
Di dapur sudah ada bu uti
"Pagi bu...ibu sedang membuat apa?" tanya Ega
"Ini non...ibu sedang membuat adonan peyek." jawabnya
"Wahhh... makanan kesukaan Raihan itu bu,ibu jangan panggil Ega pake non ah..berasa kaya banget."ucap Ega sambil tertawa
" Panggil Ega aja bu,saya ga suka terlalu di hormati seperti ini,anggap saja saya dan Raihan anak ibu juga Ammar cucu ibu."ucap Ega lagi
Bu Uti pun termenung,dia terharu dengan ucapan majikannya yang sekarang.Bu Uti memang sebatang kara,namun tidak menyangka akan mendapatkan majikan sebaik ini,karena majikan yang sebelumnya sangat angkuh juga sombong,.Bu Uti sering di bentak dan di marahi bila ada sedikit saja kesalahan.Dia pun menangis.
" Ibu...ibu kenapa nangis,apa ada kata-kata Ega ada yg salah Bu?maaf kalo Ega sudah menyinggung perasaan ibu." ucap Ega seraya mengusap air mata Bu Uti yang menetes.
"Tidak...bukan itu,ibu hanya merasa terharu. Ibu merasa di hargai dan tidak di rendahkan nak Ega.Terima kasih nak,ibu memang sebatang kara..ibu bahagia memiliki majikan yang menganggap ibu keluarga." ucap bu Uti sambil menangis
"aaahhh....ibu,jadi terhura Ega" ucap Ega seraya memeluk tubuh Bu Uti yg sudah tidak muda lagi.
" udah ah.. nangis-nangisannya,ayo kita terusin lagi masaknya"ajak Ega
Tanpa sepengetahuan Ega dan Bu Uti, Raihan memperhatikan mereka,di pintu masuk dapur.Ia pun tersenyum..semua sifat Ega sangat di sukainya,,ia pun berharap mendapatkan wanita seperti kakanya.
Ia pun berlalu menuju meja makan yang ada di dapur.
__ADS_1
" Pagi teh,pagi bu..." sapa Raihan
" Hai...pagi de,apa kamu ke resto hari ini?" tanya Ega
" Ga teh...hari ini kerjaan masih bisa di handle di rumah." jawab Rai
"Kalo gitu teteh titip Ammar ya, sekalian melakukan pendekatan sama Bu Uti." pinta Ega
" Oke siap...nanti Rai anter teteh ke perusahaan, perusahaan apa sih teh,kemaren teteh ga jawab."
" Perusahaannya tuan Abi." jawab Ega
"ooohhh....jangan sampe bikin kesalahan teh,teteh ingetkan cerita Rai." ucap Rai
Selesai sarapan,Ega dan Rai pun pamit.Karena kebetulan Ammar belum bangun.
"Ega sama Rai pamit ya Bu,nanti Rai balik lagi setelah nganterin Ega.titip Ammar,dia masih tidur di kamar. Assalamu'alaikum..."pamit Ega dan Rai sambil mencium punggung tangan bu Uti, yang seketika membuat ibu Uti terdiam
"Wa'alaikumsalam.. hati-hati nak" jawab Bu Uti setelah ia bisa menguasai dirinya.
'ya Allah...sungguh beruntung aku masuk dalam keluarga ini.' ucapnya dalam hati
Membutuhkan waktu 45 menit,sampailah Ega dan Rai di perusahaan Abi,Ega pun pamit masuk dan Rai pamit pulang.
__ADS_1
Setelah sampai di sana,ia pun langsung menemui bagian HRD.
Wawancara pun selesai,Ega pun sudah bisa mulai kerja hari ini.Dia pun menghampiri Ema d depan,setelah sebelumnya mendapatkan perlengkapan untuk bagiannya.
" Assalamu'alaikum Ema... selamat pagi." sapa Ega
" Wa'alaikumsalam..eh ka,selamat datang di perusahaan xxx,Semoga Kaka kerasan di sini" jawab Ema
Mereka pun mulai bersiap,untuk memulai aktivitas nya.
(pokona mah ,teuing kumaha Ega m Abi can panggihnya)
( pokonya,ga tau gimana Ega m Abi belum bertemu)
Tak terasa Ega sudah 1 bulan kerja di perusahaan itu,dan sudah menguasai pekerjaannya.Di ruangan Abi,ia pun sudah mendapatkan data diri Ega dari 3 Minggu yg lalu.Namun karena kesibukannya Abi belum sempat membuka amplop itu dan baru sempat sekarang.Dia pun membuka amplop itu.
Dengan seksama ia membaca semuanya, yang membuat ia terkejut, ternyata selama ini Ega kerja di perusahaannya.Bagai mendapat jackpot,ia pun menyuruh sekertaris Rena memanggil Ega untuk menghadapnya.
Rena pun menghubungi bagian resepsionis dan meminta Ega datang ke ruangan Abi.
"Ada apa ya Ma?kenapa aku di panggil sama tuan Abi?Apa aku sudah membuat kesalahan?Apalagi kata Rai aku tidak boleh membuat kesalahan,jika tidak mau berurusan dengan tuan Abi" cerocos Ega dg wajah ketakutan
" Jangan suka su udzon ka, mungkin tuan Abi ada keperluan lain sama Kaka" jawab Ema menenangkan Ega
__ADS_1