Janda?Istrinya Tuan Abi

Janda?Istrinya Tuan Abi
extra part 7


__ADS_3

" Ya dulu...pokonya Rai gugup teteh" ucap Rai lagi yang masih enggan untuk bilang kalo ia mencintai Kai dari dulu. Biarkan jadi rahasianya denga Kai,pikir Rai


" Ya udah baca bismillah,cepet siap-siap. Bentar lagi kita berangkat,yang lain..." belum selesai Ega bicara, tiba-tiba ia merasa mual dan merasaka perutnya seperti di aduk. Ia langsung berlari ke kamar mandi yang berada di kamar Rai.


Rai yang melihat pun kaget,dan mengikuti Ega. Ia membantu memijit tengkuk Ega untuk memuntahkan semua.


" Teteh....teteh ga papa? kenapa malah muntah-muntah? kan Rai yang gugup,kenapa teteh yang muntah?" Ega yang lemas hanya bisa mendelik mendengar ucapan Rai.


" Ga papa...mungkin ini karena tadi malem teteh telat makan." ucap Ega seraya ia keluar kamar mandi dengan wajah yang pucat dan lemas. Ia duduk di ranjang Rai.


Rai pun keluar meminta teh hangat pada Mia. Abi yang mendengarnya langsung bergegas ke kamar Rai.


" Kamu ga papa yang? Kenapa pucet banget kamu yang? Kamu ga usah ke nikahan Rai aja,biar istirahat di rumah." ucap Abi khawatir yang berjongkok di depan Ega.


" Udah ga papa a,magh Ega kambuh kayanya." ucap Ega seraya mengusap pipi Abi.


" Kamu yakin? Di sana jangan terlalu lelah,kamu duduk aja,jangan jauh-jauh dari aku yang." ucap Abi sambil memegang tangan Ega yang mengusap pipinya dan mencium telapak tangan Ega.


( uuunnnchhh.....ni kabita atulah☹️)


" Ini teh minumnya." ucap Rai seraya menyodorkan gelas yang berisi teh hangat.

__ADS_1


Ega pun menerima dan meminumnya.


" Ya udah yu...nanti telat lagi sampe ke sana." Ajak Ega


Semua pun bangkit dan bersiap untuk berangkat.


Sampailah di tempat acara,di mesjid yang tidak jauh dari rumah Kai.


SAAAAHHHHHH


Alhamdulillah... akhirnya Rai melepas ke dudaannya.


Di saat semua sedang bahagia merayakan resepsi pernikahan Rai dan Kai. Tiba-tiba di hebohkan karena Ega yang pingsan,untung Abi tidak pernah jauh dengannya sehingga langsung membawa Ega ke rumah sakit. Sedangkan Ammar yang sudah aktif,ia tidak tau bila bunda dan ayahnya keluar dari acara,ia sibuk bermain dengan Mira.


Saat tiba di rumah sakit,Abi langsung membawanya ke IGD dan segera di periksa.


" Bagaimana keadaan istri saya dok?" tanya Abi panik begitupun denga kedua orang tua Abi.


" Saya tidak terlalu yakin,karena bukan ahlinya. Tapi bila pemeriksaan saya tidak salah, sepertinya pasien sedang hamil. Bapak bisa membawa pasien ke ruang obgyn untuk pemeriksaan lebih lanjut." jawab dokter seraya tersenyum


Abi dan orang tuanya yang mendengar penjelasan dokter,hanya diam. Hamil? benarkah?

__ADS_1


Abi pun langsung berlari masuk ke dalam ruangan bertepatan Ega siuman. Abi langsung mencium seluruh wajah Ega. Ega yang baru sadar,bingung dengan kelakuan Abi.


" Aa geli ih,rusak riasan Ega." ucapnya cemberut,Abi pun langsung mengecup gemas bibirnya Ega.


" Ini dimana a? Bukannya tadi Ega lagi makan?" tanya Ega


Bu Asih yang berada di belakang Ega pun menjawab dengan binar kebahagiaan.


" Tadi kamu pingsan nak, Abi langsung membawamu ke rumah sakit. Ya udah hayu Abi bawa Ega ke ruang obgyn,ibu udah ga sabar." ucap ibu


Ega yang mendengarnya bingung, ia memekik kaget karena langsung di angkat ala bride style oleh Abi,sehingga ia langsung merangkulkan tangannya di leher Abi.


" Mau kemana a? turunin ih,Ega bisa jalan sendiri." ucap Ega yang malu karena banyak yang melihat.


" Ssttt...sudah diam." ucap Abi, akhirnya Ega menyembunyikan wajahnya di dada Abi.


Selesai pemeriksaan,Abi dan Ega bahagia begitu pun kedua orangtua Abi.


Ega positif hamil, sekarang sudah 7 Minggu usia kandungan Ega. Mereka pulang ke kediaman mia. Saat baru sampai, mereka di hampiri oleh Ammar yang berlari sambil menangis.


" Ndaaaa....Yayah na?" Ammar pun memeluk kaki Ega. Saat Ega akan menggendong Ammar,namun di dahului oleh kakeknya ayah Abi. Dan Abi pun membopong Ega ke kamar.

__ADS_1


" Bundanya cape, Ammar sama kakek ya. Yu ikutin bunda ke kamar." ucap ayah Rudi seraya mengikuti Abi dari belakang.


Abi pun membaringkan Ega di kasur.


__ADS_2