JANGAN DIBACA!!

JANGAN DIBACA!!
eps.19


__ADS_3

sedangkan lisa masih dalam perjalanan menuju mansion.


Rey dan yang lainnya menuju ruang keluarga yang saat itu sedang berkumpul.


"Daniel...sini nak,"panggil mama Mey.


"ada apa ma?,"tanya daniel sembari mendudukkan tubuhnya disebelah mama Mey.


"kamu lupa Kitakan mau membahas perjodohan kamu"jawab mama Mey.


"kenalin ini tuan samuel,"tutur mama Mey.


"nama saya daniel paman,"ucap daniel bersalaman dengan tuan samuel.


"baiklah nak...nama paman samuel Hendrick"


ujar samuel sambil tersenyum.


"dan kenalin ini anak paman namanya adira..."


sambung tuan samuel.


"hai..nama saya adira aurora"sapa adira begitu lembut dan pelan.


"nama saya daniel..."sapa balik daniel sembari berjabat tangan dengan adira.


"daniel..adira ini calon istri kamu nak,"ujar mama mey membuat daniel sedikit terkejut.


Lisa yang sedari tadi sampai menguping pembicaraan keluarga itu.


"papa ngapain kesini,"gumam lisa dalam hati.


fikirannya bertanya - tanya.


"nak..dimana lisa?"tanya mama Mey.


"permisi semua.."sapa lisa sambil tersenyum.


"Lisa..."panggil adira dan memeluk erat kakaknya tersebut yang hanya beda empat bulan darinya.


"Adira.."Lisa membalas pelukan adiknya tersebut dengan sangat erat.


"ngapain kamu disini?"tanya Lisa.


"aku kesini karena dijodohin sama papa"jawab Adira.


"jodoh.."telinga lisa tersentak.


dalam fikiran lisa begitu banyak pertanyaan dia anak tertua dikeluarga Aurora kenapa malah adiknya yang dijodohkan terlebih dahulu.


"papa...kenapa adira dijodohkan?"tanya Lisa.


"papa hanya ingin yang terbaik untuknya nak,"jawab samuel.


"tapi kan...Lisa anak pertama seharusnya lisa yang dijodohkan terlebih dahulu"tutur lisa dengan suara sedikit meninggi.


"lisa...jaga bicaramu"tegas samuel pada putrinya.


"kak...jangan gitu sama papa"ketus adira.


karena adira paling tidak suka papanya dilawan oleh seseorang.


"sini kak..duduk samping aku"pinta adira begitu lembut.


lisa masih berdiri dengan fikiran yang begitu banyak pertanyaan.


"Adira..."panggil nyonya adisa istri kedua dari tuan samuel.


"mama..."Adira memeluk mamanya yang begitu dia rindukan.


"bagaimana perjodohannya udah dibicarakan?"tanya mama adisa dan mendudukkan tubuhnya disamping tuan samuel.


"belum..."jawab mama Mey.

__ADS_1


"Mey...aku sangat merindukanmu"adisa dan mama Mey pun berpelukan.


"aku juga sangat merindukanmu disa,"seru mama Mey.


"Lisa duduklah nak,"ucap mama mey.


"baiklah bibi"Lisa mendudukkan tubuhnya disamping alina.


"baiklah kita mulai membahas perjodohan ini ya,"tutur Mama Mey.


"baiklah bibi"jawab adisa.


sedangkan daniel hanya mendengarkan apa yang dibicarakan oleh keluarganya.


"Daniel...kau duduklah disamping adira"perintah papa Nathan.


daniel berpindah tempat duduk didekat adira.


"sayang..daniel dijodohin sama adira ya?,"tanya alina pada rey.


"iya.."jawab rey singkat.


kak lisa..kau jangan bersedih ya,


relakan daniel untukku.~ Adira.


"sudah kuduga ini pasti rencananya...dasar perempuan licik"gumam lisa menatap adisa penuh kebencian.


Adira adalah adik tiri dari lisa.ibu lisa meninggal karena melahirkan Lisa.


karena itu tuan samuel begitu sayang pada adira dibandingkan dengan Lisa.


jadi kau sengaja melakukan ini hah!? ~ Lisa.


mereka berdua saling membalas pesan mereka.


"adira..matikan ponselmu"seru adisa.


adira menyimpan ponselnya didalam tas jinjingnya.


"kalau begitu saya dan istri saya setuju atas keputusan mu tuan nathan"ujar tuan samuel.


entah mengapa hati lisa begitu sakit dan sangat sesak mendengar orang yang dicintainya kini dijodohkan dengan adiknya.


lebih tepatnya adik tirinya.


