
" Nda... Yayah" panggil Ammar yang langsung memeluk kaki Ega. Panggilan Ammar berubah menjadi ayah dan bunda,karena di ajarkan oleh Mira.
" Assalamu'alaikum anak bunda,sudah makan sayang? Adduuhh...makin berat ya anak bunda." ucap Ega seraya mengangkat dan mencium wajah Ammar bertubi-tubi. Sehingga membuat Ammar tertawa karena geli.
Abi yang selesai makan pun mengambil Ammar dari pangkuan Ega.
" Habiskan sarapanmu,biarkan Ammar bermain denganku. Ayo anak ayah ,main sama ayah dulu." ucap Abi seraya berlalu ke ruang keluarga yang berubah menjadi arena bermain Ammar.
Mia yang melihat kedekatan Abi dan Ammar pun merasa bahagia. Sebagai seorang Kaka yang menyayangi adiknya,ia bersyukur Ega mendapatkan seorang pria yang menerima Ega juga Ammar. Mia pun menghampiri Ega yang sudah menyelesaikan sarapannya dan kini sedang mencuci piring.
" Ga..." ucap Mia
" Eh..iya teh,kenapa?
" Kamu bahagia?" tanya Mia
Ega yang mendengar pertanyaan Mia pun menghentikan kegiatannya dan berhadapan dengan Mia. Ia tersenyum
" Ega tau kekhawatiran teteh,tapi dengan yakin Ega jawab ' Ega sangat bahagia teh,sangaatt' ,Ega ga nyangka bakalan ada seorang pria yang mau terima Ega yang sudah berbuntut. Dan selain a Abi,ternyata orang tua a Abi pun menerima dengan senang hati kehadiran kami." jawab Ega seraya melihat keseruan Abi dan Ammar di ruang keluarga.
__ADS_1
Mia pun tersenyum lalu memeluk Ega.
" Teteh bahagia kalo Ega bahagia. Sekarang teteh bisa ngelepas Ega dengan tenang,karena sudah berada di tangan yang tepat. Jadilah seorang istri yang berbakti pada suami." ucap Mia
" Tong sok ngalawan Atawa ngabantah salaki. Ega mah sok heuras babatok mung di bejaan ku teteh teh.😒" ucap Mia lagi seraya melepaskan pelukan mereka
( Jangan suka melawan atau membantah suami. Ega mah suka keras kepala kalau di kasih tau sama teteh)
" Sumuhun ( iya) kanjeng ratu, nasihatmu akan saya laksanakan." ucap Ega sambil terkikik geli dengan ucapannya sendiri
" Oya...besok teteh sama Mira pulang ya. Liburan Mura sebentar lagi habis,kasian kalau pulang ngedadak mau masuk." ucap Mia
" Ishhh...ko besok teh? Emang ga bisa lebih lama lagi di sini?" tanya Ega sambil cemberut
" Iya..iya...tapi sering-sering main ke sini ya. Atau ga Ega yang ke sana, sekalian ziarah ke makam a Ardi sama anak-anak." ucap Ega yang mendadak sendu
" Iya...sekalian bawa Abi, perkenalkan dia. Jangan sedih-sedih ah,biarin jadi kenangan. Sekarang kamu udah ada kehidupan yang harus kamu Songsong dengan senyuman,bukan air mata." ucap Mia
Sedangkan di tempat lain, tepatnya di resto Raihan. Ia banyak melamun setelah pertemuannya dengan Kai di resepsi pernikahan Ega. Di tambah karena perkataan kakaknya Mia
__ADS_1
Flashback
Saat Rai akan ke toilet,ia tak sengaja menabrak seorang wanita yang baru datang.
" Maaf..maaf nona saya tidak sengaja." ucap Rai seraya membantu wanita itu berdiri.
Dan degg...Kai ucapnya dalam hati
Rai ucap Kai dalam hati. Sepersekian detik mereka saling bertatapan dan akhirnya Kai lebih dulu memutuskan pandangannya.
" Tidak apa-apa Rai,aku juga ceroboh karena terburu-buru. Maaf" ucap Kai seraya pergi menuju ke pelaminan untuk bersalaman dengan pengantin.
Rai pun hanya melihat punggung Kai yang semakin menjauh. Sampai ia di sadarkan karena tepukan di pundaknya.
" Kenapa? " tanya Mia sambil ikut ke arah pandangan Rai dan ia pun tersenyum.
" Semakin cantik ya... Sampai sekarang dia masih nungguin kamu setelah penolakan kamu 5 tahun lalu. Dan kamu lebih memilih Wewe gombel itu untuk kamu nikahin. cihh.." ucap Mia yang tiba-tiba kesal karena mengingat mantan istri Rai.
Rai yang mendengarnya pun kaget ' benarkah? apa aku pantas dengan status dudaku sekarang?' ucapnya dalam hati. Mia yang seakan tau apa yang Rai pikirkan pun berkomentar.
__ADS_1
" Jangan takut sama status mu,kalo emang suka berusahalah. Karena teteh yakin dia akan menolakmu. Tapi yakinkan dulu hatimu,jangan jadikan dia sebagai pelampiasan. Teteh ga terima kalo kamu sampe nyakitin Kai." ucap Mia dan ia pun berlalu pergi
Flashback end