Janda?Istrinya Tuan Abi

Janda?Istrinya Tuan Abi
part 17


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Rai dan Ega hanya diam.Tidak ada pembicaraan sama sekali.Ega mengerti dengan apa yang Raihan rasakan.Walaupun dia belum pernah rasanya di khianati,namun ia tau rasanya di tinggalkan orang yg kita cintai.Setelah 15 menit mereka pun sampai depan rumah Ega.


Rai pun menghembuskan nafas dengan kasar.


"Teh...Rai akan tinggal dengan teteh,tidak apa-apa kan? Sekarang Rai akan pulang dulu untuk mengambil pakaian dan barang-barang Rai."


Ega yang mengerti dengan perasaan Rai pun mengiyakan,apalagi sekarang Rai dan Rae sudah bukan pasangan suami istri


"iya..pergilah Rai, hati-hati di jalan.Jangan sampai main tangan,bila nanti bertemu Rae di rumah."


Rai pun mengiyakan,setelah membantu Ega menurunkan belanjaan.Raihan pun pamit pulang.


Ega pun masuk ke kamar dan menurunkan Ammar yang sudah terlelap ke tempat tidur.Egapun membersihkan diri,setelah selesai memakai baju.Dia pun duduk di tepi ranjang lalu mengambil ponselnya,Ega berniat menceritakan semuanya pada Mia.Karena bagaimana pun Mia adalah pengganti ibu Ega dan Raihan


clek...


"Assalamu'alaikum teh.."


"....."


"Teh..Ega mau cerita tentang Rai" ucap Ega sambil menangis. Begitulah Ega karena hatinya terlalu lembut,dia gampang menangis.

__ADS_1


"...."


Ega pun menceritakan semua kejadian yang menimpa Raihan adiknya.Dan Mia berjanji besok akan menyusul k kota J.


Setelah selesai berbicara,Ega pun ke dapur untuk membenahi belanjaan yang tadi sore di beli.


Setelah selesai,Ega pun mengambil minuman dari kulkas dan berjalan menuju ruang keluarga.Diapun duduk di sofa sambil menyalakan TV.


Tak lama terdengar suara mobil masuk ke halaman.


"itu pasti Rai"ucap Ega dalam hati


"Mandilah de,bersihkan tubuhmu"perintah Ega


"Iya teh"..jawab Rai,iapun berlalu ke kamar mandi


Egapun menyiapkan pakaian tidur untuk Rai.


ceklek...pintu kamar mandi pun terbuka setelah 15 menit Rai di dalam kamar mandi.


Sekarang terlihat lebih segar daripada tadi. Dengan anduk yang melilit di pinggang nya Rai pun mengambil baju yg sudah di siapkan Ega,dan kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk berpakaian.

__ADS_1


"Teteh tunggu di ruang keluarga ya de" teriak Ega sambil berlalu keluar dr kamar Rai.


Tak lama Rai pun keluar dr kamar,


"Teteh udah buatin susu jahe,minumlah!!agar badanmu lebih hangat" ucap Ega,Rai pun hanya menjawab dengan mengangguk.


Ega yang mengerti,perasaan Rai pun hanya menghembuskan nafasnya pelan dan memeluk Rai.


Rai yg memang membutuhkan sandaran sedari tadi pun, akhirnya menangis di pelukan Ega.


"Rai...ga nyangka teh,wanita yang Rai bela ternyata mengkhianati Ray selama ini.Apa salah Rai teh...kenapa Rai bisa di butakan cinta, padahal jelas-jelas teteh sama teh Mia tidak setuju dari awal."


"Pantas saja setiap Rai membahas masalah anak dia selalu menghindar dan mengalihkan pembicaraan."


Ega pun tak kuasa menahan air matanya,sakit rasanya melihat adiknya terpuruk seperti ini.


" Istighfar sayang...teteh memang ga tau bagaimana rasanya di khianati,tapi teteh tau rasanya di tinggalkan oleh orang yg teteh sayangi.Teteh yakin,kamu pasti bisa melewati semua ini"


"Tuhan sayang sama kamu de,maka Dia pun memperlihatkan pengkhianatan ini lebih awal,walau sedikit terlambat."


" Yakinlah kalo Allah sudah menyiapkan hal yang indah ke depannya.Karena tak selamanya langit mendung,tak selamanya pula badai menghadang."

__ADS_1


__ADS_2