JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.3


__ADS_3

setelah dua minggu menikah rey dan alina masih saja bertengkar karena hal sepele kadang baik terlihat seperti sepasang kekasih.


Dan hari ini bertepatan dihari minggu,


dimana semua orang beristirahat ataupun berpergian bersama keluarga mereka atau pun teman.


Tapi tidak dengan rey dan alina mereka seperti Tom and jerry.


"hey ... apa kau melihat ponselku?"tanya rey masih sibuk mencari ponselnya.


"mana ku tahu"jawab alina mengangkat kedua bahunya lalu melirik kearah rey yang menatapnya dengan tatapan tajam.


"iya ... baiklah akan kubantu carikan ponselmu"tutur alina begitu lembut dan tersenyum pada rey.


setelah mencari selama hampir setengah jam akhirnya apa yang dicari ditemukan.


"huh, lelah sekali"gumam alina mengatur nafasnya yang naik turun.


"baru begitu saja sudah lelah"tutur rey.


"apa kau pikir selama setengah jam itu tidak lama hah? aku menyesal membantumu!"


alina mengerucutkan bibirnya kesal.


"lagi pula aku tidak butuh bantuanmu"ketus rey sibuk memainkan ponselnya.


"sungguh? baiklah kalau begitu"


alina berdiri dari duduknya dan merampas ponsel rey dari tangan rey.


"ucapkan terimakasih padaku atau ponsel ini akan disembunyikan dan kau cari sendiri ponselmu!"ujar alina menaik turunkan alisnya.


"shit!"umpat rey menajamkan matanya.

__ADS_1


"bagaimana penawaranku?"tanya alina tersenyum mengejek.


"kau ..."Rey pun berdiri dari duduknya hendak mengambil ponselnya yang berada ditangan alina namun dengan cepat alina berlari menuju kamarnya lalu rey pun mengejarnya.


"perempuan gila! kembalikan ponselku"teriak Rey sudah habis kesabaran pada istrinya itu.


"bila aku mendapatkan mu dan ponselku aku akan menerkam mu sehingga kau merasakan hukuman yang lebih menyakitkan"teriak rey lagi.


"terserah...aku tidak takut"sahut alina.


"kau...!"


Rey pun dengan secepat kilat mengejar alina dan menahan pintu kamar agar tidak tertutup,


alina dengan tubuh kecilnya tidak akan mampu menahan pintu itu yang didorong oleh rey yang bertubuh dua kali lipat besar darinya.


tenaga rey lebih kuat dari pada alina dan hasilnya alina terdorong kebelakang, alina hendak berlari kedalam toilet namun tangan rey


"berani sekali kau! kembalikan ponselku atau aku akan berbuat lebih dari ini!"ancam rey menajamkan matanya dan menekan setiap kalimatnya.


"tidak akan pernah sebelum kau bilang terimakasih, aku tidak akan memberikan ponsel ini"seru alina dengan senyum mengejek pada rey karena rey sia - sia dalam usaha mengejarnya.


apa kata dunia kalau seorang reydan thomas alexander mengucapkan terimakasih pada seorang perempuan bisa jatuh harga dirinya.


"kembalikan ponselku perempuan gila!"tutur rey menghela nafasnya dengan kasar ia mencoba meredakan amarahnya yang sudah memuncak


"hmm ... sepertinya kau ingin sekali dengan ponsel ini"seru alina.


"kembalikan alina! dalam hitungan ketiga bila kau tak memberikan ponselku, aku akan menghukum mu dengan pelajaran yang tak akan pernah kau lupakan!"ancam rey menajamkan matanya pada alina.


"tidak akan pernah! sekali pun itu hukuman yang menyakitkan, aku tidak akan pernah mengembalikannya"tantang alina.


Lalu rey pun mendekatkan tubuhnya dengan tubuh alina dan kini hidung mereka bersentuhan tak ada jarak lagi diantara mereka.

__ADS_1


"kau yang memaksaku"bisik rey dan mencium bibir mungil alina, alina begitu terkejut ini adalah ciuman pertamanya.


"umph...lepaskan! kau gila!"pekik alina dengan wajah terkejut.


"kau yang memaksaku! lebih baik kembalikan ponselku!"seru rey semakin mempertajam matanya.


"ponselmu dan berkas pentingmu!"ucap alina menunjukkan salah satu tangannya yang ada berkas penting milik rey.


Rey membelalakkan matanya dia begitu terkejut bagaimana berkas itu berada ditangan alina.


"cepat kau kembalikan berkas itu dan ponselku"


tegas Rey ia sudah kehabisan kesabaran menghadapi alina.


"hahaha...kenapa lelah mengejar ku?"tanya alina dengan tertawa.


"kau...!"


Lalu rey menarik pinggang alina dan kembali ******* bibir alina dan semakin perlahan ciuman itu semakin menuntut dan kini tangan alina terkunci lalu dengan secepat kilat rey mengambil ponselnya juga berkas pentingnya tanpa melepaskan ciuman mereka Rey menggiring tubuh alina dan menghempaskan nya keatas kasur.


Dalam satu tarikan kini alina tidak memakain apa pun, alina diam ia tak bisa apa - apa ia pasrah kini rey yang sudah terbakar oleh gairahnya langsung melepaskan pakaiannya dan kembali mel***at bibir mungil alina.


dan memulai penyatuan, alina meringis kesakitan saat mereka memulai penyatuan namun rey mencium bibir alina agar mengurangi rasa sakit alina.


pagi itu adalah pagi dimana mereka melakukan penyatuan dan saling memadu kasih.


*


*


*


THANK YOU❤️

__ADS_1


__ADS_2