
"tuan rey"lirih lisa.
"Lisa..kulihat tadi sepertinya kau begitu benci pada mama tirimu, memangnya kenapa kau begitu membencinya?"tanya vero.
"karena dia adalah penyebab hancurnya keluargaku vero,"jawab lisa sambil menghapus air matanya.
"penyebab hancurnya keluargamu?bagaimana bisa?"kini giliran daniel bertanya.
"waktu itu bibiku sempat cerita sesuatu penyebab kematian mamaku dan penyebab hancurnya keluargaku,"jawab lisa terhenti tatkala adira datang dan berdiri dihadapannya.
"Kak...kenapa kakak jahat banget sama mama?"
tanya adira sedikit emosi.
"Mama..mamaku sudah meninggal"seru lisa dan berdiri dihadapan adik tirinya itu.
"kenapa kau begitu benci pada mamaku?"tanya adira menahan semua emosi yang sedari tadi dia tahan.
"karena mamamu penyebab semua kehancuran dikeluargaku.kau mengerti!?"tegas lisa.
"kau lah penyebab kehancuran keluargamu,"sahut adira begitu kesal.
"Lisa...tahan emosimu"tutur alina.
Lisa mengatur nafasnya dan menenangkan dirinya agar amarahnya tak mengendalikannya.
"lebih baik kau pergi dari sini"usir Lisa.
"tidak mau!aku akan pergi setelah kau minta maaf pada mamaku!"ketus adira.
"sampai aku mati pun aku tidak akan pernah meminta maaf pada wanita licik itu...!"seru lisa meninggikan suaranya.
"Lisa...adira sudah cukup kalian jangan bertengkar,"pekik adisa mama dari adira.
"sudah hentikan nak,"sambungnya lagi sambil memegang tangan lisa dan adira namun lisa malah menepisnya dengan sangat kuat.
"jangan berani kau menyentuhku,"tutur Lisa.
"Lisa...papa ingin kamu berubah dan terima mama adisa menjadi mama kamu"ucap tuan samuel melembutkan suaranya.
"mama aku cuman satu yaitu mama lidya bukan dia!?"teriak lisa.
"stop Lisa.."tuan samuel mencengkram lengan lisa dengan sangat kuat sehingga Lisa meringis kesakitan.
semua orang disana hanya bisa diam karena tuan samuel tidak ingin masalahnya dicampur tangan oleh seseorang.
"stop lisa..kau harus menuruti semua perintah papa!?"tegas tuan samuel.
dan melepas cengkramannya dari lengan lisa dan meninggalkan memar disana.
"baiklah tuan nathan dan nyonya mey kami permisi pulang...maaf menganggu ketenangan nya karena masalah kami tadi,"tutur tuan samuel.
"baiklah mey aku pamit dulu ya.."ucap nyonya adisa begitu lembut.
"iya adisa kamu hati - hati ya,"seru mama mey.
Tuan samuel dan nyonya adisa begitupun Adira sudah pergi dari sana meninggalkan lisa bersama keluarga alexander karena lisa sedang berlibur disana.
"Lisa..."panggil mama mey dan memeluk lisa dalam dekapannya memberi ketenangan pada wanita itu.
__ADS_1
"kau kenapa tadi membentak mamamu nak?mamamu itu sangat baik...mengapa kau membencinya?"tanya mama mey.
"itu hanya topengnya saja bibi...dia itu jahat!
dia cuman mau harta papa dan karena dia lisa dibenci sama papa!?"jawab lisa disela isakan tangisnya membuat orang yang disana merasa iba pada Lisa dibalik keceriaannya dan kebaikannya juga ada luka disana.
"sudahlah sayang kita lupakan saja semua itu dan memulai awal yang baru ya,"ujar mama mey masih mendekap Lisa dalam pelukannya.
"tapi bibi aku tidak bisa melupakannya...
setiap malam aku selalu terganggu akan hal itu bibi,"sahut lisa menghapus air matanya.
"tenangkan dirimu nak, jangan sampai emosi yang mengendalikanmu"seru papa nathan sembari mengusap kepala lisa dengan lembut.
"kau harus kuat Lisa...kau adalah lisa sahabatku yang paling hebat!"tutur alina.
"terimakasih alina dan semuanya..."ucap lisa begitu bahagia dalam dirinya.
akhirnya semua orang disana masuk kedalam mansion dan masuk kedalam kamar masing-masing.
****
"Alina..."panggil rey dari dalam kamar mandi.
