
Seminggu dari hari di mana kebahagiaan Ega di mulai bersama Abi.
Di subuh yang syahdu di saat Abi dan Ega melaksanakan shalat subuh berjamaah. Ega belum menyangka dengan jalan kehidupannya, di balik kesedihannya selama ini ternyata Allah sudah menyiapkan kebahagiaan yang benar-benar tak di sangka.
Setelah usai shalat, Ega mencium punggung tangan Abi dan Abi mencium kening Ega. Tak lupa Abi bertadarus, dengan mukena yang belum Ega lepas,ia pun merebahkan tubuhnya di atas sajadah dengan kepala berada di pangkuan Abi. Sambil bertadarus,Abi mengusap sayang kepala Ega. Inilah kebiasaan Ega dan Abi setiap di awal hari.
" Kenapa kamu menangis hmm?" ucap Abi sambil menyelesaikan tadarusnya dan menyimpan Al Qur'an di nakas.
Ega pun bangun dan duduk di depan Abi. Lalu ia melihat wajah Abi dengan intens
" Aku hanya merasa telah terlahir kembali dengan kebahagiaan yang bertubi-tubi. Apa ini mimpi? Kegiatan yang kurindukan selama 2 tahun setelah kepergian a Ardi, dapat kurasakan kembali. Maaf bukan maksudku terus mengingat alm. a Ardi,bukan maksudku membandingkan atau menyamakan aa dengan a Ardi. Aku hanya merasa bahagia tak menyangka semua ini akan terjadi." ucapnya seraya menangis
Abi pun tersenyum,ia menghapus air mata di pipi Ega.
" Aku tak apa-apa,aku tak meminta mu melupakan mantan suamimu. Karena ia akan selalu di sini,berada di ruang hati yang berbeda dengan keberadaan ku di sini." ucap Abi sambil menunjuk pada dada Ega
" Sudah saatnya kamu bahagia sayang dan itu bersamaku,hanya denganku juga Ammar dan anak-anak kita kelak. Terimakasih.. terimakasih kau sudah mau menerimaku." ucapnya lagi
__ADS_1
Ega pun terharu dan ia pun memeluk tubuh Abi dengan erat.
" Aku yang berterima kasih,karena aa sudah mau menerimaku yang banyak sekali kekurangan ini. Aku yang berstatus seorang janda, hanya seorang ibu rumah tangga yang memiliki seorang anak dan mungkin sebenarnya tak layak bersanding denganmu ,karena aku bukanlah seorang nona kaya seperti wanita-wanita yang selama ini mengincarmu untuk mereka jadikan suami." ucap Ega
Abi semakin mengeratkan pelukannya.
" Apakah aku terlihat seperti pria yang hanya mau menikahi wanita sederajat denganku? Apakah aku terlihat seperti pria yang hanya melihat fisik? Aku mencintaimu karena kamu,hanya kamu." ucap Abi
" Aku mencintaimu a, terimakasih" ucap Ega
'Akhirnyaaaaa.....kamu mengucapkan hal yang selama ini aku tunggu sayang.' ucapnya dalam hati
" Apakah aku sudah boleh meminta hakku? Selama ini aku menahannya karena aku takut membuatmu merasa tak nyaman. Bolehkah?" ucap Abi seraya mengurai pelukannya dan menatap Ega penuh cinta.
Ega pun tersenyum dan mengangguk.
othor : Sugan teh tos malam pertama,da tos saminggon. Perdana ninganππ
__ADS_1
( kirain udah malam pertama,soalnya udah seminggu. Perdana ternyata)
Abi : π...kan situ yang bikin ceritanya,kenapa situ bikin aku merana selama 1 Minggu?π
othor : oh iya ya...aku kan yang bikin ceritanya π€£π€£. maaf..maaf...udah jadi hobby bikin dirimu tersiksa Bi.
Abi : pikasebelen...tos skip Weh kagiatan ieu mah. Tong di tingalkeun ka para netizen,bisi kabita. Karunya bisi Aya nu teu Acan nikah Atawa jomblo π
( menyebalkan...sudah skip aja kegiatan ini. Jangan di liatin sama para netizen,takutnya ingin. Kasian takutnya ada yang belum nikah atau jomblo)
Setelah sejam kegiatan panas yang akhirnya,saya berikan kesempatan pada Abi.( huuffftt....Sebenernya aku masih ingin nunggu sebulan lagi buat Abi buka puasa π)
Mereka pun turun untuk sarapan. Di ruang makan sudah tak ada sesiapa,karena yang lain sudah selesai sarapan. Sekarang Ega sudah tinggal di rumah Abi,yang sengaja ia beli seminggu sebelum pernikahan mereka. Namun karena Mira,keponakan Ega masih liburan sekolah. Maka Mia dan Mira masih menginap di sini,karena Mira masih merindukan Ammar.
Saat Abi dan Ega sedang asik sarapan,terdengar suara malaikat kecil yang masih berusia 17 bulan memanggil mereka,sambil berlari.
" Nda... Yayah" panggil Ammar yang langsung memeluk kaki Ega
__ADS_1