JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.16


__ADS_3

Lisa melanjutkan makannya yang sempat tertunda.


"dia itu setiap kali aku menghinanya semua orang membelanya seperti dia adalah bagian dari keluarga ini"gerutu daniel menjadi - jadi.


" besok kita akan berangkat keparis"tutur mama Mey yang masih sibuk mengunyah makanannya.


"apa ma..cepat sekali"ucap Alina.


"kenapa memangnya kalau mama percepat waktunya?"tanya mama Mey.


"baiklah besok kita pergi keparis ma.."jawab alina sambil tersenyum bahagia.


dijawab anggukan dan senyuman oleh mama Mey.


"dan sesudah dari paris kamu daniel akan papa dan mama jodohkan dengan pilihan papa dan mama"seru papa Nathan.


Daniel kembali tersedak dan dengan cepat Lisa mengambil air untuknya lalu daniel meneguknya.


"kalau makan hati - hati"tegur papa Nathan.


"apa dijodohkan dengan siapa?"tanya Daniel.


"kau ingin tau?kalau kau ingin tau setelah kita pulang dari Paris nanti"jawab mama Mey.


"baiklah terserah mama dan papa aku akan menerimanya"ucap daniel melanjutkan makannya.


"semoga saja bukan dengannya"gumam daniel melirik kearah lisa yang berada disampingnya namun daniel tertangkap oleh lisa.lisa melihat kearah daniel yang meliriknya.


"Ada apa?"tanya lisa.


"tidak apa-apa"jawab daniel datar.


akhirnya mereka semua sudah selesai makan malam dan semua sudah berada dikamar masing-masing.


***


"kak rey..apa kau ingin ikut keparis?"tanya alina seraya memasukan bajunya kedalam koper.


"iya..besok aku akan ikut kalian keparis"jawab rey masih sibuk dengan laptopnya.


Alina mengambil koper untuk menyusun baju rey dan meletakan semua baju milik rey dalam koper itu.


"dan akhirnya selesai juga"tutur alina sembari meletakan kedua koper itu.


alina membaringkan tubuhnya yang cukup lelah hari ini dan tak butuh waktu lama akhirnya dia tertidur pulas tanpa menunggu rey.


"alina..."panggil rey namun tak ada sahutan dari perempuan itu.


"ternyata dia sudah tidur"rey ikut membaringkan tubuhnya disamping alina dan terlelap sambil memeluk alina.


keesokan harinya.....


"huahh..."alina menguap.


"dimana kak rey...."Alina mencari - cari rey yang tak ada disampingnya karena biasanya dia bangun lebih dulu dari Rey.

__ADS_1


"cepat bangun dan bersiaplah karena kita akan berangkat"tutur rey seraya meminum tehnya dan duduk diatas sofa.


Alina berdiri mengambil handuknya lalu masuk kekamar mandi untuk membersihkan tubuhnya


setelah itu dia bersiap - siap.


setelah rey dan alina sudah siap dengan setelan pakaian mereka.akhirnya mereka berdua turun dan menyapa semua orang setelah itu mereka mulai sarapan.


mereka pergi menggunakan pesawat pribadi milik papa nathan sebenarnya rey juga memiliki pesawat pribadi namun tak ada yang boleh memakai pesawat itu tanpa seizinnya sebelum dia memakainya dengan istrinya itulah yang dikatakan oleh rey sewaktu pertama kali dia memakai pesawat pribadinya.


"Rey...kau memakai pesawat pribadimu saja"ujar mama Mey.


"what!gak usah ma...aku bareng kalian aja"bantah rey.alina hanya diam mendengar perdebatan antara ibu dan anak.


"gak apa-apa rey kamu sama alina naik pesawat pribadimu saja"tutur mama Mey.


"pesawat pribadi?"kata alina.


"iya alina...rey mempunyai pesawat pribadi yang lebih bagus dari ini"mama Mey tersenyum melihat raut wajah alina menjadi begitu gembira.


"Rey kaukan pernah bilang kalau kau akan menaiki pesawat itu bersama istrimu"sambung mama mey.rey tak bisa berkata - kata lagi apa yang dikatakan oleh mama Mey memang benar.