"Ada apa?,"tanya alina yang sedang bersisir didepan cermin.
"ambilkan handukku didalam lemari,"perinrah rey.alina berdiri dan mengambil handuk rey dari dalam lemari lalu dia mengetok pintu kamar mandi dan terbukalah,
"Mana handuknya cepatlah.. letakkan ditanganku"ucap rey sembari menadahkan tangannya untuk menerima handuk itu.
"cepatlah sedikit alina.."seru rey sedikit kesal.
Alina dengan sengaja mengerjai suaminya itu.
"astaga begitu saja marah.dasar galak!"celetuk alina.hari sudah malam dan alina turun menuju dapur untuk membantu memasak dan saat alina hendak kedapur ia berpapasan dengan vero.
"hai, alina."sapa vero dengan senyum manisnya.
"vero kamu ngapain dari dapur?"tanya alina.
"oh.. aku habis ngambil cemilan yang aku beli tadi sore bersama carly,"jawab vero sembari menunjukkan beberapa cemilan yang ada ditangannya.
"baiklah, aku permisi ingin kedapur"tutur alina.
dan berlalu dari sana menuju dapur.
sedangkan rey masih didalam kamar dan sibuk dengan laptopnya.
"bibi..aku akan membantumu untuk memasak"tutur alina sambil memotong buah apel untuk rey dan membuatkannya teh.
"tapi sebelumnya aku harus mengantar ini ke kak rey,"sambung alina sambil tersenyum.
"tidak perlu nyonya...nyonya tunggulah dikamar biar kami yang memasak"bantah pelayan itu yang bernama soraya.
"tapi bibi biar aku ba--"belum sempat alina menyelesaikan kalimatnya sudah terpotong oleh bibi soraya.
"biar saya saja yang memasak nyonya.saya mohon!"potong soraya.
alina menghela nafasnya dan berkata,
__ADS_1
"baiklah bibi"ujar alina dan berlalu dari sana menuju kamarnya.
"sayang..aku membawakan teh dan buah apel untukmu!"pekik alina seraya meletakan itu diatas meja.
"terimakasih...my crazy wife!"seru rey yang masih sibuk pada laptopnya.
"oh,no.jangan panggil aku my crazy wife sayang, panggil aku my sweety atau my love"tutur alina mendudukkan tubuhnya disamping rey.
"cerewet sekali dasar perempuan!"gumam rey dalam hati.
"ya,sudah.baiklah aku akan memanggilmu honey..."jawab rey masih sibuk memandang laptopnya sehingga membuat alina kesal.
"sepertinya kau sedang sibuk ya sayang..."ucap alina sedikit melembut membuat rey mengerutkan keningnya.
"kau ini sakit atau gila!kenapa kau jadi seperti ini?"tanya rey menjauhkan tubuhnya dari alina.
"astaga sayang!istrimu ini tidak gila"ketus alina.
"aku minta maaf honey,"sahut rey dan kembali berkutat dengan laptopnya.
sedangkan alina membaca novel romantisnya yang dia beli ditoko buku waktu masih disurabaya.
"wah .... romantis sekali!"gumam alina.
"sayang..."panggil alina membuat telinga rey risih mendengarnya karena sesungguhnya rey baru kali ini dipanggil seperti itu namun wajar kalau alina memanggilnya seperti itu karena alina adalah istrinya.
"kau ada panggilan lain untukku? aku sangat risih mendengarnya!"tanya rey.
tampaknya alina sedang berfikir untuk memanggil rey dengan sebutan apa.
"baiklah my love."jawab alina setelah berfikir lama.
"apa kau mencintaiku sehingga kau memanggilku dengan sebutan itu?!"tanya rey.
"my love kenapa kau cerewet sekali"tutur alina begitu pelan.
"terserah kau saja honey,"ujar rey.
Alina merasa ada sesuatu yang ganjal diantara mereka bulu kuduknya merinding seketika.
"kenapa aku jadi merinding?"tanya alina namun rey tak menggubris perkataan alina.
alina melihat sosok putih berterbangan diluar jendela kamarnya dan ada bercak darah dibajunya alina spontan berteriak dengan kencang membuat telinga rey tersentak.
"Aaaaa....hantu"teriak alina tak henti-henti.
"honey... kau kenapa berteriak apa kau ingin membuat ku cepat tuli!"ujar rey.
Alina hanya diam dan kembali melihat kejendela.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen jangan lupa dukungannya ya biar author lebih semangat nulisnya wkwkw🤗😘