JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.9


__ADS_3

Rey pun langsung masuk kekamarnya sedangkan alina masih harus mengunci semua jendela dan pintu dirumah itu.


"semuanya sudah dikunci tinggal jendela yang ada diruang tamu saja"tutur alina dan langsung pergi keruang tamu untuk mengunci jendelanya


namun tiba - tiba lampu padam sehingga membuat alina berteriak ketakutan.


"Rey,, kau dimana?"Alina berteriak memanggil nama rey namun tak ada sahutan dari rey.


"Kurasa dia marah padaku"gumam alina.


Alina mencari jalan untuk menuju tangga tak ada satupun cahaya disana, alina menabrak meja dan tersungkur."Aaw,,"alina mengadu kesakitan tapi ada tangan yang menyentuh bahu alina dan alian mengira itu hantu"Hantu,,,"alina berteriak sekuat mungkin namun mulutnya langsung dibekap.


"Apa kau bisa diam tak perlu berteriak!kalau kau berteriak akan aku masukkan kau kedalam gudang angker itu!"ancam rey.


Alina pun langsung membungkam mulutnya, lalu ia dibantu berdiri oleh rey alina pun langsung memeluk tubuh rey yang kekar itu.


"tidak perlu memelukku"Rey langsung menepis tangan alina yang memeluknya namun alina semakin mengencangkan pelukannya.


"jangan lepaskan aku! aku sangat takut,"tutur alina."hati - hati nanti ada hantu yang akan tiba - tiba muncul! itu sangat menyeramkan bukan,"sambungnya lagi.


"kalau dia datang ya aku tinggal memberikanmu"Rey seketika tersenyum usil ia mempunyai ide untuk membuat alina takut.


Rey menjauhkan dirinya dari tubuh alina lalu berteriak seakan - akan dirinya sedang ditarik oleh seseorang.


"Alin,, tolong aku!aku ditarik oleh seseorang"teriak Rey menakuti alina.


"Rey kau dimana?"teriak alina.


"Alina tolong aku!ada seseorang sedang mencekikku"teriak rey dan setelah tertawa kecil penuh kemenangan.Alina pun semakin ketakutan."Hantu hihihi"suara rey yang menakuti alina.


"Rey aku tidak suka bercanda lebih baik keluarlah"teriak alina.tubuh alina gemetaran dan rey mempunyai ide untuk mengejutkan alina.


ia pun mengejutkan alina namun itu membuat Alina jatuh pingsan tapi rey langsung menangkapnya.


"Astaga dia pingsan"ucap Rey.


Rey pun terpaksa mengangkat tubuh alina sampai kedalam kamarnya.


Rey membaringkan tubuh alina keatas kasurnya.


"kamarnya kan didekat dapur, kenapa aku membawanya kesini?"tanya rey pada dirinya sendiri."terserahlah aku sudah lelah mengangkat tubuhnya"Rey ikut membaringkan tubuhnya didekat alina.


keesokan harinya alina merasa ada tangan yang melingkar dibagian perutnya.


"tangan siapa ini?"gumam alina bertanya, dia sudah mengira yang tidak - tidak.


saat dia menoleh ia melihat wajah imut rey saat sedang tidur."imut sekali dia kalau sedang tidur"tutur alina menatapi wajah suaminya yang menurutnya imut.


"Rasanya ingin kumakan"alina tertawa geli saat mendengar perkataannya sendiri.


Alina hendak berdiri dari atas kasur namun ia menyadari kalau ini bukan kamarnya melainkan kamar suaminya.alina menoleh lagi kearah Rey ia baru ingat kalau mereka sudah berjanji tidak akan tidur satu kamar.


"Bagaimana ini kalau dia bangun, pasti dia akan memarahiku!"tutur alina.alina perlahan-lahan turun dari kasur agar tak membangunkan Rey dan berhasil alina keluar dari berlari terbirit-birit menurun anak tangga dan menuju kamarnya.


Alina menutup pintu kamarnya, setelah itu ia mandi dan berganti pakaian.

__ADS_1


lalu alina pergi kedapur untuk memasak sarapan pagi.setelah selesai ia membersihkan rumah yang luas itu.


"pagi ini aku sudah selelah ini"celoteh alina terdengar oleh Rey yang menuruni anak tangga untuk sarapan pagi.


"Sini biar kubantu"Rey mengambil sapu dari tangan alina, lalu rey menggantikan alina menyapu rumah itu.


"tidak perlu aku bisa sendiri kau kira aku lemah apa!"ketus alina hendak mengambil alih salu itu namun rey langsung menepis tangan alina dengan sangat kuat sehingga alina mengadu kesakitan.


"memang kau lemah!kau tadi bilang pagi ini aku sudah selelah ini!"jawab rey sambil tersenyum meledek membuat alina terkekeh.


"sudahlah aku sekalian ingin merasakan bagaimana rasanya membersihkan rumah seluas ini,"sambung rey lagi.


