Istriku Ternyata Ketua Mafia

Istriku Ternyata Ketua Mafia
Perceraian dan Perkelahian


__ADS_3

Setelah kejadian itu, Kenan selalu berhati-hati dengan Beno. Apa lagi saat ini, bocah ingusan, julukan Kenan untuk Beno yang baru ini selalu menjadi ancamannya untuk merebut hati Megan.


Julukan yang Kenan berikan ini memang tidak luput dari tingkah laku Beno, sebab selain saingannya ini manja, tingkah laku dan juga sifatnya pun tampak seperti bocah, sehingga tak salah jika Kenan menjulukinya sebagai bocah ingusan.


"Apa, mau mencari gara-gara lagi denganku hah!" bentak Kenan yang membuat Beno langsung mengeluarkan air matanya.


Sekarang, Beno tampak begitu terisak histeris setelah dibentak oleh Kenan.


"Duh, apa lagi sih ini ribut-ribut, jangan-jangan kamu melakukan sesuatu lagi ya Mas, sampai-sampai si Beno menangis," tuduh Megan dan segera Kenan langsung menggelengkan kepalanya.


"Ti-tidak sayang, untuk apa aku mencari gara-gara sama bocah ingusan itu, malah yang ada dia mencari gara-gara denganku," jawab Kenan.


Sementara Beno yang mendengar perkataan Kenan, merasa tidak terima, apa lagi dihadapan wanita pujaannya, dia dituduh kalau sedang mencari masalah dengan Kenan.


"Ti-tidak, aku tidak mencari gara-gara dengan nya kok Megan, memang dia saja yang kasar sama ku, sampai-sampai aku dibuat menangis seperti ini," akting Beno dengan mendramatisir keadaannya yang persis sedang dibully.


"Nah lihat itu, aku yakin sih Mas habis bully dia kan, kalau begitu sebaiknya Mas balik saja lah, jangan main ke rumahku lagi," kata Megan yang sudah termakan dengan ucapan Beno.


Mendengar perkataan Megan, seketika itu juga Kenan merasa geram kepada Beno, sedangkan Beno sendiri merasa senang, sebab rencananya kali ini berjalan dengan lancar.


"Akhirnya, rencana ku berhasil juga untuk mengusirnya dari rumah wanita pujaan ku," batin Beno dalam hati yang memang begitu senang saat Megan mengusir Kenan dari rumahnya.


Baru saja Beno merasa senang karena Megan mengusir Kenan, eh sekarang malah dirinya yang juga ikut-ikutan di usir oleh Megan.


"Kamu juga Beno, lebih baik kamu pergi saja dari rumahku, karena aku tahu kalau kamu tadi hanya sedang bersandiwara saja bukan, sebab aku sering melihat gelagat seperti mu ini," usir Megan dan setelahnya Megan langsung menutup pintu rumahnya dengan keras.

__ADS_1


"Ck, ternyata kamu cuma drama saja, tapi memang bocah ingusan sepertimu sangat cocok banyak drama, sebab jika adu kekuatan pasti akan kalah," ejek Kenan dan setelahnya pergi begitu saja.


Begitu juga dengan Beno yang langsung pergi dari rumah Megan, setelah dirinya juga ikut terusir.


...----------------...


Sekarang, waktu terus bergulir dan dimana saat ini akhirnya Kenan dan Megan duduk bersama di bangku pengadilan.


"Dengan ini maka saya putuskan bahwasanya saudara Kenan dan saudari Megan, resmi bercerai." Ucap sang hakim dan setelahnya mengetuk palu sebanyak tiga kali.


Setelah sahnya perceraian diantara keduanya, dengan cepat Kenan langsung menghampiri Megan yang sekarang telah menjadi mantan istrinya.


"Sayang, walaupun kita telah bercerai, tapi ingat janji Mas, bahwasanya Mas akan kembali mengikatmu dan meraih hatimu itu, sekarang dan selamanya Mas janji akan membahagiakan kamu," janji Kenan kepada Megan yang membuat Megan langsung tersenyum walau hanya sekilas saja.


"Hmm, aku tunggu janjimu Mas, ingat laki-laki yang dipegang adalah janji dan tindakannya Mas, jadi jangan pernah mengecewakan aku lagi," balas Megan dan setelah itu keluar bersama-sama dari pengadilan.