"baiklah!aku dan alina akan berangkat menggunakan pesawatku"Rey memilih mengalah daripada harus berdebat dengan mamanya.


"halo...kau antar aku keparis menggunakan pesawat pribadiku!cepat!"tutur rey semakin menaikkan nada suaranya.


"baik tuan..."ucap orang yang ditelepon oleh Rey.


akhirnya pesawat pribadi milik rey sudah tiba dan mereka berdua pun berangkat menyusul pesawat pribadi milik papa Nathan.


**Paris**


akhirnya mereka sudah sampai diparis mereka menuju mansion utama dimana papa nathan dan mama mey dulu tempati.


"kita akan kemana bibi?"tanya lisa dengan raut wajah gembira.


"kita akan kemansion utama milik pamanmu"jawab mama Mey.


semua orang kini berada didalam mobil menuju mansion utama nathan.


setelah menempuh jalan yang cukup jauh mereka pun sampai dimansion besar dan mewah.


"silakan masuk tuan...dan nyonya"sapa salah satu orang pelayan disana.


"terimakasih"tutur alina dan Lisa.


Mereka menuju kamar masing - masing untuk ditempati karena mansion itu sangat luas membuat alina dan rey jadi salah masuk kamar mereka sibuk berdebat memilih kamar begitu juga dengan Lisa karena baru pertama kalinya kemansion itu dia salah masuk kamar.


"astaga!aku sudah tiga kali salah masuk kamar"Lisa menghela nafasnya.


"dan mungkin ini kamarku"tunjuk Lisa kegirangan dan betul akhirnya dia ketemu dengan kamarnya.


sedangkan daniel dia lebih dulu masuk kedalam kamarnya dan sekarang dia sedang dengan ritual mandinya.


"sayang... pemandangannya indah sekali bukan"tutur alina menarik nafas lalu menghembuskannya secara perlahan.

__ADS_1


"sudahlah cepat bersiap - siap semua orang sudah menunggu dibawah"ucap rey memakai setelan santai.


alina masuk kedalam kamar mandi dan dengan cepat dia membersihkan tubuhnya.


alina dengan cepat memakai bajunya saat rey sudah tak ada lagi didalam kamar.


diruang keluarga terlihat semua orang sedang bercanda dan tertawa dengan bahagianya.


"siapa mereka?"gumam alina bingung melihat semua keluarga sedang berkumpul bersama.


"Alina kemari nak,"panggil mama Mey.


dijawab anggukan oleh alina lalu alina duduk disebelah mama mey.


"kenalin ini menantuku namanya alina...."


tutur mama Mey.


"wah...cantik sekali menantumu kak..."


"iya cantiknya...istri pilihan rey"


semua orang nampaknya sangat bahagia saat melihat Alina.


"cantik sekali...andai kau belum menjadi istri rey sudah kupastikan kau menjadi milikku pujaan hati"ucap vero sepupu dari rey.


"diamlah!atau kumasukkan kau kekandang macan"ujar rey datar tanpa ekspresi sedikit pun diwajahnya.


"yaampun galak sekali nih anak.....gak ada berubahnya"ketus vero.


Rey menajamkan matanya saat melihat vero mendekati istrinya.


"diamlah!jangan pernah bergerak dari tempatmu"tegas Rey.


"ya...iya baiklah aku diam...bagaimana kau bisa tahan mempunyai suami galak seperti kakakku?"tanya vero pada alina.


"ya...dia itu sangat galak tapi dia adalah suamiku jadi tidak mungkin dia mau memarahiku"jawab alina tersenyum manis.


"kau berupaya membelanya."kata vero menautkan alisnya.


"tidak!"tutur alina.


semua orang disana sedang bercanda tertawa ria bahagia karena setelah sekian lama mereka tak jumpa akhirnya mereka bertemu kembali dimansion utama alexander.


terlihat rey yang sibuk menatap tajam pada sepupunya vero.vero yang ditatap tajam tak mau kalah dari rey.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2