
Rey pun langsung masuk dan kembali kekamarnya menyusul istrinya yang sudah tertidur pulas.
rey pun membaringkan tubuhnya disamping alina yang saat itu sedang memeluk boneka yang sempat dibawanya dari surabaya.
rey dan alina memiliki kesamaan yaitu tak bisa tidur tanpa memeluk sesuatu seperti boneka.
"astaga!aku tidak bisa tidur kalau begini"
Rey secara perlahan menarik boneka yang dipeluk oleh alina.
"kenapa kau ambil bonekaku"tutur alina terbangun dari tidurnya.
"aku pinjam bonekamu,"ketus rey.
"tidak boleh!"alina menarik boneka yang ada ditangan rey jadi terjadilah tarik menarik diantara mereka.
"aku ingin meminjamnya Alina,"pekik rey sambil terus menarik boneka milik alina.
"tidak boleh!aku tidak bisa tidur jika boneka diambil"alina menarik sekuat mungkin agar bonekanya tidak diambil oleh rey.
"aku juga tidak bisa tidur jika tidak ada yang dipeluk...kau mengerti!?"tegas rey lalu dalam sekali tarikan boneka itu ada ditangannya.
"baiklah jika aku tidak memeluk boneka itu...kau juga tidak boleh memeluk boneka itu"alina mengambil paksa bonekanya lalu mengambil gunting dan menggunting boneka itu.
"selesai...aku tidak bisa memeluknya dan kau juga tidak bisa memeluknya"ujar alina dan kembali membaringkan tubuhnya.
"shitt..."umpat rey begitu kesal pada istrinya yang tak mau mengalah.
"oh..astaga aku tidak bisa tidur gara - gara dirimu!"bentak rey.
"sialan,aku tidak bisa tidur karenanya.."gumam rey yang sedang menahan amarahnya.
sedangkan alina menyambung tidurnya namun sudah berapa kali dia untuk mencari tempat yang nyaman untuknya beristirahat namun tetap saja tak bisa.
"yasudah aku peluk dia saja"gumam alina.
alina melingkarkan tangannya memeluk rey dengan erat layaknya boneka.
"lepaskan!kenapa kau memelukku?"tanya rey dengan ketusnya.
"aku tidak bisa tidur...kau tidak bisa tidur jadi lebih baik kita berpelukan agar bisa tertidur"jelas alina mengambil kesempatan ini.
"terserahlah"ucap rey dan kembali melanjutkan tidurnya sambil memeluk alina.
Keesokan harinya....
"lisa, alina..apa kalian ingin jalan - jalan?"tanya carly.
"boleh"jawab alina dan lisa bersamaan.
"baiklah ayo kita pergi jalan-jalan,"tutur carly dan mengajak keduanya keluar dari mansion itu dan berangkat menggunakan mobil milik Carly.
mereka hanya menikmati pemandangan indah diparis sembari menunggu kopi yang mereka pesan tadi.
"wah... pemandangan nya indah sekali"kata lisa dengan hebohnya karena sudah lama sekali dia tak berliburan.
alina masih sibuk dengan ponselnya entah siapa yang sedang mengirim pesan padanya.
my crazy wife....kau dimana jangan berani kau keluar tanpa aku ~ Reydan.
"oh..tidak matilah aku!aku lupa minta izin kepadanya,"pekik alina.
"ada apa alina..kau lupa meminta izin kepada siapa?"tanya carly.
"kepada rey...carly"jawab alina.
__ADS_1
maaf ...aku lupa memberitahumu kalau aku keluar bersama carly dan lisa ~ Alina.
tak berapa lama kemudian...
berani sekali kau keluar tanpa meminta izin padaku... ~ Reydan.
Rey yang berada dimansion bersama daniel dan vero langsung berdiri dan mengambil kunci mobil miliknya sehingga membuat daniel dan vero bertanya - tanya.
"kau ingin pergi kemana?"tanya daniel.
"iya rey... kau mau kemana?"tanya vero.
"aku ingin menyusul alina, lisa dan carly"jawab rey sedatar mungkin.
"apa boleh kami ikut?"tanya vero.
Rey langsung melihat kearah vero dengan tatapan tajam dan rey langsung menganggukkan kepalanya.
"yeay... akhirnya aku boleh ikut"tutur vero.
Mereka berangkat menaiki mobil rey namun tiba - tiba mama mey menghentikan mereka.