Saat ini, Kenan dan Megan berjalan secara beriringan keluar dari gedung pengadilan agama.


Baru beberapa langkah mereka keluar dari gedung tersebut, mereka telah disambut lagi oleh Beno, sang bocah ingusan.


"Beno, kamu ngapain ke sini?" tanya Megan.


"Aku ke sini hanya untuk merayakan hari pertama kamu berpisah darinya Megan, jadi aku berencana ingin mengajakmu untuk dinner berdua," kata Beno yang membuat amarah Kenan kembali bangkit.


"Dasar bocah ingusan, baru juga istriku bercerai, malah kamu berani-beraninya mengajak untuk dinner berdua!" marah Kenan dan segera meraih kerah Beno.

__ADS_1


Tanpa ba-bi-bu, Kenan langsung menonjok Beno dengan sangat keras, sebab saat ini kondisi Kenan memang tengah diliputi dengan perasaan amarah, apa lagi Beno yang memang sengaja memancing amarah Kenan hingga tanpa sadar Kenan melakukan kekerasan kepadanya.


Sedangkan untuk Megan sendiri, dirinya hanya melihat saja bagaimana mantan suaminya menonjok Beno dengan berulang kali, hingga beberapa menit telah berlalu dan Beno sudah terlihat berantakan tampangnya, barulah Megan memisahkan mereka berdua.


"Cukup, berhenti kalian berkelahi di depan gedung pengadilan agama, lihatlah! apa kalian tidak berpikir, kalau kalian berkelahi di depan gedung ini, kalian akan menjadi tontonan orang-orang sekitar!" bentak Megan sembari menunjuk ke arah orang-orang yang melihat ke arah Kenan dan Beno yang sedang berkelahi.


Bahkan tak jarang, sebagian dari orang-orang itu merekam perkelahian antara Kenan dengan Beno.


Menyadari bahwa ucapan Megan ada benarnya, seketika itu juga Kenan langsung melepaskan Beno yang terlihat sudah tak berdaya.


"Lihat, ini gara-gara kamu bocah ingusan, lebih baik kamu pergi dari sini dan untuk kalian yang telah merekam saya berkelahi, segera hapus rekaman itu, jika tidak! maka saya tidak akan segan-segan melaporkan perbuatan kalian ke pihak kepolisian!" ancam Kenan kepada beberapa orang yang telah merekam dirinya berkelahi.


Setelah selesai mengancam, Kenan kembali melihat ke arah Beno yang sudah tidak berdaya.


"Untuk kamu bocah ingusan, ingat kata-kata ku ini, walaupun aku telah bercerai dari istriku, tapi aku akan kembali mengejarnya dan mengikatnya untuk kembali menjadi istriku, bahkan aku berjanji akan selalu membahagiakannya, jadi lebih baik kamu urungkan saja niatmu untuk merebutnya dari sisiku!" kata Reno dengan tegas yang membuat Beno melirik ke arahnya.


"Ck, tidak akan aku menyerah, pantang bagiku untuk menyerah sebelum janur kuning merekah, jadi aku juga akan berusaha merebut hati wanita pujaan ku ini," kekeh Beno dan setelah itu langsung bangkit secara perlahan-lahan.


Baru kemudian pergi begitu saja dari gedung pengadilan agama.


Sementara untuk Megan, dirinya hanya melihat saja bagaimana dirinya diperebutkan oleh Kenan dan Beno.


"Cie, sepertinya Queen ku ini tengah diperebutkan oleh dua pria, kira-kira Queen memilih yang mana, karena menurutku sepertinya dua-duanya sangat menggilai Queen," canda Reyhan kepada Megan.


Reyhan yang baru sampai di gedung pengadilan agama itu, memang secara tidak sengaja melihat perkelahian antara Kenan dan juga Beno yang ternyata keduanya tengah memperebutkan Queen nya.

__ADS_1


"Sudahlah diam kamu Rey, awas saja jika masalah ini kamu jadikan bahan pembicaraan kepada bawahan ku, jika itu terjadi aku tidak akan segan-segan untuk menghukum mu!" ancam Megan dan langsung dibalas anggukan oleh Reyhan.


Sebab Reyhan tahu, kalau Queen nya ini tidak pernah main-main dalam perkataannya.


__ADS_2