
" Baiklah...bawa dia ke hadapan ibu dalam waktu 2 bulan".bila ibu menyukainya,ibu tidak akan menjodohkan mu dengan pilihan ibu.
"2 bulan?...sampai sekarang Abi tidak tau dimana rumahnya atau memiliki no hp nya" jawab Abi
" hahaha....seorang Abi kesulitan mencari data orang?bukankah bagimu mudah mencari latar belakang seseorang?apa kau menjadi bodoh karena cinta Abi?" ucap ayah sambil tertawa,karena merasa lucu dg kebodohan Abi.
"Kenapa tidak terpikirkan olehku,kenapa aku jadi bodoh begini?" ucap Abi dlm hati.Dia pun pamit kembali ke kamarnya.
Di dalam kamar dia menghubungi Aspri nya,Asisten Leo.
" Leo...aku ingin data seorang wanita yang bernama Mega Sasmita,aku tunggu kabar secepatnya."
"....."
Setelah Abi menutup teleponnya,dia pun membersihkan diri,lalu ia pun merebahkan tubuhnya di atas sofa.Dan tanpa terasa dia pun pergi ke alam barzah....
eeehhh...alam mimpi wkwkwkwk.canda Abi.
Abi : tega bener thor,tamatlah ceritanya,gue kan pemeran utama di sini.
Othor : salah napa,biasa typo
__ADS_1
Abi : thor...napa susah amat ketemu ma Ega.sengaja banget bikin gue gila.
othor : dihhh...suka - suka guelah,gue yg bikin cerita,ko situ banyak protes.
Abi : 😒😒
Adzan Subuh pun berkumandang,seperti biasa Ega melaksanakan ritualnya setelah membersihkan diri.
Dia pun siap-siap untuk berangkat interview hari ini,dia pun keluar untuk membuat sarapan.
Di dapur sudah ada bu uti.
"Ini non...ibu sedang membuat adonan peyek." jawabnya
"Wahhh... makanan kesukaan Raihan itu bu,ibu jangan panggil Ega pake non ah..berasa kaya banget."ucap Ega sambil tertawa
" Panggil Ega aja bu,saya ga suka terlalu di hormati seperti ini,anggap saja saya dan Raihan anak ibu juga Ammar cucu ibu."ucap Ega lagi
Bu Uti pun termenung,dia terharu dengan ucapan majikannya yang sekarang.Bu Uti memang sebatang kara,namun tidak menyangka akan mendapatkan majikan sebaik ini,karena majikan yang sebelumnya sangat angkuh juga sombong,.Bu Uti sering di bentak dan di marahi bila ada sedikit saja kesalahan.Dia pun menangis.
" Ibu...ibu kenapa nangis,apa kata-kata Ega ada yang salah Bu?maaf kalo Ega sudah menyinggung perasaan ibu." ucap Ega seraya mengusap air mata Bu Uti yang menetes.
__ADS_1
"Tidak...bukan itu,ibu hanya merasa terharu. Ibu merasa di hargai dan tidak di rendahkan nak Ega.Terima kasih nak,ibu memang sebatang kara..ibu bahagia memiliki majikan yang menganggap ibu keluarga." ucap bu Uti sambil menangis
"aaahhh....ibu,jadi terhura Ega" ucap Ega seraya memeluk tubuh Bu Uti yg sudah tidak muda lagi.
" udah ah.. nangis-nangisannya,ayo kita terusin lagi masaknya" ajak Ega
Tanpa sepengetahuan Ega dan Bu Itu, Raihan memperhatikan mereka,di pintu masuk dapur.Ia pun tersenyum..semua sifat Ega sangat di sukainya,,ia pun berharap mendapatkan wanita seperti kakanya.
Ia pun berlalu menuju meja makan yang ada di dapur.
" Pagi teh,pagi bu..." sapa Raihan
" Hai...pagi de,apa kamu ke resto hari ini?" tanya Ega
" Ga teh...hari ini kerjaan masih bisa di handle di rumah." jawab Rai
"Kalo gitu teteh titip Ammar ya, sekalian melakukan pendekatan sama Bu Uti." pinta Ega
" Oke siap...nanti Rai anter teteh ke perusahaan, perusahaan apa sih teh,kemaren teteh ga jawab."
" Perusahaannya tuan Abi."
__ADS_1