
dengan secepat kilat alina mengambil handphone itu dan akhirnya ia mematikan daya handphone itu.
"Alina..aku ingin melihat apa yang kau baca saja,kenapa kau matikan handphonenya!"tutur lisa merasa sangat kesal dengan alina.
"aku tidak mau memperlihatkannya padamu"ujar alina.
"dasar pelit.."gerutu lisa terdengar oleh alina.
"terserah kau lisaku kau mau bilang aku pelit gak apa-apa kok, aku terima"ucap alina menahan tawanya melihat raut wajah sahabatnya itu saat sedang kesal.
"ya kau sadar kalau kau pelit.."Lisa masih saja menggerutu tak jelas dan alina hanya menatap sahabatnya saja.
"drt..drt.."handphone rey berdering.
"Halo mama,ada apa mama menelpon rey?"tanya rey.
"Rey disana ada alina nggak?"tanya mama mey
"Dia dikamar ma, kenapa emangnya?"tanya Rey lagi.
"jadi gini mama pengen kasih tau dia kalau nanti mama bakalan berangkat lagi keparis,
dia mau ikut mama nggak mama bosen sendirian"jawab mama mey.
"ngajak alina doang nih mah?"sahut daniel mengambil alih handphone itu dari tangan rey.
"Daniel!kalau kamu mau ikut gak apa-apa mama senang kalo kamu juga ikut jangan lupa ajak lisa juga"tutur mama mey.
"siap mah,nanti aku bakalan siapin semuanya mama tunggu aku disana bentar lagi pekerjaan aku selesai"Daniel begitu bahagia bisa berlibur dinegara kesayangannya.
"baiklah nak, mama tutup teleponnya"ujar mama.
"oke mah,"mereka pun mengakhiri obrolan tersebut.dengan cepat daniel memberitahu alina dan Lisa tentang berita indah ini.
"shitt..."umpat rey.
"yang anak mama itu siapa sih aku atau daniel"gumam rey dalam hati dia begitu kesal pada mamanya dari dulu selalu saja daniel.
"ya, itu juga memang salahku kenapa aku selalu dingin dirumah"tutur rey menghela nafasnya.
sedangkan daniel yang sudah sampai dikamar alina begitu terkejutnya dia melihat hal yang diluar dugaannya.
Daniel melihat lisa yang sedang mencoba lingerie milik alina yang diberi oleh mama mey.
"astaga!ujian apa ini tuhan"gumam daniel dalam hati.dengan susah payah daniel menelan salivanya.
"Daniel...."pekik lisa terkejut melihat daniel yang berdiri didepan pintu.
"daniel, apa yang kau lakukan disitu?"tanya alina berpura-pura tidak tahu.alina sudah tahu kalau daniel sejak tadi berdiri diambang pintu sembari memerhatikan lisa.
namun daniel bukan laki - laki yang berfikiran kotor dia selalu berfikir positif sama seperti rey mereka berdua memiliki sifat dan fikiran yang sama dari kecil mereka tak pernah dibedakan oleh papa nathan dan mama mey.
"aku ingin memberitahu kau sesuatu kabar gembira"ujar daniel mengalihkan perhatiannya pada alina.
Lisa masuk kedalam kamar mandi dan mengganti bajunya.
"Apa yang ingin kau beritahu padaku?"tanya alin
"jadi gini mama ingin pergi keparis apa kau ingin ikut?"tanya daniel.
"aku ingin ikut"pekik Lisa keluar dari kamar mandi dengan pakaian normal.
"tidak boleh!kau tidak boleh ikut"ketus daniel.
"ish..kau ini jahat sekali padaku"ujar Lisa memasang wajah sedihnya.
"baiklah kau boleh ikut,"ujar daniel.
__ADS_1
"baiklah aku juga akan ikut,"tutur alina setelah berfikir sejak tadi.
Daniel dan lisa pun turun dan langsung menuju ketaman dimana rey masih sibuk dengan laptopnya.
"hey..bro apa kau tak lelah didepan laptop terus?"tanya daniel.
sedangkan Lisa tampak sedang berfikir tentang sesuatu.
"apa dia tadi sejak tadi didepan pintu?"
"apa dia melihatku?"
"jangan - jangan dia melihatku!bodoh sekali aku ini!"
"lalu bagaimana kalau dia berfikir yang
macam-macam"gumam Lisa dalam hati.
"tidak aku tidak mengenal lelah"jawab rey.
"begitukah, bila kau tak mengenal lelah kau kerjakan saja semuanya tanpa bantuan dariku"
tutur daniel.
"sialan!kau ingin kupecat.kau itu sedang memerintah seorang anak dari CEO terbesar no satu didunia!"ketus rey tak menerima kelakuan daniel yang menurutnya konyol.
"Ya..aku tahu kau anak ceo yang kaya"gerutu daniel kesal karena rey mengancamnya dengan menggunakan kata pecat.
