
Ammar pun di bawa ke ruang operasi,Ega yang melihatnya pun semakin histeris.
Raihan langsung memeluk kembali kakanya.
" Ammar tidak apa-apa teh,a Abi sudah mendonorkan darahnya..Jadi teteh harus tenang,jangan terus seperti ini"
Setelah 1 jam Abi pun keluar dan menghampiri Ega yang berada di pelukan Raihan.
" Kamu tenang saja,Ammar akan baik-baik saja"
Ega yg mendengar Abi berbicara,ia pun langsung memeluk Abi.Abi yg di peluknya dag Dig dug derrr
" Terimakasih... terimakasih aa mau menolong Ammar,apa yg harus Ega berikan untuk membalas kebaikan aa" ucap Ega sambil menangis
Abi ingin sekali mengucapkan ' menikahlah denganku' tapi dia tak mau bila hati Ega belum menerima. Sambil membalas pelukan Ega dan mengusap kepala Ega.
" Cukup melihatmu berhenti menangis,aku tidak sanggup melihatmu seperti ini."
Ega pun menganggukkan kepalanya dan ia pun berhenti menangis.
Rai dan Bu Asih yang melihatnya pun tersenyum. Rai pun pamit untuk menelpon kakanya Mia dan memberitahukan keadaan Ammar.Mia langsung berangkat saat itu juga.
__ADS_1
Semua yang menunggu di ruang tunggu,gelisah terutama Ega.
Abi pun menelepon sekertaris Rena,untuk membelikan baju untuk Ega. Dalam waktu 45menit Rena sampai di rumah sakit dan membawa pesanan Abi.Abi pun memberikan baju tersebut kepada Ega.
" Sebaiknya kamu ganti baju dulu,bajumu penuh darah Ammar."
Ega pun pamit ke kamar mandi.Setelah selesai dia kembali duduk .Abi pun menghampirinya dan duduk di sebelah Ega,ia pun memeluk Ega dari samping,entah Ega menyadarinya atau tidak,namun Ega tidak menolak.Malah Ega terlihat nyaman dan tanpa sadar ia pun tertidur dlm pelukan Abi.
Sekertaris Rena yg melihatnya pun membulatkan matanya.
temeweww.
Terdengar suara kaki berlarian di koridor rumah sakit dan ternyata Keluarga Mia datang. Mereka pun menghampiri Rai dan bertanya keadaan Ammar.
"Ammar masih di ruang operasi teh" jawab Rai
Mia pun mencari Ega,saat ia lihat Ega tertidur dalam pelukan pria yang tidak di kenal Mia. Ia pun melirik Rai meminta penjelasan. Sedangkan Mira sedang bersama ayahnya duduk tidak jauh dari mereka,karena Mira sedari tadi menangis.
Rai pun menjelaskan semuanya,Bu Asih pun memperkenalkan dirinya.Mia pun menerima dengan baik niat baik keluarga Abi.
Ega pun dipindahkan ke ruang VVIP yang nanti akan d tempati Ammar setelah selesai operasi. Ega di temani Mia,sejam kemudian ia pun terbangun. Saat sadar kakanya di sebelah Ega pun ia memeluk dan menangis lagi.
__ADS_1
" Teh..."
" Kamu sudah bangun Ga.." ucap Mia seraya memeluknya
" Gimana Ammar teh? Ammar ga akan ninggalin Ega kan teh,kaya a Ardi dan anak-anak Ega kan teh?"
badannya bergetar.dan Mia pun mengusap kepala adiknya
" Ammar akan baik-baik saja Ga,kamu jangan seperti ini. Sebaiknya do'akan Ammar.'
Pintu pun terbuka dan masuklah Ammar di atas brankar yang di dorong oleh perawat untuk di pindahkan ke ranjang pasien sebelah Ega.
" Bagaimana keadaan anak saya??"
" Operasinya berjalan lancar Bu,tapi dokter memberinya obat tidur agar tidak banyak bergerak. Pasien akan bangun besok."
Ega pun menarik nafas lega...
"Alhamdulillah... terimakasih sus" ucap Ega tersenyum.
Perawat pun pamit untuk keluar.Ega turun dan mendekati ranjang Ammar.
__ADS_1
" Jangan tinggalin mama sayang, cukup mama kehilangan papa dan kakak-kakak mu. Entah apa yg akan terjadi sama mama kalo Ammar juga ninggalin mama." ucap Ega menangis