
"astaga apa ini?"gumam alina.
ia tak tahu kalau Lisa sudah merencanakan ini semua dengan Rey dan Daniel.
saat itu Rey mempunyai suatu ide dan ia langsung menelpon daniel untuk melaksanakan idenya tersebut dan untungnya Daniel saat itu bersama Lisa jadi mereka bertiga melakukan rencana ini untuk menjadikan alina istrinya rey.lisa pun begitu terkejut mendengar rencana yang dikatakan Daniel tapi dia terpaksa menerima semua ini dan melakukannya.ia diancam oleh daniel.mangkanya dia melakukan semua rencana ini.
ia menggerutu dalam hati mengutuk dirinya sendiri kenapa ia harus terjebak dalam semua ini.kenapa tadi ia harus menemani sahabatnya yang sudah menjebaknya.
"kenapa diam sayang?kau gugup akan menjadi istri Rey?"tanya mama Mey.
"ti,,tidak!aku tidak gugup, aku hanya bahagia saja,"tutur Alina sambil tersenyum.
"baiklah papa dan mama sudah memutuskan Minggu depan kalian bertunangan!"rey dan Alina begitu terkejut begitu pun dengan Lisa dan daniel, Daniel saat itu baru sampai dan mendengar pernyataan dari papanya rey.semua begitu terkejut,"apa minggu depan pa,"Rey sangat terkejut rencana saat itu bukan seperti ini ia akan melaksanakan pertunangan dengan Alina 1 bulan kedepan.
"Iya, kenapa kau begitu terkejut Rey?"tanya papa nathan.
Rey hanya tertawa pelik.
"ehm,, paman bukannya itu tidak terlalu cepat?"tanya Daniel.
"tidak Daniel, menurut paman itu tidak terlalu cepat!tapi itu sangat bagus!?"ujar papa Nathan sambil tersenyum.
"tidak!Alina pasti akan sangat marah padaku!?"gumam Lisa sembari melihat kearah Alina yang sedang melototkan matanya ke arah nya."lihat saja kau lisa!kau sudah menjebakku!?"gumam Alina.
"bagaimana Alina dan rey apa kalian setuju?"tanya mama Mey.
"iya mama aku sangat setuju!"ucap Rey sambil menyentuh bahu Alina.
"iyakan sayang,"
"ii,,,iya sayang,"jawab Alina sambil menatap Rey.
"baiklah, ini untukmu nak,"papa Nathan memberi Alina paperbag.
"apa ini paman?"tanya alina.
"bukanya saat kau sudah sampai dirumahmu,"jawab papa Nathan sambil tersenyum manis.
"terimakasih paman".
"kalian pulang naik apa?"tanya mama Mey pada Alina dan Lisa.
"memakai mobil bibi,"jawab Lisa dan Alina berbarangan.
dijawab anggukan oleh mama Mey.
"mari kita makan malam,"ajak mama Mey kesemua orang yang ada disana.
"baiklah bibi, aku sudah sangat lapar!"tutur Daniel sembari memegang perutnya.
"Kau memang selalu lapar,"sahut rey ketus.
Mey dan nathan tertawa melihat kedua anak itu selalu saja seperti itu.
akhirnya mereka semua makan malam, tak ada satu obrolan pun hanya terdengar suara sendok dan garpu yang beradu.
"Rey,"panggil papa Nathan memecahkan keheningan.
__ADS_1
"iya, pah ada apa?"tanya Rey dan menyuapkan satu sendok kedalam mulutnya.
"besok papa ingin berangkat, kau jaga mamamu dengan baik!"tutur papa nathan.
"baiklah papa,"Nathan menatap istrinya lalu tersenyum."kamu besok jadi berangkatnya?"tanya Mey pada nathan.dijawab anggukan oleh Nathan.
"tenang paman aku akan menjaga bibi, dengan sangat baik sehingga bibi akan sangat senang,"ucap daniel percaya diri.
"sembarangan, aku anaknya.dan kau siapa?"'ketus Rey.
"ada yang cemburu?"tanya Daniel seperti orang pura-pura tak tahu.
"Kau ini!?"bentak rey.
"hahaha,"tawa Daniel memecah sangat kencang.
Lisa dan Alina juga papa Nathan dan mama Mey hanya menggeleng melihat tingkah laku mereka berdua.
"tertawalah, aku akan memecatmu dan mengusirmu!?"tutur Rey penuh ancaman.daniel seketika terdiam dan melanjutkan aktivitas makannya seakan tak terjadi apa-apa.