"kerasukan apa dia jadi begini"gumam alina bingung mengapa rey berubah menjadi baik.


"kenapa kau melihatku begitu?"tanya rey sembari menyapu lantai itu.


"tidak! tidak apa-apa"jawab alina lalu tersenyum."Apa kau sudah sarapan?"tanya alina


Rey pun menggelengkan kepalanya,


"Apa kau belum sarapan"tutur alina setengah berteriak.


"tidak perlu berteriak! sesudah ini aku akan sarapan"Rey pun membuang kotoran debu itu ketong sampah.


"Ayo kita sarapan aku sudah lapar,"ajak alina.


"kau lapar?kukira kau kuat tadi"ledek rey.


"aku perempuan jadi wajar kalau aku lapar"ketus alina.tiba - tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya pagi - pagi.


"sepagi ini ada orang bertamu"tutur alina dan membukakan pintu dan terlihat seorang laki-laki dan perempuan sedang tersenyum diambang pintu itu.


"pagi alin sahabatku yang paling kusayang"Lisa memeluk alina dan mengakhiri pelukan itu.


"perempuan ini sudah seperti satu tahun tak bertemu"celoteh daniel.namun terdengar oleh lisa dan alina.


"apa kau bilang tadi?coba ulangi"ucap Lisa sembari berkacak pinggang.


"Aku bilang kau sudah seperti orang yang tak bertemu satu tahun.kau mengerti!"tegas daniel


lalu masuk kerumah alina setelah mendapat izin dari alina.


Lisa dan alina pun menuju dapur untuk sarapan pagi juga.rey dan daniel sudah terlebih dahulu sarapan karena mereka akan pergi meeting bersama klien.


"kau akan pergi?"tanya alina dijawab anggukan oleh rey lalu berkata,"memangnya kenapa?"tanya rey lagi.


"bila kau pergi aku dengan siapa?"tanyanya.


"kau dengan nenek lampir yang amat imut ini"


jawab daniel sembari tersenyum manis.


"sekali lagi kau bilang aku nenek lampir akan kupukul kau memakai besi hingga kau tidak akan ada lagi didunia ini!?"ketus lisa kesal akan omongan daniel tadi.


"terserah kau saja bila aku mati kau akan menyesal!"seru daniel.

__ADS_1


"kenapa aku harus menyesal?"tanya Lisa.


"karena aku telah ditakdirkan untukmu"jawab daniel sambil tertawa terbahak-bahak.membuat Lisa semakin kesal.


Alina pun ikut tertawa, Lisa yang melihat sahabatnya menertawakannya langsung membalasnya dengan memberitahu rey tentang rahasia alina.


"Rey akan kuberitahu satu rahasia tentang Alina"tutur Lisa dan alina langsung berhenti tertawa."diamlah kau!kalau kau memberitahunya aku tidak akan mau lagi berteman denganmu!?"Ancam alina.


"Alina kumohon kau jangan marah padaku, baiklah aku tidak akan memberitahunya!"lisa langsung membungkam mulutnya.


sedangkan mama Mey dan papa nathan akan berangkat keluar negeri tepatnya keaustralia.


"dimana mereka kenapa belum datang?"tanya mama mey.dia pun menelepon rey.


"Halo ma, ada apa?"tanya Rey.


"Kau lupa papa dan mama akan berangkat harus ini"jawab mama mey.karena rey memang tidak ingat sama sekali.


"astaga!maafkan Rey ma,mama tunggulah dibandara Rey akan menyusul"Rey pun hendak mematikan teleponnya namun mama bertanya lagi padanya,


"Rey disana daniel?"tanya mama Mey.


"iya, dia disini mah kenapa memangnya?"tanya balik Rey.


"anak itu!mama menyuruhnya untuk menjemputmu rey"seru mama Mey akan tingkah laku anaknya daniel.


"baiklah ma, aku akan memberitahu daniel"Rey dan mama Mey pun mematikan teleponnya.


"Daniel kau ini mama ingin berangkat kenapa kau tidak memberitahuku?"tanya Rey kesal.


"astaga aku kesini untuk memberitahumu tapi aku lupa!"jawabnya.lalu mereka pun pergi menuju kebandara.sesampainya disana


Rey melihat mama Mey dan papa Nathan akan


berangkat,"Mama, papa"panggil rey berteriak.


"Rey, Alina, daniel, Lisa kalian lama sekali kami sudah lama menunggu kalian"tutur papa Nathan sambil memeluk mereka semua.


"baiklah kami sudah terlambat"


"papa dan mama berangkat dulu ya"sambung papa Nathan dan mereka pun tersenyum.


setelah keberangkatan papa Nathan dan mama Mey mereka pun akhirnya memutuskan untuk pulang.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


semoga suka jangan lupa kasih like, vote, dan komentarnya yang baik ya🤓


Salam dari Rey dan Alina🤗❤️


__ADS_2