"Lisa..kau yang sabar ya"tutur alina berbicara sedikit pelan agar semua orang tak mendengar nya.


"alina bagaimana ini, dia sengaja melakukannya"lirih lisa.


"Lisa..kamu besok akan papa antarkan kerumah pamanmu diaustralia,"tutur tuan samuel membuat lisa terkejut.


"tempat paman...kenapa gak adira aja yang papa kirim ketempat paman?"tanya Lisa.


"kamu jangan membantah Lisa,"tegas adisa mama tiri lisa.


"jangan sok peduli kamu"ujar lisa meninggikan suaranya membuat semua orang disana sedikit terkejut dengan kelakuan Lisa.


selama ini Lisa begitu sopan dan tak pernah meninggikan suaranya dia terkenal begitu lembut dan ramah.


"Lisa...kurang ajar sekali kamu...dia ini mama kamu"bentak tuan samuel.


suasana diruangan itu menjadi buruk yang awalnya bahagia menjadi tegang.


"lebih tepatnya mama tiri!?"tegas lisa menunjukkan jarinya pada adisa.


"Lisa..."teriak tuan samuel berjalan kearah Lisa dan,"plakk,,"tamparan keras mendarat dipipi mulus Lisa sehingga pipinya sedikit merah.


papa Nathan, mama mey, daniel, vero, Rey dan alina juga yang lainnya sontak terkejut dengan kejadian tadi.


"diam dan turuti saja kemauan papa! jangan sekali-kali kamu membantahnya atau papa tak segan-segan melakukan hal yang lebih dari ini"


tegas tuan samuel menatap begitu tajam pada Lisa.

__ADS_1


"samuel..sudah duduklah kembali"tutur papa nathan menenangkan samuel.


"lisa tidak akan pernah mau menuruti semua perkataan papa!"teriak Lisa.


"lisa..jangan melawan kata papa kamu nak,"ujar adisa begitu pelan.


"cih...hentikan sandiwaramu wanita licik"bentak lisa dan"plakk,,"satu lagi mendarat dipipi lisa.


Lisa menangis tersedu-sedu menahan rasa sakit dipipinya.


"Lisa.."tutur daniel dan vero bersamaan.


"berhenti melawan mamamu lisa"tegas papa Samuel hendak menampar Lisa.


"kenapa hah!papa mau nampar Lisa tampar pah, Lisa gak takut atau papa mau ngusir lisa usir aja.papa mau bunuh lisa bunuh aja pah!


Lisa gak ada artinya kan dalam hidup papa!?


Lisa cuman anak yang membunuh mamanya!?"


sahut lisa meninggikan suaranya.


tuan samuel terdiam seribu kata.


Lisa keluar dari ruangan itu sambil menangis menahan kesedihannya selama ini yang dia pendam.


"Lisa..."panggil alina dan carly.


alina dan carly menyusul lisa untuk menenangkannya.


sedangkan rey, vero dan daniel terdiam melihat keluarga itu.


"samuel tenangkan dirimu..."papa nathan membantu tuan samuel untuk duduk.


"Nathan...aku sudah keterlaluan pada anakku Lisa.."lirih tuan samuel.


"Mama bagaimana ini?"tanya rey.


"entahlah rey mama juga gak tau..kenapa bisa jadi begini"jawab mama Mey.


"daniel, rey dan vero kalian susul alina, Carly dan lisa"perintah mama Mey.


mereka bertiga pun menyusul alina, Carly dan lisa.


lisa menangis tersedu-sedu didekat pohon besar yang ada ditaman mansion keluarga besar Alexander.


"Lisa..."panggil alina sembari memeluk sahabatnya.


"tenang Lisa...jangan sampai amarah yang mengendalikanmu"alina memeluk sahabatnya.


"Alina...hiks..hiks."tutur lisa terbata - bata.


lisa menangis sejadi-jadinya dipelukan sahabatnya Lisa.


sedangkan rey, vero dan daniel yang baru saja sampai mendengar percakapan antara sahabat itu.


"alina papa..begitu menyayangi adira dibanding aku karena aku membunuh mamaku"lirih lisa disela isak tangisnya.


"tidak Lisa..paman samuel juga menyayangimu"seru alina mengelus rambut lisa dan memeluknya.


Rey, vero dan daniel mendudukkan tubuhnya disamping alina.


"begitulah hidup lisa kita sering dibeda - bedakan dan juga sering dibanding - bandingkan.tapi disela - sela itu mereka ingin kita berubah menjadi orang yang lebih baik lagi!"tutur rey begitu tegas.


"tuan rey.."lirih lisa.


.


.


.


.

__ADS_1


jangan lupa kasih like, vote dan komennya wkwkw.


__ADS_2