"tunggu kalian mau kemana?"tanya mama Mey.
Mereka bertiga menoleh kearah mama mey yang sedang bertanya kepada mereka.
"aku ingin menjemput alina ma,"jawab rey.
"Daniel kau jangan lupa hari ini kita membahas tentang perjodohanmu"tegas mama mey pada daniel.
"apa hari ini! bukannya kata mama sepulang kita dari paris"teriak daniel.
"tidak!mama mengganti jadwalnya.pokoknya hari ini kita akan membahas perjodohanmu"ujar mama Mey.
"tapi mah,"
"Aaaaa...."teriak daniel frustasi menghadapi mamanya.
"sabar daniel..."vero mengusap bahu daniel pelan memberi ketenangan pada sepupunya itu.
"sudahlah ayo kita berangkat..."ajak rey.
"baiklah iya.."
Mereka semua dalam perjalanan untuk menjemput istri dan adiknya carly tak lupa juga Lisa.
setelah sampai ketempat yang dikunjungi oleh alina dan carly, juga lisa mereka bertiga turun dan langsung masuk kedalam kafe tersebut.
dari kejauhan vero melihat orang yang mereka cari sedang duduk dan bercerita.
"Carly...aku pamit pulang ya,"
"takut rey nyariin.."sambung alina.
"bareng aku aja alin..."ujar carly.
"tidak perlu!"ketus rey yang tiba - tiba datang memasang wajah galaknya namun kali ini lebih tajam dan galak.
"kak rey..."tutur carly.
"kenapa kalian mengajaknya pergi tanpa seizinku!"tegas rey menatap tajam kearah Carly dan Lisa.
"begini tuan rey..saya lupa meminta izin padamu tuan dan karena kami begitu senang diajak jalan-jalan oleh carly.kami sampai lupa kalau alina tak boleh keluar tanpa seizin tuan rey,"jelas lisa sedikit gugup.
"baiklah untuk kali ini kalian kumaaf kan."seru rey dengan datarnya.
__ADS_1
"terimakasih sa--"belum alina menyelesaikan kalimatnya rey langsung memotongnya.
"dan kau alina,, sebagai hukuman kau tidak boleh keluar selama satu bulan"potong rey.
"Apa satu bulan!"pekik alina terkejut.
Rey langsung menarik alina dan mengajaknya pulang begitu pula dengan vero dia mengambil kunci mobil milik carly lalu mengajak carly pergi dari kafe itu sedangkan daniel dia berlari menyusul saudaranya itu.
dan lisa dia terpaksa pulang memakai taksi karena rey, alina dan daniel sudah pulang tanpa menunggunya.
sedangkan carly karena gugup takut dimarahi ia terlupa pada Lisa.
"Malang sekali nasibku...aku diajak olehnya tapi aku pulang harus memakai taksi"gerutu lisa sepanjang jalan.
dimobil carly baru teringat pada Lisa.
"astaga!vero...Lisa tertinggal"teriak carly mengejutkan vero yang sedang fokus menyetir.
"kau ini mengejutkanku saja!"ketus vero.
"biarlah dia pulang memakai taksi"sambungnya lagi.
"apa dia tahu alamat mansion paman?"tanya carly.
"kau kirim pesan saja padanya..."jawab vero masih fokus menyetir mobilnya.
"dan aku lupa meminta nomor ponselnya vero,"
seru carly.vero berdecak kesal pada sepupunya yang bodoh itu.
"kau ini bodoh sekali!"ketus vero.
"biarlah dia memakai taksi...dia sudah besar bisa menjaga diri"sambungnya lagi.
Mereka semua sudah sampai dimansion besar milik keluarga alexander.
mereka keluar dari mobil masing-masing dan turun namun alina teringat pada sahabatnya.
"kak rey...Lisa tertinggal"teriak alina.
"apa Lisa tertinggal..."ucap rey.
"tertinggal dimana?"tanya rey.
"astaga!dia tertinggal dikafe"jawab alina.
"biarlah dia sudah besar.dia bisa naik taksi untuk pulang"
"ish...kak rey sama saja seperti vero, menyebalkan"seru carly dan masuk meninggalkan mereka.
dan mereka pun masuk kemansion.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
hai semua jangan lupa ya, kasih like, vote dan komennya ya wkwkwk🤗
dukungannya ya temen-temen biar aku semangat buat novelnya wkwk😜😅