
" Jangan tinggalin mama sayang, cukup mama kehilangan papa dan kakak-kakak mu. Entah apa yang akan terjadi sama mama kalo Ammar juga ninggalin mama." ucap Ega menangis
Semua yang menyaksikan nya pun ikut menangis. Kecuali Bu Asih dan sekertaris Rena,karena tadi mereka pamit pulang terlebih dahulu.
Mia pun menghampirinya, "sekarang sebaiknya kamu makan dulu. Kata Rai kamu belum makan dari pagi."
Ega pun menoleh
" Tapi Ega ga lapar teh" ucapnya
Mia menghembuskan nafas panjang,ini yg Mia tak suka. Kalau sudah seperti ini,sangat susah merayunya. Abi pun mendekatinya.
" Kalo kamu tidak makan, bagaimana kamu menjaga Ammar. Apa kamu mau,saat anakmu sadar tapi malah kamu yg pingsan." ucapnya tegas
Ega menarik nafas panjang.
" Baiklah...Ega titip Ammar ya teh."
Mia da Rai yg mendengarnya saling pandang heran,karena Ega paling susah di bujuk. Rai pun mengangkat bahunya.
" Kamu tenang saja,Ammar bakalan aman sama kita teh" ucap Rai
" Kamu pergi makan di temani Abi, tuan Abi saya titip Ega,kalau makannya ga bener jewer aja." ucap Mia tersenyum menghibur Ega.
" Issshhh...teteh mah naon sih,jewer jewer..emangna Ega murangkalih." ucap Ega cemberut
__ADS_1
" Bukannya mama Ega emang anak kecil,liat badannya..mungil gini ,masa tingginya sepantaran ma Mira." ucap Mira tertawa
Ega pun mendelikkan matanya pada Mira
" Teteh malah ikut-ikutan mojokin mama,awas aja mama ga mau nanya teteh." rajuk Ega
" Jangan gitu atuh,mama ku sayang. Mira mah cuma becanda...Canda mama" jawab Mira tertawa seraya memeluk Ega. Karena sebenarnya ia juga takut saat mendengar adik sepupunya masuk rumah sakit.
Abi yg melihat keakraban keluarga Ega tersenyum.
" Udah ah..hush hush,makan dulu sana." ucap Mia sambil mendorong Ega keluar dan di ikuti Abi di belakang
" isshhh..." ucap Ega
" Kamu mau makan apa hmm??" tanya Abi lembut seraya membuka buku menunya.
" Apa aja a,asal yg kuah-kuah.Ega males ngunyah" jawab Ega sambil menangkupkan kepala dan tangannya di atas meja.
Abi yang melihatnya pun menggelengkan kepala.
Setelah Abi pesan,ia mengusap kepala Ega yang duduk di depannya.
Nyaman itu yg di rasakan Ega,entah kenapa perasaannya berdebar.
" Apa mungkin aku mulai membuka hatiku untuknya?Ya Allah..bila ia memang jodoh yang kau pilihkan untukku,maka dekatkanlah,tapi bila bukan jauhkanlah dan tutup pintu hatiku. Karena pada hakikatnya Engkau lah sang pembolak-balik hatiku." ucap Ega dlm hati
__ADS_1
Pesanannya pun tiba,mereka makan tanpa ada pembicaraan. Karena Ega ingin segera menemui Ammar.
" Pelan-pelan saja makannya, kata suster Ammar akan bangun besokkan?" ucap Abi
Ega pun tersenyum, senyuman yang selalu membuat Abi terpesona.
" Apa kamu sudah membuka hatimu untukku Ga?" ucapnya dalam hati.
Setelah selesai merekapun kembali,namun saat Abi akan menjalankan mobilnya,Ega meminta mampir ke Minimart untuk membeli beberapa cemilan dan buah-buahan.Abi pun mengangguk.
Saat Ega sedang asik memilih cemilan ,ada seorang pria yg mendekatinya.
" Hai..kita bertemu lagi"
Ega pun mengernyitkan dahinya,siapa??
" aaahhh...ka lupa,aku kekasih mantan adik iparmu"
Ega pun membulatkan matanya,pria brengsek.menjijikkan. Saat Ega akan pergi tangannya di pegang oleh pria itu.
" Lepaskan" ucap Ega sembari menghempaskan tangannya.
merinding...itu yg di rasakan Ega.
" Apa maumu? ke...".. sebelum Ega meneruskan kata-katanya,
__ADS_1