Janda?Istrinya Tuan Abi

Janda?Istrinya Tuan Abi
part 18


__ADS_3

"Tuhan sayang sama kamu de,maka Dia pun memperlihatkan pengkhianatan ini lebih awal,walau sedikit terlambat."


" Yakinlah kalo Allah sudah menyiapkan hal yang indah ke depannya.Karena tak selamanya langit mendung,tak selamanya pula badai menghadang."


" Akan ada pelangi setelah hujan, begitupun kehidupan de...teteh yakin Allah sudah menyiapkan yang lebih baik di masa yang akan datang."


Ucap Ega sambil mengusap punggung dan rambutnya Rai.


"Ayo dong semangat,kan ade yg selalu mengingatkan teteh untuk selalu kuat menjalani hidup teteh.Dan ternyata teteh bisa,jadi kamu juga pasti bisa dong,kan ada teteh,ada teh Mia,ada ponakan-ponakan kamu"


Rai pun mengangguk,sambil menghapus air matanya.


"Teteh bener,Ray ga boleh terpuruk hanya karena masalah ini"


ucapnya sambil tersenyum.


"Alhamdulillah...gitu atuh,jangan lama-lama sedihnya,sayang air mata di keluarin buat perempuan ga bener kaya Rae. InsyaAllah jodoh kamu udh Allah siapin."


" ishhh...teteh mah,ga tau atuh teh,kayanya untuk saat ini Rai belum siap untuk kembali berumah tangga."


"Ga apa2...tata dulu hatimu yang sempat hancur,tapi jangan lama-lama ya,kasian yang udah nunggu lama"ucap Ega keceplosan.saat Ega sadar apa yg di ucapkan dia pun langsung menutup mulutnya.

__ADS_1


Rai yg mendengar apa yang di ucapkan Ega pun mengernyitkan dahinya..." maksud teteh apa?


"Ga...ga ada apa-apa,Oya...teteh udah cerita sama teh Mia masalah kamu,teh Mia bilang besok mau ke sini." ucap Ega mengalihkan pembicaraan.


"Kenapa teteh cerita sama teh Mia?" tanya Rai


" Bagaimanapun teh Mia adalah pengganti orang tua untuk kita,jadi teh Mia juga berhak tau de."


"Kapan kamu mengajukan perceraian?" tanya Ega


"Besok teh...biar semuanya cepat selesai,ga apa-apa kan Rai tinggal di sini teh?karena rumah itu Rai bakalan kasih ke Rae buat kompensasi"


"Ya ga apa-apa atuh,malah teteh seneng ada yg jagain teteh"


"Ya udah istirahat gih,kamu pasti cape banget.Teteh juga mau tidur,ga kerasa udah jam 11 aja.Awas jangan banyak ngelamun kamu,ntar kesambet." ucap Ega seraya masuk kamarnya.


Rai pun masuk kedalam kamar.


tidak membutuhkan waktu yang lama,mereka terlelap masuk ke alam mimpi masing- masing.Begitupun Ammar,dia tidak bangun tengah malam.


(carape sugannya) ( pada cape mungkin ya)

__ADS_1


Sebulan berlalu,Rai sudah resmi bercerai dengan Rae.dengan di temani teh Mia,Rai mengurus gugatan cerai ke pengadilan.Karena Rae terbukti selingkuh,sidang pun berjalan lancar tanpa hambatan.


(atuh maeunya Weh tidak terbukti,apanan seueur anu minidiokeun...wkwkwk)


( masa ga terbukti,kan banyak yang membidikkan )


Di tempat lain,tepatnya di gedung pencakar langit


Terlihat Abi yang gelisah karena bayang-bayang Ega tidak pernah hilang dari pikirannya.


"****...ada apa denganku,kenapa bayangan wanita itu tidak bisa hilang dari pikiranku"ucap Abi sambil mengusap kasar wajahnya.


"Rasanya tidak pernah segila ini saat aku jatuh cinta pada mantanku.apa aku benar-benar sudah melupakan mantan ku?apa aku benar-benar sudah jatuh cinta pada wanita itu."


"Aaaarrrggghhhttt.....bisa gila aku kalo terus-terusan seperti ini."


Terdengar ketukan pintu dari luar,setelah Abi mengijinkan...masuklah sekertaris Rena


"tuan...di loby ada wanita yang ingin bertemu,dia bilang.."


belum selesai Rena berbicara Abi sudah memotongnya,karena dia sedang kesal

__ADS_1


"Sudah aku bilang,aku tidak mau di ganggu..usir wanita itu." bentak Abi


Sekertaris Rena pun menunduk dan berlalu keluar dari ruangan Abi.


__ADS_2