JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.14


__ADS_3

sorry ya semua dieps 13 namanya mama Mey bukan Clarissa author salah tulis....


"Apa benar nak..kamu mengonsumsi obat itu?"


tanya mama mey tak percaya menantunya bisa meminum pil itu.


Alina masih menunduk tak bergerak sedikitpun alina berfikir bagaimana kalau rey akan meninggalkannya saat tau dia mengonsumsi obat itu.


"Tidak Ma...aku tidak pernah meminum obat itu"jawab alina tenang menutupi rasa gugupnya.


"aku tidak suka pembohong alina!"bentak rey.


"lebih baik kau jujur"sambungnya lagi.


"aku jujur kak rey...aku nggak pernah mengonsumsi obat itu"alina terus saja mengelak sehingga membuat rey semakin membencinya karena sejujurnya rey dari kecil begitu benci dengan pembohong.


"semakin kau bohong...semakin aku membencimu alina,"tegas rey dengan sorot mata tajam yang hendak menerkam mangsanya.


Alina menangis mendengar kata benci yang keluar dari mulut rey.entah mengapa hati alina sakit saat rey berbicara itu kepadanya.


"jujur alina...kumohon jujurlah!"teriak rey.


"Iya..iya aku mengonsumsi obat itu"jawab alina setengah berteriak sambil menangis.


"sejak ayahku meninggal aku mengonsumsi obat itu dan sampai detik ini aku tetap mengonsumsinya.."tutur alina sembari menatap rey dan menangis sejadi-jadinya.


papa nathan terkejut sekali begitupun kedua teman rey.


"astaga!kau sudah sejak lama mengonsumsi obat itu."


"dan papa yakin kau pasti tidak bisa menghentikan kebiasaan mu yang meminum pil itu"sambung papa nathan lagi.


Alina menganggukkan kepalanya karena memang alina tidak bisa menghentikan kebiasaannya meminum itu.


"Mulai sekarang kau hentikan kebiasaan burukmu"tegas rey membawa semua obat lalu membuangnya kekotak sampah.


"baiklah!aku janji mulai hari ini aku tidak akan mengonsumsi obat itu lagi"alina tersenyum.


"baiklah sayang mama memaafkan mu"ujar mama Mey memeluk alina.


"Dan kita semua juga"tutur daniel dan mereka semua tertawa bahagia.


mama mey dan papa nathan sekarang berada didalam kamar, daniel dan lisa berada ditaman, rey dan alina berada dikamar mereka.


"kak.."panggil alina.


"Ada apa?"tanya rey sembari memejamkan matanya.


"kau belum tidurkan?"tanya alina sambil memainkan kancing piyama milik rey.


"Hem...."rey yang merasa alina sangat aneh langsung membuka matanya.


"Ada apa denganmu?kau terlihat aneh sekali?"tanya rey sambil menepis tangan alin. dari piyamanya.


"tidak..aku tidak apa-apa"jawab alina sambil memainkan kancing piyama rey.lagi - lagi rey menepis tangannya.


"ish...tidak peka sekali"gumam alina sembari mengerucutkan bibirnya.


dan alina memilih tidur begitu juga rey.


Keesokan Harinya.....


"Kak rey....bangun"teriak alina membuat rey terkejut.


"astaga!jangan pernah kau berteriak seperti itu karena suaramu merusak telingaku."rey terus menggerutu sampai menutup pintu dengan kencang membuat alina keheranan.

__ADS_1


"apa dia marah ya"alina tertawa kecil bisa ngerjain suaminya yang galak.


"dia ingin membuat jantungku lemah lalu aku mati dia akan senang"Rey tak berhenti menggerutu sehingga kakinya terpeleset kelantai dan kepalanya terbentur Kedinding.


"Aaa...alina... tolong!"pekik rey kesakitan.


alina saat itu sedang membersihkan tempat tidur langsung membuka pintu kamar mandi dan menyelamatkan rey membantunya berdiri dan menuju kekasur.


"kak..gimana sih bisa jatuh? mangkanya jangan marah - marah terus sama istri"Alina mengocehi rey tanpa henti sehingga membuat rey sedikit kesal sudah jatuh diocehin pula.


"kamu tuh mau bantu atau nggak?"tanya rey.


"ya..aku mau bantu"jawab alina.


"kalo gak ikhlas lebih baik gak usah dibantu."ketus rey.


"kak rey.."panggil alina.


namun rey hanya menatap keluar jendela mengamati taman yang ada dikamarnya.


