
Abi menghembuskan nafas panjang
" Apakah kamu bisa memberikan saya kesempatan untuk berusaha mendapatkan cintamu?" lanjut Abi
Ega pun terdiam dan hanya bisa mengangguk.
" Tapi apa aa yakin sama Ega? status dan kedudukan kita aja udah sangat beda jauh a. Aa berstatus bujang dan seorang CEO sedangkan saya hanya seorang janda dan hanya ibu rumah tangga. Ga ada yg bisa Ega banggakan dalam diri Ega."
" Justru itu yg saya cari,saya tidak butuh wanita karir. Saya hanya ingin seorang istri yg selalu menyambut saya saat pulang kerja,menjaga dan merawat anak-anak di rumah. Merawat saya dengan baik." jawab Abi
" Baiklah a..aa cukup buktikan dan buat Ega nyaman berada di samping aa" jawab Ega
Abi yg mendengar jawab Ega sangat bahagia
" terimakasih Ega"
Tanpa mereka sadari di belakang Ega sudah ada Raihan dan mendengarkan semua obrolan Ega dan Abi.Dia pun langsung duduk d sebelah Ega dan membuat keduanya kaget.
" Saya selaku adik dan laki-laki satu-satunya di keluarga teh Ega hanya bisa mendukung,karena teteh berhak bahagia. Sudah cukup selama ini teteh sendiri menghadapi hidup yang selalu memandang teteh sebelah mata hanya karena status teteh yang seorang janda. Dan maaf...untuk anda tuan Abi,saya tidak akan pernah memaafkan anda,bila sampai Kaka saya menangis karena anda." ucap Rai dengan nada yang tegas
__ADS_1
" Assalamu'alaikum teh.." ucapnya lagi dan mencium punggung tangan Ega
Ega dan Abi pun tersenyum
" Wa'alaikumsalam..".jawab mereka serempak
" Saya tidak bisa berjanji kalo saya tidak akan pernah membuat kakakmu menangis,tapi saya berjanji akan membuatnya selalu bahagia.ahh..dan satu lagi jangan panggil saya tuan,panggil saja seperti kakakmu memanggil saya."ucap Abi
Raihan pun tersenyum dan mengangguk.
Mereka berbincang ngalor ngidul,sampai akhirnya Abi pamit lebih dulu karena ada urusan mendadak.
Setelah selesai,mereka pun lanjut makan dan pulang.
Saat di perjalanan Raihan pun bertanya
" Teteh yakin akan mencoba membuka hati untuk a Abi?"
Ega yang mendapat pertanyaan pun menoleh pada Raihan yang sedang menyetir.
__ADS_1
" Entahlah... sejujurnya teteh masih nyaman seperti ini,namun saat lihat matanya yang penuh kesungguhan. Bukankah ga ada salahnya teteh kasih kesempatan,siapa tau ini adalah jalan yang sudah Allah persiapkan buat teteh."jawab Ega
Raihan pun mengangguk
" Rai hanya mau teteh bahagia,semoga a Abi benar-benar memperlihatkan keseriusan nya sama teteh."
" Aamiin"
Sampailah mereka di rumah,karena sudah lelah mereka pun masuk ke kamar masing-masing dan beristirahat.waktu pun sudah menunjukkan pukul 10 malam.
Ega langsung membersihkan diri setelah selesai,iapun membersihkan Ammar dengan membasuhnya pakai kain basah.selain sudah malam Ammar sudah terlelap.
Saat Abi sampai di rumah,Ibu Asih pun memanggil nya.
" Abi... bagaimana?"tanyanya
" Masih ada waktu 1 bulan Bu,Abi sedang berusaha mendapatkannya.Jadi ibu bersabar ok" jawab Abi sambil mengecup kening ibunya dan berlari menuju kamarnya.
Ibu yg melihatnya pun hanya geleng-geleng kepala dan tersenyum. Padahal Bu Asih sudah tau siapa wanita yg sedang di dekatinya dari Leo.
__ADS_1
" Ibu akan merestui kalian nak, mumpung besok Minggu aku akan mengundang Ega ke rumah" gumam Bu Asih sambil terkikik.