan ke arah Megan. Namun, bukan namanya Megan, sang Queen mafia yang hanya diam begitu saja saat dirinya ditembak oleh Gerald.


Saat ketiga peluru tersebut mendekat ke arah Megan, saat itulah Megan dengan lihainya dapat menghalau serangan dari Gerald.


Dengan saling menembak satu sama lain, baik Megan ataupun Gerald, tampaknya saat ini sedang fokus membidik satu sama lain, hingga fokus mereka memang saat ini benar-benar teruji, apa lagi diantara keduanya sama berhasil menghalau tembakan.


"Sial, peluruku tinggal satu lagi," ucap Gerald dengan kesal, sebab peluru yang sekarang ia miliki hanya tersisa satu saja. Sebab sedari tadi dirinya menembak ke arah Megan, tidak ada satu pun yang berhasil mengenainya.


"Duh, kenapa enggak menembak lagi, sudah habis ya pelurunya, makanan kalau mau menghadapi aku, harus dengan persiapan penuh ya," ejek Megan yang membuat Gerald langsung melesatkan peluru terakhirnya.


Dor.


Satu peluru melesat begitu saja ke arah Megan, tapi lagi dan lagi Megan berhasil menghalaunya kembali. Hingga membuat Gerald, mau tidak mau harus kabur dari tempat itu.


"Sial, kemampuan ku untuk membunuhnya ternyata masih jauh juga dan sepertinya aku hanya bisa melarikan diri saja," batinnya dalam hati dan benar saja, setelah melesatkan satu peluru itu, Gerald langsung melarikan diri kembali dan langsung masuk ke dalam semak-semak tempat dirinya muncul.

__ADS_1


"Andai, kalau dulu kita tidak satu perguruan Mas, mungkin aku tega untuk menghabisi nyawamu," imbuh Megan dan setelah itu kembali melajukan mobilnya yang sekarang terlihat terbuka dari sisi kacanya, karena telah dirusak oleh sekumpulan Genk motor suruhan Gerald.


"Duh, setelah ini aku harus mengganti kaca mobil milik Mas Kenan, jika tidak diganti yang ada malah aku dicap tidak bertanggung jawab lagi dan sepertinya dengan terpaksa, aku harus menghabiskan uang yang diterima oleh klienku untuk membenahi kaca mobil milik Mas Kenan," batinnya dalam hati dan sekarang langsung berubah moodnya karena dirinya harus menghabiskan uang kliennya untuk menggantikan kaca mobil milik Kenan yang tadi telah dirusak oleh genk motor suruhan Gerald.


__ADS_2