JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.13


__ADS_3

"Kak...maafkan aku!aku salah"ujar alina.


menatap rey yang sedang marah kepadanya.


Rey hanya melihat alina dengan tatapan kesal dan berlalu dari sana masuk kedalam villa tanpa memperdulikan alina yang memanggil


namanya.alina pun menyusul mengikuti rey


dibantu oleh lisa untuk naik keatas tangga saat didepan pintu dia begitu gugup.


"Lisa...aku harus apa bila dia membentakku?"tanya alina.


"kau diam saja dengarkan setiap kata yang dibicarakan oleh tuan rey,"jawab lisa sambil tersenyum memberikan ketenangan untuk alina.


"baiklah!aku akan memakai idemu."tutur alina dan masuk kedalam kamarnya secara perlahan.


dan terlihatlah rey sedang menatap kearah jendela yang melihatkan pemandangan yang indah, bunga yang bermekaran.


"Kak..."panggil alina sambil meremas ujung bajunya dengan begitu gugup alina memberanikan dirinya untuk medekati rey.


"keluarlah!aku tidak ingin diganggu"tutur rey.


"aku ingin minta maaf padamu."alina menghentikan langkahnya saat rey membalikkan tubuhnya menghadap alina.


"dan aku mau minta izin untuk pergi keparis.."


sambung alina semakin membuat rey kesal padanya.


"sudah kubilang keluar!apa kau tak dengar hah!?"bentak rey.membuat alina gemetar ketakutan mendengar suara rey yang menggema diseisi ruangannya.


"aku kesini untuk minta maaf...hiks..hiks,"


Alina mulai menangis ketakutan.alina semakin menangis dan semakin ketakutan saat rey semakin menajamkan tatapannya pada alina.


"berhentilah menangis dan keluarlah!aku tidak ingin diganggu olehmu!?"teriak rey semakin membuat alina menangis.


"kau begitu marah padaku karena cincin itu...aku tau cincin itu berharga bagimu dan itu juga berharga bagiku!"ucap alina menahan gugupnya dan tangisannya semakin menjadi.


"kubilang kau keluar!?"bentak rey menarik lengan alina dan memaksanya untuk keluar dari kamarnya.


"Lepaskan aku tidak mau keluar...aku ingin meminta maaf padamu!"bantah alina dan melepaskan cengkraman rey dari lengannya.


"keluarlah!aku tidak butuh maafmu!dan sekarang keluar!?"tegas rey.rey terus saja menarik lengan alina sehingga lengan alina memerah akibat cengkraman rey yang cukup kuat.


"aku tidak ingin keluar...aku ingin minta maaf padamu"bantah alina.


tanpa berfikir alina memecahkan vas bunga yang ada didalam kamarnya lalu mengarahkan pecahan vas bunga itu ketangannya.


"kalau kak rey gak mau maafin aku...aku bakalan bunuh diri aku sendiri!"teriak alina sambil menangis.


Rey yang melihat alina melakukan hal yang bisa membuat nyawanya meregang seketika dia terkejut bahwa alina bisa melakukan hal seperti itu hal yang dilakukan oleh orang bodoh.


"Daniel...Lisa....."panggil rey berteriak keras memanggil keduanya.


"Alina kumohon jauhkan pecahan vas bunga itu dari tanganmu...."tutur rey.


"maafkan aku dulu baru aku menjauhkan ini dari tanganku..."teriak alina.


Daniel dan Lisa sudah sampai didepan pintu kamar langsung masuk tanpa meminta salam.

__ADS_1


"Rey..kenapa kau memanggil kami?"tanya daniel mengatur nafasnya karena lelah menaiki tangga.


"kau tidak lihat..alina memegang pecahan vas bunga"jawab rey.


"astaga!Alina..."teriak daniel dan lisa begitu terkejut.


"Alina kumohon jangan melakukan itu untuk yang kedua kalinya!"teriak lisa namun tak didengarkan oleh alina.alina sibuk menatap rey.


"kedua kalinya berarti dia pernah melakukan hal seperti ini juga..."gumam rey dalam hati.


namun saat alina lengah dengan cepat rey mengambil pecahan vas bunga itu lalu membuangnya lalu rey mendekap alina kedalam pelukannya untuk menenangkan alina.tak butuh waktu lama alina pun tertidur dengan pulas Rey dan daniel juga lisa turun kebawah dan duduk disofa yang berada diruang tengah.


"Lisa..Alina pernah melakukan hal seperti tadi?"


tanya rey.


"iya tuan...waktu itu alina pernah mencoba bunuh diri didalam kamarnya karena kejadian yang menimpanya dan keluarganya.."jawab lisa.


"bisakah cerita lebih detail lagi?"tanya daniel


dijawab anggukan oleh lisa lalu dia lanjut bercerita.