Rey merasakan kepalanya yang disentuh oleh tangan alina merasakan kenyamanan bagi dirinya.


"cup.."alina memberanikan diri mengecup bibir rey.rey yang saat itu sangat kesal dan marah begitu terkejut alina melakukan hal seperti itu.


Alina tersenyum pada rey.


"kiss morning....sayang"tutur alina sembari tersenyum menahan malunya terhadap rey.


"astaga!kau ini gila ya"ujar rey memegang kening alina namun alina langsung menepisnya.


"aku tidak gila sayang,"ucap alina.


sebenarnya alina mendapatkan ide seperti itu dari lisa teman kecilnya lisa sangat ahli dalam hal seperti ini.


"ish...sayang!sejak kapan kau jadi seperti ini alin...."teriak rey menjauhkan tubuhnya dari alina.


langsung masuk kekamar rey mendengar keributan mereka saat pagi hari.


"Ada apa rey kenapa ribut sekali?"tanya mama Mey.


"ini ma..menantu mama sudah gila"tutur rey bersembunyi dibelakang mama mey.


"sudah aku bilang aku tidak gila sayang...."pekik alina kesal dengan sikap rey.


"hahahah"semua orang tertawa melihat kelakuan rey dan alina.


"Alina..rey tak terbiasa dipanggil sayang"tutur mama mey.


"kalau begitu biasakan"ujar Alina menarik tangan rey.


"biasakan kak..."pinta alina.


"tidak!aku tidak bisa"ketus rey.


"kau memanggilku dengan sebutan..."Alina sejenak berfikir dan.."terserah kak rey saja dan aku memanggil kak rey dengan sebutan sayang..."goda alina membuat sedikit kesenangan bagi rey.


"baiklah aku akan memanggilmu my crazy wife"


ujar rey sambil tersenyum sinis.


"apa.. tidak boleh!kau tidak boleh memanggilku seperti itu"tutur alina tak terima.


"kenapa memangnya?kan terserah aku yang memilih sebutannya"ucap rey meledek alina.


"baiklah aku tetap memanggilmu sayang.."tutur alina tersenyum.

__ADS_1


Mereka semua berada dimeja makan untuk sarapan.


"mama..."panggil alina.


"iya sayang kenapa?"tanya mama mey.


"ehm..gini kapan kita bakalan pergi keparis?"tanya alina mama Mey hanya tersenyum lalu berkata,"besok sayang..besok kita keparis"jawab mama mey.


"Yeay...."Alina dan lisa bersorak bahagia.


"kita akan pergi berlibur"pekik lisa seperti anak kecil.


"dan aku akan pergi jauh dari singa galak"tutur alina membuat rey kesal.


"singa galak!kau bilang aku singa galak."tegas rey membuat alina yang semulanya bahagia kini terdiam.


"maaf...aku tak sengaja!tapi memang kau galak seperti singa"ujarnya.


Rey berdiri dan meninggalkan meja makan menuju mobil.


"rey..tunggu kau ingin meninggalkanku"ketus daniel lalu masuk kedalam mobil begitupun rey dia pun masuk kedalam mobil dan langsung pergi.


"Mama...apa kak rey marah?"tanya alina.


"mama rasa begitu"mereka semua tertawa.


Alina dan lisa juga mama mey pergi berbelanja kemall perbelanjaan terbesar disana.


"kau ingin membeli apa alina..lisa"mama mey sibuk memilih baju untuk dibelinya.


"aku ingin ini saja ma"tunjuk alina.


"dan aku juga mau yang sama seperti alina"pinta Lisa.


"baiklah mama juga yang sama seperti kalian"mereka tertawa riang disana.


mereka pun sudah selesai berbelanja.


"baiklah apa kalian ingin makan?"tanya mama Mey.


"baiklah kita makan"ajak mama mey melihat Alina dan lisa yang saling menatap.


mereka akhirnya memesan makanan dan memakannya.


"kalian makan tak pernah mengajakku"tutur Daniel yang tiba - tiba datang.


"Daniel..."ucap mereka bersamaan.


"bagaimana kau bisa disini?"tanya mama Mey.


"jadi gini mah...aku sama rey itu lagi meeting nah selesai meeting aku ditinggalin sama rey dan jadi kebetulan perut aku laper jadi aku kesini.."jelas daniel.


"baiklah duduklah nak dan kita makan bersama"ajak mama Mey.


"wah daniel...kau sangat pandai berbohong"seru rey entah datang dari mana.


"REY..."tutur mereka bersamaan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


jangan lupa vote like dan komennya.🤗❤️


__ADS_2