"sudahlah,lebih baik kau kerjakan tugasmu dan kau cepatlah berangkat keparis aku tidak tahan kau ada disini terus menerus.dan kau lisa kau ambilkan berkas diatas meja yang ada dikamarku atau kau tanya saja dengan alina"
ujar rey.
"Lisa..."pekik rey karena daritadi lisa melamun.
"baiklah tuan akan saya ambilkan"Lisa langsung menuju kekamar alina.
"kau akan apa?"tanya rey datar
"karena alina akan ikut bersama kami keparis."ujar daniel.
"Damn..."umpat rey.
"kau mengajaknya?kau tidak boleh mengajaknya"ujar rey.
"kenapa tidak boleh,dia yang mau sendiri ingin ikut kami keparis"tutur daniel untuk membuat rey ikut keparis.
"kau ingin ikut?"tanya daniel.
"tidak!aku tidak ingin ikut"seru rey.
Lisa pun datang membawa berkas lalu pergi lagi dari sana dan kembali kekamar alina untuk
membantu alina pergi ketaman untuk mengambil barangnya yang terjatuh saat jatuh dari swing.
"baiklah pelan - pelan alina."tutur Lisa menuntun alina turun dari tangga.
"lisa, aku takut kak rey marah.kau tau kan kalau
dia marah bagaimana seram sekali!"seru alina.
"sudahlah ada aku disini..jadi kau jangan khawatir dimarahi kak rey"ujar Lisa sembari tersenyum memberi alina ketenangan.
akhirnya alina dan lisa sampai ditaman,
alina terus mencari barangnya yang terjatuh namun belum ketemu sampai harus Lisa juga membantunya.
"Apa kau ketemu lisa?"tanya alina.
__ADS_1
"belum alin, memangnya barang apa yang kau cari?"tanya balik lisa.
"cincin"jawab alina melanjutkan mencari cincin yang terjatuh.
"apa cincin pernikahanmu dengan kak rey?"tanya lisa.alina menganggukkan kepalanya
"astaga!alina kita akan dimarahi oleh tuan rey!
Aku tidak mau alina..kau tahu bila tuan rey marah dia sudah seperti monster!?"pekik Lisa ketakutan keringat bercucuran.
dibelakang mereka ada yang mendengarkan pembicaraan alina dan lisa laki - laki itu begitu emosi mendengar pembicaraan dua sahabat itu sehingga dari tadi mereka berbicara mereka tidak tahu bahwa yang mereka bicarakan ada dibelakang mereka.
"Monster!siapa namanya?"tanya rey.
sedangkan daniel hanya diam melihat apa yang akan terjadi.
"ya tuhan kau tidak tahu?namanya itu tuan rey!
Reydan Thomas Alexander"
"dia kalau marah sudah seperti monster yang kehilangan mangsanya"sambung Lisa lagi sedangkan alina keheranan dengan lisa yang berbicara sendiri sedangkan dia tak bertanya apapun pada Lisa.
"dan mangsanya adalah kalian berdua"tegas rey membuat alina dan Lisa langsung berdiri dan perlahan menoleh kearah rey.
"tuan rey..ada apa?apa kau butuh sesuatu?"tanya lisa sambil tersenyum menutupi kegugupannya.
"iya...apa kau butuh sesuatu?"tanya alina pula.
"dimana cincin pernikahanmu yang aku berikan?"tanya rey membuat alina semakin ketakutan.
"cincinnya ada dikamar"jawab alina.
"kau ambilkan cincin itu sekarang!"tutur rey sembari menatap tajam kealina dan Lisa.
"tapi kak rey...aku malas mau balik kekamar lagipula aku masih sakit,"ujar alina.
"lebih baik kau jujur!aku benci pembohong!?"tegas rey.
"tidak!aku tidak bohong, lagipula untuk apa aku membohongi suamiku"alina tersenyum manis pada rey yang sedang menatap tajam pada mereka.
Alina dan lisa sesekali menoleh ketaman itu untuk mencari cincin indah itu.
"apa kalian mencari cincin ini?"tanya rey.
Alina dan Lisa pun menoleh dan betapa terkejutnya mereka melihat cincin itu sudah berada ditangan rey.
"Aku tidak tahu tuan, aku kesini untuk membantu alina mencari cincin itu"tutur Lisa membela dirinya sementara alina kesal dengan Lisa yang hanya membela dirinya sendiri.
"kan gara - gara kau aku jatuh dari ini.dan gara -
gara kau juga cincin ini lepas dari jariku"Alina tak tinggal diam dia juga membela dirinya.
sehingga terjadi perdebatan diantara dua sahabat itu mereka mengomel tak jelas saling menyalahkan dan saling menatap tajam satu sama lain.
"Berhenti!?"teriak daniel.
alina dan Lisa pun berhenti dan menatap pada rey yang hanya diam mematung mendengarkan mereka.
.
.
.
.
semoga suka cerita ini...🤗
__ADS_1