"waktu itu ayah alina mengalami kecelakaan dan ibunya yang sakit dan dirawat dirumah sakit dan membutuhkan biaya yang besar karena begitu lelah membuat beban fikir alina menjadi terganggu!tanpa berfikir panjang alina mencoba bunuh diri dikamarnya dan untungnya aku tiba diwaktu yang tepat!"tutur lisa menjelaskan kejadian itu.


"dia sepertinya tidak boleh banyak fikiran yang bisa membebani fikirannya dan melakukan hal-hal yang bisa membuat hidupnya dalam bahaya..."ujar daniel.


"Kau benar..aku juga tak habis fikir dia bisa melakukan hal seperti tadi"tutur rey dan menaiki tangga menuju kamar untuk melihat keadaan alina.


Rey duduk ditepi kasur sorot matanya menatap alina dengan penuh tanya dan mata rey tertuju pada laci meja disamping tempat tidurnya rey menuju laci itu dan membukanya, Rey mengerenyitkan dahinya melihat pil obat banyak sekali disitu.


"Apa jangan - jangan dia mengonsumsi obat ini?"gumam rey.


ada tangan yang memeluk rey dari belakang,


rey spontan menoleh melihat siapa yang memeluknya dan ternyata alina yang tersadar dari tidurnya.


"Maafkan aku..."tutur alina dengan suara paraunya.


"untuk?"tanya rey.


"karena aku telah..."alina terdiam tak melanjutkan kata - katanya.


"kau lanjutkan katamu yang terpotong..kau telah apa?"tanya rey semakin bingung.


"ehm..tidak, aku tidak ingat ingin mengatakan apa tadi"alina tertawa kecil atas kelupaannya.


"kau lupa?baiklah"ujar rey dan membalas pelukan alina.


Rey membantu alina turun untuk makan siang setelah semua dimeja makan mereka semua diam dan hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu yang saling beradu.


"Daniel..hari ini kita akan keproyek pembangunan"tutur rey.


"baiklah, sesudah makan aku akan siap - siap"


seru daniel sambil menyuapkan sendok kedalam mulutnya.


Didalam perjalanan rey masih sibuk dengan ponselnya.


"daniel..kita kerumah sakit milik paman arthur"

__ADS_1


daniel mengangguk dan langsung menuju rumah sakit milik paman rey yang berada disurabaya.sesampainya dirumah sakit rey langsung masuk keruangan pamannya dan menanyakan tentang pil yang sering diminum oleh alina waktu dirumah dan divilla.


"Nak..rey dan daniel ada apa kemari?"tanya paman arthur.


"siang paman"sapa keduanya.


"aku membawa pil obat dan aku ingin tahu ini untuk apa"tutur rey memberi pil obat.


"kalau diliat dari bentuknya ini untuk orang yang mengalami gejala depresi yang sangat berat"ujar arthur.


"Depresi!"tutur rey dan daniel bersamaan dengan wajah terkejut.


"iya depresi kenapa kalian begitu terkejut?"tanya paman arthur.


"tidak apa-apa paman kami hanya terkejut saja."


jawab daniel.


"baiklah..paman kami pergi dulu ada yang harus kami kerjakan"pamit rey dan daniel mereka langsung menuju villa dimana mereka tempati.


sesampainya divilla rey turun dengan tergesa-gesa mencari keadaan alina dan ternyata alina bersama lisa berada ditaman belakang melihat bunga yang baru ia tanama.


"Alina..."panggil rey.


"kak rey..cepat sekali kau pulang?"tanya alina.


"kalian berdua masuk"perintah rey, alina dan Lisa pun langsung menuruti perintah rey.


"Ada apa kak?"tanya alina.


"Alina kau jawab jujur pertanyaanku"


"Apa benar kau mengonsumsi obat depresi?"tanya rey membuat Lisa terkejut begitu juga alina dia terkejut bahwa rey mengetahuinya.


"Tidak!aku tidak pernah mengonsumsi obat seperti itu dan lagipula untuk apa aku meminum obat itu"alina mengelak agar tak ketahuan rey sedangkan daniel dan lisa hanya terdiam dan terkejut.


"aku bilang kau jawab jujur pertanyaanku alina!"seru rey.


"aku nggak sama sekali mengonsum--"


"aku bilang kau jujur alina!"potong rey sedikit membentak.


"Aku..aku"alina kehabisan kata - kata saat melihat papa nathan dan mama clarissa juga kedua teman rey yang tiba - tiba menyusul mereka kesurabaya.


"Astaga rey!kau memarahi menantu mama"mama Clarissa mengomeli rey tanpa henti.


"Mama dengarkan rey dulu ma.."pinta rey namun mama clarissa malah semakin mengomeli rey sehingga membuat rey semakin kesal.


"Asal mama tahu menantu mama ini mengonsumsi obat depresi!"teriak rey sejak lama dia diam diomeli mama Clarissa.


Mama clarissa terdiam dan langsung menoleh kearah alina yang sedang menunduk.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa kasih like, vote dan komen🤗


__ADS_2