
***bruk***,,
seorang perempuan tersungkur kelantai dan meringis kesakitan.
"apa kau tak mempunyai mata hah?"tanya sang perempuan dengan suara meninggi.
"kau bertanya padaku? seharusnya aku yang bertanya padamu kau itu punya mata atau tidak?"ketus laki - laki yang bertabrakan dengan perempuan tadi.
"kau tidak lihat aku ini punya dua mata!"ujar perempuan itu menunjukkan kedua matanya pada laki - laki tadi.
"kalau kau punya dua mata kenapa kau menabrakku hah?"seru laki - laki tadi.
"aku menabrakmu? kau itu yang menabrakku"sahut perempuan tadi dengan menunjukkan wajah galaknya, ya perempuan ini bernama alina, sedangkan laki - laki tadi bernama reydan.
"hei ... ada apa ini rey?"tanya seorang laki-laki menghampiri laki - laki tadi.
"kau lihatlah daniel perempuan ini sudah gila,
dia yang menabrakku tapi dia malah menyalahkanku!"jawab reydan menatap tajam pada alina.
"apa kau bilang!berani sekali kau mengataiku gila!?"ketus alina memasang wajah galaknya saat ini alina benar - benar emosi ditagih hutang ditabrak pula.
"memang kau gila! mana ada seorang perempuan sepertimu yang tidak punya sopan santun!"sinis reydan menajamkan matanya pada alina.
"sudahlah! hentikan! kalian tidak malu apa? dilihat oleh semua orang?"ucap laki - laki tadi bernama daniel setelah sedari tadi diam akhirnya daniel berbicara menghentikan pertengkaran kedua orang tersebut.
"oh,iya nona.maafkan temanku dia memang begini, jadi saya mohon maafkan teman saya nona"tutur daniel.
"aku sudah memaafkannya!"saut alina dan berlalu dari sana dengan suasana hati yang hancur, wajah yang galak, dan mulut yang mengomel tidak jelas bila orang yang melihatnya mungkin mereka mengira alina itu sudah gila.
"dasar gila!"umpat alina diperjalanan pulangnya.
"kenapa kau meminta maaf padanya?"tanya reydan menatap pada temannya sekaligus orang yang paling ia percayai.
"bila kalian selalu seperti itu tanpa ada satu pun yang menghentikan pertengkaran itu,
pertengkaran itu tak akan pernah selesai!"jawab daniel.
reydan hanya menatap temannya dengan tatapan kesal dan melangkah pergi menuju mobilnya.
🍀 🍀 🍀
disebuah perusahaan besar terkenal dan ternama nampak seorang perempuan sedang melakukan interview di perusahaan itu.
__ADS_1
banyak sekali orang yang ingin melamar disitu secara gaji yang besar dan pekerjaannya tidak terlalu sulit juga ceo nya yang muda dan tampan banyak sekali kaum hawa yang mengejar ceo itu.
kini giliran alina yang akan diinterview,
alina pun masuk keruangan itu ruangan besar dan luas.
nampak seorang laki - laki berkaca mata hitam sedang duduk membelakangi alina.
lalu laki - laki itu menghadap ke alina dan betapa terkejutnya alina saat melihat laki - laki itu yang tak lain dan tak bukan adalah laki - laki yang bertabrakan dengannya waktu itu.
"kau!"tutur alina menunjuk kearah reydan.
"jadi kau pemimpin perusahaan ini?"tanya alina menatap tak percaya pada orang yang ada didepannya ini.
"ya, aku adalah pemimpin disini lebih tepatnya seorang ceo!"ujar reydan menyombongkan dirinya.
"ish ... sombong sekali dasar gila!"gerutu alina.
"kau tidak diterima di perusahaan ini jadi kau boleh keluar"usir reydan.
"apa?"pekik alina terkejut dengan apa yang didengarnya.
"kau tidak dengar? kau boleh keluar karena kau tidak diterima disini"ucap reydan membuat alina geram dan dengan langkah cepat alina menjambak rambut reydan.
"aw ... dasar perempuan gila! lepaskan rambut nanti jadi rusak!"teriak reydan dengan suara yang meninggi dan sorot mata yang tajam.
"dasar gila!"umpat reydan dengan membenarkan rambutnya.
"kau yang gila!"
alina hendak menjambak rambut reydan lagi namun naas ia terpeleset karena sepatunya yang licin dan ia terjatuh menimpa tubuh reydan dan kini mereka terjatuh disofa ruangan reydan.
mata mereka saling beradu pandang reydan menatap mata hazel alina dan alina menatap pada mata biru reydan.
"jantungku!"gumam alina dalam hati merasa jantungnya lebih cepat berdetak.
"apa kau mau mati hah? berdiri dari atas tubuhku!"sentak reydan membuat alina terkejut dan dengan cepat alina berdiri dari tubuh reydan.
"ehm ... maafkan aku"ucap alina dan membenarkan bajunya.
"maaf tidak ada untukmu!"ketus reydan merapikan jasnya yang terlihat berantakan.
"kau boleh keluar dan kau tidak diterima di perusahaan ini"sambungnya lagi.
__ADS_1
Alina terdiam ia bingung harus melakukan apa disatu sisi ia sangat butuh pekerjaan ini disisi lain ia juga ingin membayar pengobatan ibunya dirumah sakit.
"maafkan aku, tolong terima aku kerja disini ya"pinta alina memelas pada reydan.
reydan sedikit terkejut bagaimana bisa perempuan ini yang sangat menyebalkan jadi memohon kepadanya.
telepon reydan berdering dan dengan cepat reydan mengangkatnya.
"halo mom ... ada apa mommy meneleponku?"tanya rey mengangkat teleponnya.
"Thomas kau dimana sekarang? "
tanya balik sang mommy bernama Meyriska atau biasa dipanggil Mey.
"mom, namaku ini rey bukan thomas"tutur reydan dengan wajah kesalnya pada sang mommy.
"sama saja namamu kan reydan thomas alexander jadi terserah mommy ingin memanggilmu apa thomas "seru sang mommy.
reydan harus mempunyai ekstra kesabaran jika harus menghadapi mommynya.
"jadi mommy kenapa kau meneleponku?"tanya reydan sedangkan alina dia hanya diam sambil berpikir bagaimana ia harus bisa bekerja di perusahaan itu.
"kau pulanglah dulu karena daddymu ingin berbicara sesuatu padamu thomas dan jangan lupa ajak calon istrimu " jawab mommy mey.
"astaga! bagaimana ini aku lupa kalau aku akan memperkenalkan calon istriku pada daddy"gumam reydan dalam hati.
lalu belum sempat menjawab telepon sudah diputuskan oleh sang mommy.
"arghh..."teriak reydan dengan emosinya.
alina hanya menelan salivanya saat melihat reydan marah begitu menakutkan.
"astaga galak sekali laki laki ini"gumam Alina.
Rey pun menatap pada alina dan tersenyum penuh arti pada alina.
"aku tahu saat ini kau membutuhkan uang bukan?"tanya rey menatap alina.
"i..iya aku sedang membutuhkan uang saat ini"jawab alina dengan menahan rasa gugupnya.
"aku mempunyai tawaran yang bagus untukmu"
ujar reydan pada alina.
__ADS_1
"tawaran apa?"tanya alina.
"menikahlah denganku"jawab reydan membuat mata alina membelalak karena terkejut.