"lihatlah dia terdiam,"tunjuk Lisa sambil tertawa kecil.daniel menatap tajam Lisa, membuat Lisa semakin tertawa namun Lisa sekuat mungkin menahan tawanya.
"lihat saja kau!"ancam Daniel.
semua orang sudah selesai makan dan menuju ruang depan.
"baiklah terimakasih paman dan bibi,"Alina tersenyum melihat papa nathan dan mama Mey."sama-sama Alina, bibi juga sangat senang"mama Mey memeluk alina dan Lisa.
"baiklah bibi kami pamit dulu,"
akhirnya mereka berdua sudah pulang.
"Rey ingat Minggu depan kau harus segera bertunangan dengan alina, dia anak yang sangat baik papa dan mama sangat menyukainya!"tutur papa nathan memegang bahu Rey."pilihanmu sangat tepat nak,"sambungnya lagi.
"iyalah pah, bukan Rey namanya kalau gak nemuin perempuan yang baik"ucap Rey membanggakan diri.
Daniel hanya menatap sinis Rey.
"apa kau?"tanya Rey ketus.
"jika kau iri padaku, menikahlah dengan lisa.dia juga perempuan baik!"tutur Rey sembari tersenyum meledek kearah Daniel membuat nathan dan mama Mey tertawa melihat kedua anak itu.
**keesokan harinya**
"rey jaga mamamu baik-baik,"tutur papa Nathan karena saat ini mereka berada dibandara.
"iya pa, aku akan menjaga mama dengan baik!"ucap Rey memeluk mamanya.
"baiklah papa berangkat dulu."papa Nathan memeluk mama mey dan rey juga daniel.
"bye paman hati-hati,"Daniel tersenyum melihat papa Nathan.
dijawab senyuman oleh papa Nathan.
"ayo cepat pak,"ujar Lisa menyuruh sang sopir agar lebih cepat sedikit.karena takut papa Nathan pergi duluan.
"sudah sampai"sang sopir memberitahu pada Lisa dan alina.
__ADS_1
mereka berlari secepat mungkin.
"tunggu,"teriak Lisa dan Alina.
rey, daniel dan mama Mey menoleh kearah mereka.papa Nathan saat itu sangat bahagia saat melihat alina dan Lisa menyusul mereka.
"huh,"mereka mengatur nafas mereka.
"paman tunggu ini untuk paman dari kami berdua"tutur Alina memberikan kotak kepada papa Nathan.
"terimakasih nak,"papa nathan tersenyum dan langsung pergi menaiki pesawat karena ia takut telat.
"bye paman sampai jumpa,"teriak Lisa dan alina.membuat Rey dan Daniel saling menatap.
Mereka semua memutuskan untuk pulang.
"kalian mau pulang atau kerumah bibi?"tanya mama Mey.
"aku akan bekerja bibi, jadi tidak sempat.nah kalau Alina mungkin bisa.karena dia sedang berlibur!"kata Lisa sambil tersenyum.
"Alina kamu mau nemenin bibi?"tanya mama Mey pada alina.
"ehm,, baiklah aku akan menemani bibi,"jawab alina dengan gembira.
"mama kita sudah sampai!"Rey membuka pintu untuk mamanya dan Alina.
karena daniel dan lisa sudah terlebih dahulu kekantor."terimakasih"ucap Alina pada rey. dijawab anggukan oleh Rey.
Alina dan mama Mey pun masuk kedalam rumah.
"Alina, bibi mau beristirahat dulu didalam kamar ,"tutur mama Mey.
"dan buatlah dirimu senyaman mungkin dirumah ini."sambungnya lagi dan langsung menuju kamar.
"Aku belum menjadi menantu dirumah ini saja,
sudah diperlakukan seperti putri sendiri."
"beruntung sekali rey mempunyai orang tua seperti mereka sangat baik sekali!"sambungnya lagi.
Alina melihat sekeliling rumah itu.alina merasa rumah itu sangat besar dan luas.
ia berjalan menaiki anak tangga dan melihat semuanya.ada salah satu kamar yang menarik
perhatian alina.ia melihat tulisan didepan pintu itu."KAMAR INI MILIK REYDAN THOMAS ALEXANDER!?"kata alina melihat tulisan itu.
ia membuka pintu kamar milik Rey ia perlahan masuk kedalam kamar itu.
kamar milik Rey sangat nyaman bila ditempati.
Alina melihat foto anak kecil sedang tertawa.
"ini pasti dia,"saat Alina ingin melihat foto berikutnya ada yang memegang bahunya sehingga membuat alina terkejut.
salam dari Rey dan Alina❤️🤗
semoga suka!!
__ADS_1